Connect with us

TNI-Polri

Kabid Humas Polda Banten Berikan Piala Kapolri Orasi Unras 2021

Published

on

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, Kabag Binops Diterskrimum Polda Banten AKBP Nuril Huda, Kasubdit I Ditintelkam

SERANG, CAKRATARA – Kegiatan Grand Final Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri Tahun 2021 melalui Zoom Meeting dipimpin oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy dan PJU Mabes Polri, serta dihadiri Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, Kabag Binops Diterskrimum Polda Banten AKBP Nuril Huda, Kasubdit I Ditintelkam Polda Banten Kompol Agus, Direktur Kabar Banten Rahmat Ginandjar, Direktur Radar Banten Mashudi, Dewan Juri Lomba Orasi di Tingkat Polda Banten Dr. Ail Muldi, dan para peserta Lomba Orasi melalu Zoom Meeting, Jum’at (10/12/2021).

Dalam sambutan Kapolri, Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menyampaikan Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri Tahun 2021 ini dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia ke 73 dengan mengusung tema Equality, Reducing Inequalitis, Advancing Human Right.

“Semoga pada momentum peringatan ini, kita semua dapat berperan aktif dalam menjujung tinggi Hak Asasi Manusia guna kemajuan bangsa Indonesia khususnya Banten,” kata Shinto Silitonga.

Shinto Silitonga mengatakan bahwa Lomba Orasi Unjuk Rasa ini merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan tertib sesuai dengan Undang Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umun.

“Melalui Lomba Orasi Unjuk Rasa ini Polda Banten memberikan edukasi kepada masyarakat dalam meyamapaikan pendapat dimuka umum dengan tertib sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998,” ucap Shinto Silitonga.

Dalam kesempatan ini, Polda Banten memberikan penghargaan berupa piala, piagam dan uang pembinaan kepada pemenang lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri Tahun 2021 yang telah dilaksanakan pada Jumat (03/12/2021) lalu yang diikuti oleh 6 tim dan tiap tim terdiri dari 15 orang.

“Dari 24 tim yang mendaftar Lomba Orasi Unjuk Rasa di Polda Banten hanya terpilih 6 tim yang melaksanakan peragaan Orasi Unjuk Rasa pada Jumat (03/12) lalu di Lapangan Hijau Polda Banten dan hasil penilaian dewan juri memperoleh 5 tim yang menjadi pemenang,” kata Shinto Silitonga.

Dari penilaian Dewan Juri diperoleh hasil 5 tim terbaik yang menjadi pemenang pada Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri Tahun 2021 diantaranya juara 1 Tim Imperium, juara 2 Tim Altar Kabupaten Tangerang, juara 3 Tim PMII Kota Cilegon, juara harapan 1 Tim GTAR Kabupaten Serang, juara harapan 2 Tim Pendopo Seribu Bulan.

“Saya ucapkan selamat kepada para pemenang Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri Tahun 2021 tingkat Polda Banten, semoga dapat menjadi motivasi kepada rekan-rekan dan menjadi contoh bagi yang lainnya agar Orasi Unjuk Rasa dapat disampaikan sesuai dengan aturan yang berlaku, tetap berkeratifitas diluar sana dan berikan hal positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya.

Anton Hermawan
Cakratara

TNI-Polri

Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja Bantu Foging Antisipasi Demam Berdarah

Published

on

Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja ikut membantu pelaksanaan foging atau pengasapan di lokasi warga terjangkit demam berdarah

PURBALINGGA, CAKRATARA – Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja ikut membantu pelaksanaan foging atau pengasapan di lokasi warga terjangkit demam berdarah yang dilaksanakan di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada Kamis (27/1/2022).

Foging dilakukan menggunakan enam alat dari dinas kesehatan yang dalam pelaksanaan foging dilakukan di seluruh pemukiman warga wilayah dusun V Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga guna mengantisipasi penyakit demam berdarah.

Kapolsek Bukateja AKP Wartono mengatakan hari ini dilakukan foging oleh pihak dinas kesehatan dan puskesmas yang dibantu oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja guna mencegah dan mengantisipasi penyakit demam berdarah.

“Foging dilakukan dalam rangka memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah, dimana di Desa Kutawis terdapat sepuluh kasus warga terjangkit demam berdarah,” katanya.

Dijelaskan Kapolsek Bukateja, bahwa dari data kasus demam berdarah yang terjadi beberapa waktu di Desa Kutawis, satu warga meninggal dunia. Oleh sebab itu, dilakukan foging untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk oenyebab demam berdarah.

“Dengan foging yang dilakukan harapannya tidak ada lagi warga di Desa Kutawis yang terjangkit demam berdarah,” katanya.

Kapolsek Bukateja berpesan kepada masyarakat untuk mendukung pemberantasan demam berdarah. “Hal yang dilakukan bisa melalui 3M yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat air menggenang,” tutupnya.

Budi Santoso
Cakratara

Continue Reading

TNI-Polri

Lulusan Sarjana, Yuk Daftar Polisi di Polda Banten, Ini Persyaratannya

Published

on

Kabar gembira bagi putra dan putri lulusan sarjana di Banten bahwa telah dibuka pendaftaran menjadi anggota Polri

SERANG, CAKRATARA – Kabar gembira bagi putra dan putri lulusan sarjana di Banten bahwa telah dibuka pendaftaran menjadi anggota Polri melalui seleksi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun 2022 yang dibuka pada Rabu (26/01) hingga Minggu (30/01).

Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu menyampaikan bahwa dalam penerimaan SIPSS Tahun 2022 terdapat persyaratan umum dan persyaratan khusus. “Polri kembali memberikan kesempatan kepada lulusan sarjana yang ingin mendaftarkan diri sebagai anggota Polri melalui seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2022,” ujar Dwita Kumu saat dikonfirmasi pada Kamis (27/01) pagi.

Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu menjelaskan persayaratan umum untuk mengikuti seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2022 diantaranya berumur paling rendah 18 tahun, maksimal 40 tahun untuk Dokter Spesialis, maksimal 33 tahun untuk S2, S2 Profesi dan Pilot, maksimal 29 tahun untuk S1 Profesi, maksimal 26 tahun untuk S1 dan D IV, sehat jasmani dan bebas narkoba, tidak sedang terlibat kasus pidana atau pernah dipidana yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisan (SKCK) dari Polres setempat.

Dwita Kumu mengatakan bahwa seleksi penerimaan SIPSS adalah sekolah pendidikan kepolisian untuk lulusan D4, Sarjana (S1), Sarjana Profesi (S1-Profesi) dan S2. Adapun persyaratan khusus berijazah Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dan Patologi Anatomi, berijazah S2 Psikologi Profesi dan Ilmu Tafsir.

“Untuk yang berijazah S1 diantaranya S1 Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi, S1 Farmasi profesi apoteker, S1 Ilmu Gizi, S1 Biologi, S1 Teknik Informatika Programing, Jaringan, dan Database, S1 Ilmu Komunikasi Jurnalistik dan Public Relation, S1 Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Teknik Elektro Arus Lemah, S1 Teknik Metalurgi, S1 Teknik Industri, S1 Kimia, S1 Hubungan Internasional, S1 Sastra Jepang dan China, S1 Pendidikan Olahraga, S1 Teknologi Pendidikan, S1 Ilmu Sejarah, S1 Ekonomi Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Semua Prodi khusus Pilot dengan sertefikat CPL IR Flying School,” jelas Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu.

Dwita Kumu menambahkan bahwa untuk yang berijazah D IV adalah Ahli Nautika dan Ahli Teknika Tingkat 3 dengan wajib memiliki ijazah dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dan D IV Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Pelabuhan.

“Khusus untuk Program Studi Kedokteran, Dokter Umum dan Dokter Gigi wajib mempunyai Surat Tanda Selesai Internsip (STSI) atau Surat Tanda Registrasi (STR) defenitif,” kata Dwita Kumu.

Untuk lulusan yang berasal dari Perguran Tinggi atau Swasta dengan program studi yang terakreditasi A dan B serta terdaftar di BAN-PT dengan IPK Minimal 2,75 wajib melampirkan tanda lulus atau ijazah yang dilegalisir oleh pembantu dekan bidang akademik.

“Dalam seleksi penerimaan SIPSS persyaratan khusus lainnya yaitu tinggi badan minimal pria 158cm dan wanita 155cm dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku,” ucap Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitongan mensosialsikan tata cara pendaftaran online yaitu dengan membuka website penerimaan.polri.go.id, pendaftar memilih jenis seleksi SIPSS pada halaman utama website, mengisi formulir registrasi yang berkaitan dengan identitas pendaftar, memasukkan NIK yang terdaftar di Disdukcapil, identitas orang tua dan keterangan lainnya, pendaftar wajib memberikan data yang benar dan akurat pada formulir registrasi.

“Setelah pendaftar berhasil mengisi formulir, selanjutnya pendaftar akan mendapatkan nomor registrasi online beserta username dan password yang digunakan untuk melakukan login menuju dashboard pendaftar, kemudian pendaftar akan mendapatkan hasil cetak formulir registrasi digunakan untuk verifikasi di Polda setempat sebagai Panitia Daerah, dan batas waktu verifikasi paling lama 4 hari terhitung sejak pendaftaran online,” kata Shinto Silitonga.

Diakhir, Shinto Silitonga mengajak kepada lulusan saraja di Banten agar mendaftarkan diri sebagai anggota Polri melalui seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2022 di Polda Banten. “Inilah waktunya bagi para putra dan putri lulusan sarjana untuk mendaftarkan diri sebagai anggota Polri dalam memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tandasnya.

Perlu diketahui info lebih lengkap bisa di akses melalui link https://penerimaan.polri.go.id/newapi/asset/image.php/pdf/PENGUMUMAN_PENERIMAAN_SIPSS_TA_2022.pdf atau bisa datang langsung ke Biro SDM Polda Banten.

Anton
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending