Connect with us

TNI-Polri

Gegana Brimob Banten Gelar Latihan dan Perawatan Peralatan

Published

on

Personel Den Gegana Satbrimob Polda Banten gelar latihan dan pemeliharaan peralatan deteksi Kimia, Biologi dan Radioaktif

SERANG, CAKRATARA – Personel Den Gegana Satbrimob Polda Banten gelar latihan dan pemeliharaan peralatan deteksi Kimia, Biologi dan Radioaktif di gedung Subden 3 KBR Brimob Banten pada Selasa (07/12/21).

Hal tersebut tugas Brimob Polri ke depan yang semakin kompleks memotivasi para pasukan elite Polri untuk meningkatkan keterampilan diri. Bukan hanya di bidang persenjataan, tapi juga guna memupuk rasa percaya diri dalam menjalankan tugas.

Komandan Satuan Brimob Polda Banten Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho mengatakan bahwa latihan memang sangat dibutuhkan untuk memelihara kemampuan personel serta kesiapan Pasukan Brimob dalam menghadapi berbagai macam tuntutan tugas.

“Tiada hari tanpa latihan menjadi semboyan Polri termasuk Brimob yang merupakan pasukan elite Polri. Latihan merupakan sebuah kebutuhan dan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan diri bagi personel Brimob Polda Banten, maka dari itu kegiatan latihan kemampuan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkembang untuk menjadikan personel Brimob yang mahir dan handal dimedan tugas,” kata Dwi Yanto Nugroho.

Lanjutnya, ikatan satuan yang konsisten akan mendukung pelaksanaan tugas yang optimal dan efisien sehingga keberhasilan dapat diraih didalam setiap tugas yang diberikan kepada Brimob, maka dari itu kegiatan latihan ini selain merupakan pemeliharaan kemampuan juga untuk meningkatkan kualitas personel berupa keahlian dan respon sehingga personel Brimob Banten menjadi personel yang professional, mahir dan terampil.

Dwi Yanto Nugroho juga berpesan agar personel bersungguh-sungguh dalam latihan.

“Peralatan-peralatan yang kita miliki merupakan peralatan canggih dan modern yang harus dikuasai oleh personel. Manfaatkan peralatan tersebut dalam latihan,” ucap Dwi Yanto Nugroho.

Sementara itu, Danden Gegana Brimob Banten AKBP Ndaru Istimawan menambahkan jika latihan ini merupakan bagian dari upaya Unit KBR untuk melaksanakan perawatan.

“Perawatan yang dimaksud adalah perawatan kemampuan dan keterampilan personel dalam hal penguasaan alat sekaligus perawatan peralatan itu sendiri sesuai arahan Dansat Brimob Banten” ujarnya.

“Pastikan seluruh alut dan alsus yang dimiliki selalu dalam kondisi siap pakai. Ini berguna untuk menjaga kecepatan dan ketanggapan kita dalam menghadapi setiap situasi,” tutup Danden Gegana Brimob Banten.

Latihan ini dipimpin oleh Plh Dansubden 3 KBR IPDA Aris Widodo S dan diikuti oleh personel Subden 3 Brimob Banten lainnya.

Anton Hermawan
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

TNI-Polri

Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja Bantu Foging Antisipasi Demam Berdarah

Published

on

Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja ikut membantu pelaksanaan foging atau pengasapan di lokasi warga terjangkit demam berdarah

PURBALINGGA, CAKRATARA – Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja ikut membantu pelaksanaan foging atau pengasapan di lokasi warga terjangkit demam berdarah yang dilaksanakan di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada Kamis (27/1/2022).

Foging dilakukan menggunakan enam alat dari dinas kesehatan yang dalam pelaksanaan foging dilakukan di seluruh pemukiman warga wilayah dusun V Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga guna mengantisipasi penyakit demam berdarah.

Kapolsek Bukateja AKP Wartono mengatakan hari ini dilakukan foging oleh pihak dinas kesehatan dan puskesmas yang dibantu oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bukateja guna mencegah dan mengantisipasi penyakit demam berdarah.

“Foging dilakukan dalam rangka memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah, dimana di Desa Kutawis terdapat sepuluh kasus warga terjangkit demam berdarah,” katanya.

Dijelaskan Kapolsek Bukateja, bahwa dari data kasus demam berdarah yang terjadi beberapa waktu di Desa Kutawis, satu warga meninggal dunia. Oleh sebab itu, dilakukan foging untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk oenyebab demam berdarah.

“Dengan foging yang dilakukan harapannya tidak ada lagi warga di Desa Kutawis yang terjangkit demam berdarah,” katanya.

Kapolsek Bukateja berpesan kepada masyarakat untuk mendukung pemberantasan demam berdarah. “Hal yang dilakukan bisa melalui 3M yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat air menggenang,” tutupnya.

Budi Santoso
Cakratara

Continue Reading

TNI-Polri

Lulusan Sarjana, Yuk Daftar Polisi di Polda Banten, Ini Persyaratannya

Published

on

Kabar gembira bagi putra dan putri lulusan sarjana di Banten bahwa telah dibuka pendaftaran menjadi anggota Polri

SERANG, CAKRATARA – Kabar gembira bagi putra dan putri lulusan sarjana di Banten bahwa telah dibuka pendaftaran menjadi anggota Polri melalui seleksi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun 2022 yang dibuka pada Rabu (26/01) hingga Minggu (30/01).

Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu menyampaikan bahwa dalam penerimaan SIPSS Tahun 2022 terdapat persyaratan umum dan persyaratan khusus. “Polri kembali memberikan kesempatan kepada lulusan sarjana yang ingin mendaftarkan diri sebagai anggota Polri melalui seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2022,” ujar Dwita Kumu saat dikonfirmasi pada Kamis (27/01) pagi.

Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu menjelaskan persayaratan umum untuk mengikuti seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2022 diantaranya berumur paling rendah 18 tahun, maksimal 40 tahun untuk Dokter Spesialis, maksimal 33 tahun untuk S2, S2 Profesi dan Pilot, maksimal 29 tahun untuk S1 Profesi, maksimal 26 tahun untuk S1 dan D IV, sehat jasmani dan bebas narkoba, tidak sedang terlibat kasus pidana atau pernah dipidana yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisan (SKCK) dari Polres setempat.

Dwita Kumu mengatakan bahwa seleksi penerimaan SIPSS adalah sekolah pendidikan kepolisian untuk lulusan D4, Sarjana (S1), Sarjana Profesi (S1-Profesi) dan S2. Adapun persyaratan khusus berijazah Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dan Patologi Anatomi, berijazah S2 Psikologi Profesi dan Ilmu Tafsir.

“Untuk yang berijazah S1 diantaranya S1 Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi, S1 Farmasi profesi apoteker, S1 Ilmu Gizi, S1 Biologi, S1 Teknik Informatika Programing, Jaringan, dan Database, S1 Ilmu Komunikasi Jurnalistik dan Public Relation, S1 Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Teknik Elektro Arus Lemah, S1 Teknik Metalurgi, S1 Teknik Industri, S1 Kimia, S1 Hubungan Internasional, S1 Sastra Jepang dan China, S1 Pendidikan Olahraga, S1 Teknologi Pendidikan, S1 Ilmu Sejarah, S1 Ekonomi Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Semua Prodi khusus Pilot dengan sertefikat CPL IR Flying School,” jelas Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu.

Dwita Kumu menambahkan bahwa untuk yang berijazah D IV adalah Ahli Nautika dan Ahli Teknika Tingkat 3 dengan wajib memiliki ijazah dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dan D IV Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Pelabuhan.

“Khusus untuk Program Studi Kedokteran, Dokter Umum dan Dokter Gigi wajib mempunyai Surat Tanda Selesai Internsip (STSI) atau Surat Tanda Registrasi (STR) defenitif,” kata Dwita Kumu.

Untuk lulusan yang berasal dari Perguran Tinggi atau Swasta dengan program studi yang terakreditasi A dan B serta terdaftar di BAN-PT dengan IPK Minimal 2,75 wajib melampirkan tanda lulus atau ijazah yang dilegalisir oleh pembantu dekan bidang akademik.

“Dalam seleksi penerimaan SIPSS persyaratan khusus lainnya yaitu tinggi badan minimal pria 158cm dan wanita 155cm dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku,” ucap Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Dwita Kumu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitongan mensosialsikan tata cara pendaftaran online yaitu dengan membuka website penerimaan.polri.go.id, pendaftar memilih jenis seleksi SIPSS pada halaman utama website, mengisi formulir registrasi yang berkaitan dengan identitas pendaftar, memasukkan NIK yang terdaftar di Disdukcapil, identitas orang tua dan keterangan lainnya, pendaftar wajib memberikan data yang benar dan akurat pada formulir registrasi.

“Setelah pendaftar berhasil mengisi formulir, selanjutnya pendaftar akan mendapatkan nomor registrasi online beserta username dan password yang digunakan untuk melakukan login menuju dashboard pendaftar, kemudian pendaftar akan mendapatkan hasil cetak formulir registrasi digunakan untuk verifikasi di Polda setempat sebagai Panitia Daerah, dan batas waktu verifikasi paling lama 4 hari terhitung sejak pendaftaran online,” kata Shinto Silitonga.

Diakhir, Shinto Silitonga mengajak kepada lulusan saraja di Banten agar mendaftarkan diri sebagai anggota Polri melalui seleksi penerimaan SIPSS Tahun 2022 di Polda Banten. “Inilah waktunya bagi para putra dan putri lulusan sarjana untuk mendaftarkan diri sebagai anggota Polri dalam memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tandasnya.

Perlu diketahui info lebih lengkap bisa di akses melalui link https://penerimaan.polri.go.id/newapi/asset/image.php/pdf/PENGUMUMAN_PENERIMAAN_SIPSS_TA_2022.pdf atau bisa datang langsung ke Biro SDM Polda Banten.

Anton
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending