Connect with us

Nusantara

KPM BPNT Desa Umbulan Mengaku Hanya Terima 3 Komoditi

Published

on

KPM) Program Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Umbulan Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang

PANDEGLANG, CAKRATARA – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Umbulan Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang mengaku tidak berjalan optimal, dan ini patut diduga telah melanggar prinsip 6 T, dalam Pedoman Umum (Pedum) program serta aturan dan perundang -undangan yang mengikat seperti Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia (Permensos RI).

Pasalnya hasil pantauan awak media, Minggu (7/11/2021), Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Umbulan Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang hanya mendapatkan 3 (tiga) jenis komoditi yakni, Beras medium sebanyak 16 Kg seharga Rp 168.000,- Telor 1 Kg seharga Rp 24.000 dan Kacang Ijo 1/4 gram seharga Rp. 8000,- Total Keseluruhan Rp.200.000,- .

“Benar pak untuk penyaluran bulan Oktober tahun ini, kami hanya terima beras, telor dan kacang ijo, seperti yang bapak liat sekarang ini dan itu barangnya,” kata seorang KPM yang enggan disebut namanya di media, dengan alasan khawatir tidak menerima bantuan sembako kembali.

Ironis sekali, ketika pemerintah menyalurkan bantuan untuk menanggulangi beban kemiskinan sekaligus pemenuhan gizi seimbang kepada masyarakat miskin atau KPM, namun faktanya yang terjadi program BSP atau BPNT terkesan dan diduga hanya dijadikan ajang cari untung oknum tertentu, tak terkecuali oknum agen / e Warong.

Ketika dikonfirmasi Agen E Warong Desa Umbulan, Agus mengaku komoditi sembako yang disalurkannya kepada KPM berasal dari pihak penyedia CV. Ciwasiat.

“Semua komoditi ini dari suplier CV Ciwasiat, silahkan bapak konfirmasi kepada CV itu namanya Pak Veri,” ujar Agus melalui pesan Whats Appnya kepada awak media, Minggu (7/11/2021).

Ditanya melalui pesan Whats App, kenapa tidak dilakukan penolakan oleh Agen jika komoditi yang dikirim pihak suplier tidak sesuai keinginan atau pesanan, dan apakah 3 jenis komoditi tersebut berdasarkan pesanan dan keinginan KPM ? Agus pun diam seribu bahasa.

Ditempat terpisah Aktivis Peleton Pemuda, Aris Doris menyesalkan penyaluran program sosial pangan atau BPNT di Kabupaten Pandeglang kerap mengabaikan prinsip dasar program yakni prinsip 6T, tepat waktu, Tepat harga, tepat kualitas, tepat kuantitas, tepat administrasi dan tepat sasaran.

“Program ini kan untuk masyarakat miskin jika terus berjalan seperti ini namanya memiskinkan masyarakat,” ujar Doris

Dikatakan Doris, yang terjadi di Desa Umbulan Kecamatan Cikeusik, menurutnya, sungguh diluar batas aturan. Karena dengan 3 jenis komoditi yang diterima KPM, tentu tidak memenuhi syarat yang diharapkan pemerintah dalam peningkatan gizi.

“Bisa-bisa kalau terus begitu masyarakat KPM bukan sehat tapi sebaliknya malahan kurus kering,” pungkas Doris sembari tersenyum.

Doris juga meminta pihak berwenang dalam pengawasan regulasi program BPNT di Kabupaten Pandeglang, untuk cepat tanggap dan melakukan penindakan serius dan memberikan sanksi tegas terhadap para pelaku yang melanggar aturan dan ke tentuan program agar program pemerintah untuk masyarakat miskin dapat berjalan sesuai harapan.

Samsuni
Cakratara.com

Nusantara

Koordinator Cakratara Banten Adakan Kopdar Perkuat Kepengurusan

Published

on

Koordinator Cakratara Banten Anton Hermawan mengadakan acara pertemuan (Kopdar) guna mempererat tali silaturahmi sekaligus membahas sinergitas

LEBAK, CAKRATARA – Koordinator Cakratara Banten Anton Hermawan mengadakan acara pertemuan Kopi Darat (Kopdar) guna mempererat tali silaturahmi sekaligus membahas sinergitas kepengurusan Biro dan anggota Cakratara yang ada di wilayah Provinsi Banten.

Kopdar tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Cakratara Kabupaten Lebak Herdi Sudrajat, Kepala Biro Kabupaten Serang Azis Fuad, Redaktur Pelaksana (Redpel) Joko Purwono dan Sekretaris Redaksi (Sekred) Endy Pamungkas bertempat di kediaman Koordinator Banten Anton Hermawan di Kampung Keong Rangkasbitung, Banten pada Senin (6/12/21).

Anton Hermawan mengatakan, bahwa Kopdar ini merupakan bentuk menjalinnya tali silaturahmi sekaligus mempererat persaudaraan agar ke depannya kepengurusan Biro dan para anggota tetap dalam satu wadah yang selalu dalam kekompakan dan bisa saling memajukan satu sama lain, sehingga duduk sama rata, berdiri tanpa raja.

“Alhamdulillah di kesempatan ini saya mengundang semua saudara dan juga para Kabiro untukhadir di acara Kopdar ini, bahkan dari pihak Redaksi pun bisa hadir,” ucap Anton.

“Saya juga bersyukur walau acara ini sederhana namun membuat kita semua senang. Bahkan menjadi suatu kehormatan besar bagi kami semua atas hadirnya Redaktur Pelaksana dan Sekretaris Redaksi,” imbuhnya.

Anton juga mengucapkan rasa syukur atas arahan dan bimbingan dari pihak Redaksi Cakratara yang mana dapat mensinergikan para Anggota Cakratara di Banten.

“Kami semua bersyukur pihak Redaksi selalu bisa hadir dalam undangan untuk memberikan arahan agar seluruh Wartawan Cakratara tetap selalu bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain, sehingga kita menjadi wartawan yang baik dan profesional,” tutur Anton.

“Saya berharap dengan adanya Kopdar ini semoga ke depannya kita semua bisa semakin kompak lagi. Kebersatuan, kebersamaan, dan saling menjaga nama baik marwah Media Cakratara. Karena hal ini merupakan bentuk wujud majunya kita semua agar Cakratara menjadi media besar dan terpercaya,” tutupnya.

Cs Suteja
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

BIN Bersama Puskesmas Peureulak Sukseskan Vaksinasi

Published

on

Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Puskesmas Kecamatan Peureulak Kota menggelar vaksinasi di tiga titik lokasi yang berada

ACEH TIMUR, CAKRATARA – Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Puskesmas Kecamatan Peureulak Kota menggelar vaksinasi di tiga titik lokasi yang berada di wilayah Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, pada Senin (6/12/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Badan Intelijen Negara (BIN) juga ikut berpartisipasi untuk mensukseskan vaksinasi sehingga dapat diharapkan akan terus menambah angka yang signifikan.

Kegiatan vaksinasi BIN bersama Puskesmas Peureulak dilaksanakan guna mempercepat tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity sebagai penanganan pandemi Covid-19, sehingga di akhir bulan Desember 2021 tercapai target vaksinasi 70%, Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 14 tahun 2021.

Adapun dalam kegiatan Vaksinasi tersebut diikuti oleh ratusan masyarakat umum. Selain menarik perhatian masyarakat Aceh Timur, kegiatan tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan antusiasme Masyarakat Peureulak untuk melaksanakan Vaksinasi.

Kepala BIN Daerah (Kabinda) Aceh Brigjen TNI Muhammad Abduh Ras, SE, MTr (Han) melalui M. Fathur, S. Sos (Kaposda BIN Aceh Timur) dan didampingi Teuku Furqan Abdullah, SH (Posda BIN Aceh Timur) mengatakan.

“Pelaksanaan Vaksinasi tersebut merupakan bentuk ikhtiar kita dalam menghadapi Pandemi Covid-19, serta mendukung tujuan Presiden Jokowi untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat Indonesia,” Kata Fatur.

Selain itu Camat Peureulak Kota, Nasri, SE, MSN, juga mengatakan pihaknya akan terus melakukan vaksinasi sampai Masyarakat Peureulak menerima vaksin sepenuhnya.

“Kita telah melakukan dan turun ke Desa Desa yang ada di Kecamatan Peureulak, untuk mempermudah masyarakat dalam menerima vaksin. Alhamdulillah untuk saat ini kita telah turun sekitar lebih kurang 26 Desa sampai hari ini,” Kata Camat Peureulak pada awak media saat berada di lokasi Seuneubok Peusangan pada Hari Senin (06/12/2021).

Ia menambahkan, bahwa untuk Hari ini ada 6 titik lokasi yang menyelenggarakan vaksinasi massal yaitu di Puskesmas Peureulak dan Puskesmas Seuneubok Pempeng, selanjutnya di Desa / Gampong Seuneubok Peusangan, Gampong legee, Gampong Tualang, dan Gampong Punti, yang berada di wilayah kecamatan Peureulak Kota.

“Untuk persen nya mungkin kita masih terlihat rendah yaitu sekitar 24 persen, Namun untuk jumlah penduduk kita terbanyak di kabupaten Aceh Timur, dan sasaran vaksin mencapai 36 ribu. Dan dari November kemaren sampai hari ini, kita sudah hampir mencapai 12 ribu orang yang telah menerima vaksin,” Jelas Camat Peureulak.

Nasri, SE, MSN, juga sangat bersyukur terhadap masyarakat yang saat ini mulai terlihat antusias dalam melakukan vaksinasi dan pada hari ini peningkatan tersebut juga sudah mulai terlihat.

”Kita mengimbau agar masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan vaksinasi, karena sejatinya vaksin ama dan halal, jadi tidak usah takut, karena itu juga intruksi dalam perpres nomor 14 tahun 2021 dan perbut,” Harap Nasri.

Hal senada juga disampaikan oleh Pj Kepada Desa Seuneubok Peusangan, Muhammad Ikhsan, yang mengimbau bagi masyarakat nya yang belum melakukan vaksin agar segera melakukan vaksinasi.

Kegiatan vaksinasi BIN bersama Puskesmas Peureulak tersebut juga dihadiri oleh pihak Polsek Peureulak, Koramil Peureulak, dan lainnya.

Rahmat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications