Connect with us

Nusantara

Ronny Sarankan APDESI dan Aparat Desa Demo Bupati Aceh Timur

Published

on

Ronny Hariyanto, menyarankan agar pihak APDESI dan aparat desa Se Aceh Timur, segera menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati

ACEH TIMUR, CAKRATARA – Kordinator Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, menyarankan agar pihak APDESI dan aparat desa Se Aceh Timur, segera menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Aceh Timur, untuk menuntut kejelasan hak – hak berupa gaji ratusan aparat desa di Aceh Timur yang dikabarkan dipotong.

” Menurut kami, sebaiknya APDESI dan aparat desa di 513 desa di Aceh Timur segera gelar aksi sampai tuntutan mereka dipenuhi, karena hanya itu salah satu cara ampuh untuk bicara dan didengar oleh kekuasaan di Aceh Timur saat ini, dan kami juga siap turut serta mendampingi sampai tuntas,” kata Ronny dalam pernyataan Persnya, Minggu 7 November 2021.

Menurut Ronny, tuntutan APDESI beserta sejumlah aparat desa merupakan hal yang wajar dan merupakan haknya.

” Apapun bentuk protes yang mereka gelar itu wajar, mereka menuntut haknya, mereka juga manusia, keluarga mereka juga butuh makan, mereka sudah kerja, jadi gajinya mesti dibayar sesuai apapun alasannya, dan setahu kami mayoritas Kepala Desa berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, apalagi seandainya penghasilannya hanya berharap dari gaji yang dipotong itu, ironis,” ketus putera Idi Rayeuk berdarah Aceh – Minang itu.

Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu menyayangkan seharusnya pemerintah Aceh Timur mempertimbangkan dengan cermat persoalan tersebut beserta implikasinya, agar tidak memberi dampak negatif pada masyarakat .

” Baik buruknya aparat desa, faktanya mereka garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa, apalagi dinamika di masa darurat Covid-19 ini sangat pelik problem yang mereka hadapi, jadi tidak sepantasnya gaji mereka dipotong, mereka mau makan apa kalau berbulan – bulan tidak digaji,” ungkap pengkritik yang dikenal sangat pedas soal isu – isu sosial seperti kemiskinan, pengangguran, demokrasi dan hak asasi manusia itu.

Ronny, mengumpamakan kondisi tersebut ibarat tenaga kerja atau buruh yang tidak digaji atau upahnya dipotong oleh pihak perusahaan, sehingga menyebabkan para pekerja kehilangan penghasilan yang menjadi alat pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari – hari.

” Ini kan hampir mirip kasus buruh yang enggak digaji atau gajinya dipotong, lalu mereka mau kasih makan apa keluarganya, kenapa bukan gaji Bupati, gaji pejabat Dinas, atau gaji dewan saja yang dipotong, lagian buat Bimtek Dewan aja ada dananya miliaran,” ketus Ronny lagi.

Dia menggambarkan kasus ini sebagai pertanda buruknya birokrasi serta manajemen pemerintahan di Aceh Timur selama ini yang terkesan menindas yang lemah.

” Lihat itu, buktinya tetap yang terlemah yang ditindas, dan dikorbankan, karena dianggap selama ini mereka tidak akan berani berkutik dan melawan kebijakan yang makin ke ujung makin busuk dan otoriter itu,” pungkas alumni Universitas Ekasakti tersebut.

Namun begitu, pihaknya tetap tidak akan berkompromi dengan oknum aparat desa yang diduga berprilaku koruptif, dan dia berharap pihak aparat desa tidak memboikot kegiatan pemerintahan yang berdampak merugikan masyarakat luas.

” Kami tetap tidak kompromi dengan yang menyimpang, tetap kita minta diproses hukum, tapi itu kan oknum, dan kami berharap tidak ada aksi tutup kantor geuchik atau aksi lainnya yang membuat masyarakat bingung dan tak dapat memenuhi kebutuhannya di kantor pemerintahan desa, karena masyarakat tidak salah, masyarakat juga cukup menderita selama ini, jadi jangan dilampiaskan ke masyarakat, karena itu tidak bijak,” tutup Ronny.

Rahmat
Caratara

Nusantara

Koordinator Cakratara Banten Adakan Kopdar Perkuat Kepengurusan

Published

on

Koordinator Cakratara Banten Anton Hermawan mengadakan acara pertemuan (Kopdar) guna mempererat tali silaturahmi sekaligus membahas sinergitas

LEBAK, CAKRATARA – Koordinator Cakratara Banten Anton Hermawan mengadakan acara pertemuan Kopi Darat (Kopdar) guna mempererat tali silaturahmi sekaligus membahas sinergitas kepengurusan Biro dan anggota Cakratara yang ada di wilayah Provinsi Banten.

Kopdar tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Cakratara Kabupaten Lebak Herdi Sudrajat, Kepala Biro Kabupaten Serang Azis Fuad, Redaktur Pelaksana (Redpel) Joko Purwono dan Sekretaris Redaksi (Sekred) Endy Pamungkas bertempat di kediaman Koordinator Banten Anton Hermawan di Kampung Keong Rangkasbitung, Banten pada Senin (6/12/21).

Anton Hermawan mengatakan, bahwa Kopdar ini merupakan bentuk menjalinnya tali silaturahmi sekaligus mempererat persaudaraan agar ke depannya kepengurusan Biro dan para anggota tetap dalam satu wadah yang selalu dalam kekompakan dan bisa saling memajukan satu sama lain, sehingga duduk sama rata, berdiri tanpa raja.

“Alhamdulillah di kesempatan ini saya mengundang semua saudara dan juga para Kabiro untukhadir di acara Kopdar ini, bahkan dari pihak Redaksi pun bisa hadir,” ucap Anton.

“Saya juga bersyukur walau acara ini sederhana namun membuat kita semua senang. Bahkan menjadi suatu kehormatan besar bagi kami semua atas hadirnya Redaktur Pelaksana dan Sekretaris Redaksi,” imbuhnya.

Anton juga mengucapkan rasa syukur atas arahan dan bimbingan dari pihak Redaksi Cakratara yang mana dapat mensinergikan para Anggota Cakratara di Banten.

“Kami semua bersyukur pihak Redaksi selalu bisa hadir dalam undangan untuk memberikan arahan agar seluruh Wartawan Cakratara tetap selalu bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain, sehingga kita menjadi wartawan yang baik dan profesional,” tutur Anton.

“Saya berharap dengan adanya Kopdar ini semoga ke depannya kita semua bisa semakin kompak lagi. Kebersatuan, kebersamaan, dan saling menjaga nama baik marwah Media Cakratara. Karena hal ini merupakan bentuk wujud majunya kita semua agar Cakratara menjadi media besar dan terpercaya,” tutupnya.

Cs Suteja
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

BIN Bersama Puskesmas Peureulak Sukseskan Vaksinasi

Published

on

Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Puskesmas Kecamatan Peureulak Kota menggelar vaksinasi di tiga titik lokasi yang berada

ACEH TIMUR, CAKRATARA – Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Puskesmas Kecamatan Peureulak Kota menggelar vaksinasi di tiga titik lokasi yang berada di wilayah Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, pada Senin (6/12/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Badan Intelijen Negara (BIN) juga ikut berpartisipasi untuk mensukseskan vaksinasi sehingga dapat diharapkan akan terus menambah angka yang signifikan.

Kegiatan vaksinasi BIN bersama Puskesmas Peureulak dilaksanakan guna mempercepat tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity sebagai penanganan pandemi Covid-19, sehingga di akhir bulan Desember 2021 tercapai target vaksinasi 70%, Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 14 tahun 2021.

Adapun dalam kegiatan Vaksinasi tersebut diikuti oleh ratusan masyarakat umum. Selain menarik perhatian masyarakat Aceh Timur, kegiatan tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan antusiasme Masyarakat Peureulak untuk melaksanakan Vaksinasi.

Kepala BIN Daerah (Kabinda) Aceh Brigjen TNI Muhammad Abduh Ras, SE, MTr (Han) melalui M. Fathur, S. Sos (Kaposda BIN Aceh Timur) dan didampingi Teuku Furqan Abdullah, SH (Posda BIN Aceh Timur) mengatakan.

“Pelaksanaan Vaksinasi tersebut merupakan bentuk ikhtiar kita dalam menghadapi Pandemi Covid-19, serta mendukung tujuan Presiden Jokowi untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat Indonesia,” Kata Fatur.

Selain itu Camat Peureulak Kota, Nasri, SE, MSN, juga mengatakan pihaknya akan terus melakukan vaksinasi sampai Masyarakat Peureulak menerima vaksin sepenuhnya.

“Kita telah melakukan dan turun ke Desa Desa yang ada di Kecamatan Peureulak, untuk mempermudah masyarakat dalam menerima vaksin. Alhamdulillah untuk saat ini kita telah turun sekitar lebih kurang 26 Desa sampai hari ini,” Kata Camat Peureulak pada awak media saat berada di lokasi Seuneubok Peusangan pada Hari Senin (06/12/2021).

Ia menambahkan, bahwa untuk Hari ini ada 6 titik lokasi yang menyelenggarakan vaksinasi massal yaitu di Puskesmas Peureulak dan Puskesmas Seuneubok Pempeng, selanjutnya di Desa / Gampong Seuneubok Peusangan, Gampong legee, Gampong Tualang, dan Gampong Punti, yang berada di wilayah kecamatan Peureulak Kota.

“Untuk persen nya mungkin kita masih terlihat rendah yaitu sekitar 24 persen, Namun untuk jumlah penduduk kita terbanyak di kabupaten Aceh Timur, dan sasaran vaksin mencapai 36 ribu. Dan dari November kemaren sampai hari ini, kita sudah hampir mencapai 12 ribu orang yang telah menerima vaksin,” Jelas Camat Peureulak.

Nasri, SE, MSN, juga sangat bersyukur terhadap masyarakat yang saat ini mulai terlihat antusias dalam melakukan vaksinasi dan pada hari ini peningkatan tersebut juga sudah mulai terlihat.

”Kita mengimbau agar masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan vaksinasi, karena sejatinya vaksin ama dan halal, jadi tidak usah takut, karena itu juga intruksi dalam perpres nomor 14 tahun 2021 dan perbut,” Harap Nasri.

Hal senada juga disampaikan oleh Pj Kepada Desa Seuneubok Peusangan, Muhammad Ikhsan, yang mengimbau bagi masyarakat nya yang belum melakukan vaksin agar segera melakukan vaksinasi.

Kegiatan vaksinasi BIN bersama Puskesmas Peureulak tersebut juga dihadiri oleh pihak Polsek Peureulak, Koramil Peureulak, dan lainnya.

Rahmat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications