Connect with us

Nusantara

Pembangunan Jalan Desa Surianeun Tampak Janggal

Published

on

Pembangunan pengerasan Jalan di Desa Surianeun Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang bersumber dari Dana Desa

PANDEGLANG, CAKRATARA – Pembangunan pengerasan Jalan di Desa Surianeun Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap III sebesar Rp 129. 265. 400,- Tahun Anggaran 2021 tampak janggal karena hanya dengan satu papan informasi kegiatan di dua titik lokasi pekerjaan.

Oknum yang mengaku Tim Pengelola pembangunan pengerasan jalan di Desa Surianeun dengan inisial “SN” saat dikonfirmasi mengungkapkan dalam sebuah video “Volume perkerasan jalan 466×3 meter, namun di dusun 1 hanya 375 meter, dan untuk sisanya dialihkan dengan lebar 2,5 tapi sesuai dengan volume yang tercantum di papan informasi proyek,” ungkap SN dalam video konfirmasi yang beredar pada Rabu, (24/11/2021) sekitar pukul 14:00 WIB.

Dalam sebuah video klarifikasinya tersebut oknum SN juga mencatut nama mantan orang nomor satu di desa Surianeun, sebuah pengakuan pernah menjadi orang lapangan di masa-masa jabatannya.

“Sama sih waktu itu saya yang di lapangan,” Aku SN dalam klarifikasi soal proyek perkerasan jalan yang bersumber dari anggaran dana desa tahap III 2021,” ujarnya.

Ketika ditanya soal berita acara pengalihan titik lokasi pembangunan dari dusun I ke jalan kampung Kalutuk yang seharusnya untuk lebar 3 meter, namun dalam pelaksanaannya hanya 2, 5 meter SN berdalih, untuk lebar 2,5 tapi volume tetap menyesuaikan dengan spesifikasi.

“Lebar 2,5 meter untuk pengalihan itu tetap sesuai dengan yang tercantum pada volume di papan informasi,” dalih SN saat menjawab pertanyaan dalam video klarifikasinya.

SN juga menyampaikan dalam hak jawabnya bahwa, pengalihan dari titik lokasi dusun I ke titik jalan Kampung Kulutuk sedang proses pembuatan berita acara namun belum selesai dibuat.

“Berita acara pengalihan sedang dibuat, dan volume lebar dari 3 meter ke 2 meter tetap menyesuaikan dengan volume pada papan informasi proyek,” terang SN.

Sementara itu, dari hasil pantauan di lapangan nampak seperti pembangunan yang menggunakan anggaran dari milik kakek nenek. Sebab untuk lebar perkerasan jalan berbeda antara lebar di titik lokasi Dusun I terpampang pada papan informasi proyek lebar 3 meter, dan titik lokasi pengalihan di jalan Kampung Kalutuk 2,5  meter. Hal ini ada beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan pembangunan yang dinilai semaunya sendiri tanpa melihat metode pekerjaan yang semestinya.

Saripin
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Menjelang Milad GAM, Bupati Aceh Timur Himbau Perdamaian

Published

on

Menjelang Milad GAM ke-45 tahun pada 4 Desember 2021 mendatang, Bupati menghimbau masyarakat Aceh Timur tidak anarkis

ACEH, TIMUR, CAKRATARA – Menjelang Milad GAM ke-45 tahun pada 4 Desember 2021 mendatang, Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH menghimbau masyarakat Aceh Timur tidak anarkis dan tetap menjaga perdamaian.

“Tolong pada empat Desember khusus kombatan dan umumnya masyarakat Aceh Timur jangan ada yang anarkis dan tetap menjaga perdamaian yang telah kita capai ini dengan baik,” harap Bupati Aceh Timur yang akrab disapa Rocky ini, dalam siaran pers yang dikeluarkan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Timur, Senin (29/11/2021).

Menurut Rocky, untuk kegiatan seperti bakti sosial dan doa bersama tidak jadi persoalan, apalagi bersifat untuk kebaikan dan kemaslahatan ummat. Asal jangan melakukan tindakan anarkis yang dapat melanggar dengan hukum.

“Kalau melakukan kegiatan bakti sosial maupun doa bersama itu silahkan saja, karena tidak tidak bertentangan dengan hukum apalagi tujuannya juga baik, yang penting dalam merayakan Milad 4 Desember tidak anarkis. Berbuat baik kepada masyarakat lebih bagus dari pada melakukan tindakan yang melanggar dengan hukum,” kata Rocky.

Terkait persoalan menaikkan bendera, menurut Bupati Aceh Timur ini alangkah baiknya menunggu intruksi pimpinan, kalau pimpinan katakan boleh baru bisa dinaikkan, namun jika kata pimpinan tidak boleh, maka tidak boleh dilakukan.

“Kalau terkait penaikan bendera Bintang Bulan kita tunggu intruksi dari pimpinan, jika intruksi dari pimpinan boleh baru bisa, kalau tidak maka tidak boleh,” tandas Bupati Aceh Timur Rocky.

Sebagai kepala daerah di Aceh Timur, Rocky sangat berharap agar kondisi di Aceh Timur tetap kondusif, dan masyarakat diminta tetap menjaga perdamaian Aceh yang telah berjalan selama 16 tahun sejak ditandatanganinya MoU Helsinki, pada 15 Agustus 2005 lalu.

“Menjelang Milad GAM yang ke 45 tahun, saya turut mengucapkan selamat, semoga Aceh tetap dalam kedamaian demi menuju masa depan Aceh yang lebih baik,” ucap Rocky mengakhiri keterangannya.

Rahmat
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Desa Mekarmanik Melaksanakan Perbaikan Jalan Tanjakan Kadusati

Published

on

Lokasi jalan ini memang titik lokasi yang benar-benar parah dan perlu perbaikan selain jalan utama menuju Desa Mekarmanik

LEBAK, CAKRATARA – Pemerintah Desa Mekarmanik, H Aliyudin melakukan sosialisasi dengan masyarakat setempat, untuk pengurugan dan sekaligus perbaikan jalan tanjakan kadusati pada hari Senin (29/11/2021).

Lokasi jalan ini memang titik lokasi yang benar-benar parah dan perlu perbaikan selain jalan utama menuju Desa Mekarmanik, lokasi ini juga merupakan perbatasan Desa Bojongmanik yang selama ini benar-benar butuh perbaikan dan sekaligus pembangunan.

Aliyudin mengharapkan kepada pemerintahan Lebak, agar bisa membantu dan mendukung pembangunan-pembangunan akses jalan poros Desa, yang selama ini perlu di perbaiki dan di bangun.

Saya sebagai kepala Desa Mekarmanik, berharap semoga kedepannya akses jalan menuju ke Mekarmanik bisa lebih bagus lagi karena dengan bagusnya akses jalan,sangat mempengaruhi kepada tumbuhnya perekonomian masyarakat.jadi kalau akses jalan bagus,masyarakat yang penghasilannya dari bertani,masyarakat kami pun bisa menjual hasil panen dengan harga bagus dan mudah untuk di pasarkan, tuturnya.

Entus yang merupakan salah satu warga Bojongmanik juga menuturkan kepada Awak Media,”Betul pak,jalan ini memang sudah lama rusak dan berlobang, dari mulai perbatasan Desa Bojongmanik sampai kampung baru.akses jalan ini bener-bener sulit untuk di lalui kendaraan karena selain jalanan hancur,juga badan jalan berlubang, ucap Entus.

Sekarang termasuk aga mendingan pak.dulu sangat parah,namun dulu sempat di urug dan di perbaiki oleh pemerintah Desa Mekarmanik (H Aliyudin)sehingga Alhamdulillah akses jalan menjadi sedikit mudah dan lancar untuk para pengguna jalan.

Sekarang Alhamdulillah, H. Aliyudin juga melakukan pengurugan lagi bersama masyarakat setempat untuk di perbaikinya.saya selaku masyarakat,mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Desa Mekarmanik yang begitu peduli,sekalipun beliau harus kehujanan, beliau tetap semangat dan selalu menyatu dengan masyarakat, tutupnya.

Suteja
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications