Connect with us

TNI-Polri

Pria Tua Keladi Diduga Cabuli 3 Anak Diringkus Polisi

Published

on

Kompol Moh Faruk Rozi mengatakan pihaknya berhasil mengamankan seorang pria tua keladi paruh yang diduga melakukan pencabulan

JAKARTA, CAKRATARA – Unit Reskrim Polsek Tambora meringkus seorang pria tua keladi inisial BN yang diduga mencabuli 3 anak di bawah umur.

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moh Faruk Rozi mengatakan pihaknya berhasil mengamankan seorang pria tua keladi paruh yang diduga melakukan pencabulan terhadap beberapa anak perempuan yang masih di bawah umur.

“Kejadian tersebut berawal adanya laporan orang tua korban tepatnya pada hari Sabtu tanggal 04 September 2021 di kantor Pelayanan SPKT Polsek Tambora,” kata Faruk kepada wartawan, Sabtu (30/10/21).

Atas dasar laporan Polisi tersebut Tim Unit Reskrim dipimpin Kanit Reskrim Iptu Yugo Pambudi SH,MH didampingi Panit Rekrim Iptu Gusti Ngurah Astawa SH berikut Buser ketika sedang observasi wilyah mendapatkan informasi dari warga tentang keberadaan diduga pelaku di daerah sekitar Tamansari Jakarta Barat.

Dari hasil introgasi petugas didapat informasi bahwa terduga pelaku benar sebelumnya telah mengakui melakukan perbuatan cabul terhadap beberapa anak dibawah umur.

“Terduga pelaku mengakui telah melakukan perbuatan cabul terhadap 3 (tiga) bocah perempuan di sekitar tempat tinggalnya tepatnya di wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat,” terangnya.

Faruk menambahkan terduga pelaku melakukan aksi pencabulan terhadap beberapa anak perempuan yang diketahui masih di bawah umur.

Selain berhasil mengamankan pelaku pihaknya turut menyita beberapa pakaian yang dikenakan oleh korban saat kejadian tersebut terjadi.

“Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya pelaku dikenakan perbuatan cabul terhadap anak sesuai dengan pasal 82 ayat 1 pasal 76e UU RI no. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tutupnya.

Achmad Sulaiman (Eman)
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

TNI-Polri

Anev Mingguan Polda Banten Rincikan Pembagian Jutaan Masker

Published

on

Polda Banten melaksanakan Analisa dan Evaluasi (Anev) mingguan terkait gangguan Kamtibmas dan kejadian menonjol yang terjadi

SERANG, CAKRATARA – Polda Banten melaksanakan Analisa dan Evaluasi (Anev) mingguan terkait gangguan Kamtibmas dan kejadian menonjol yang terjadi di wilayah hukum Polda Banten minggu ke-IV November 2021.

Paparan Anev mingguan ini dipaparkan langsung oleh Karoops Polda Banten KBP Amiludin Roemtaat di ruangan Vicon Polda Banten, Senin (29/11/21).

Dalam kesempatan ini Roemtaat menjelaskan jumlah pembagian masker di wilayah hukum Polda Banten dalam minggu ini Polda Banten dan Polres jajaran telah membagikan masker sebanyak 17.739.912.

“Pembagian masker di Polda Banten dan Polres jajaran rincian pembagian masker per wilayah sebagai berikut, Polda Banten sebanyak 442.744, Polresta Tangerang sebanyak 8.447.505, Polres Serang Kota sebanyak 2.109.185, Polres Serang sebanyak 2.840.504, Polres Cilegon sebanyak 704.414, Polres Pandeglang sebanyak 1.628.750,  dan Polres Lebak sebanyak 1.566.810,” ungkap Roemtaat merincikan pembagian masker.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengatakan tujuan dari kegiatan anev mingguan adalah untuk menganalisa dan evaluasi terkait adanya kejadian di Wilayah Hukum Polda Banten.

“Kegiatan anev ini bertujuan untuk menganalisa dan evaluasi terkait adanya kejadian yang terjadi di Wilayah Hukum Polda Banten,” ujar Kabid Humas Polda Banten.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut juga dibahas antisipasi terhadap isu-isu yang yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat khususnya di Banten sehingga dapat terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Hukum Polda Banten.

Anton Hermawan
Cakratara

Continue Reading

TNI-Polri

Menjelang Nataru, Kapolda Banten Instruksi Tes Swab Pengendara

Published

on

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Polda Banten akan segera melakukan swab test secara random di beberapa pos pengamanan

SERANG, CAKRATARA – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Polda Banten akan segera melakukan swab test secara random di beberapa pos pengamanan wilayah Banten.

Selain test secara random menjelang Nataru, Polda Banten juga melakukan swab test kepada pengendara di Pos PPKM, jika hasil swab test negatif Covid-19 maka pengendara dapat melanjutkan perjalanannya.

Hal ini disampaikan Kapolda Banten, Irjen Pol. Dr. Rudy Heriyanto menjelang Nataru kepada jajaran saat pelaksanaan Analisa dan Evaluasi rutin di Ruang Video Conference Polda Banten pada Senin (29/11/21).

“Saya memerintahkan jajaran untuk melakukan random swab test di pos-pos pengamanan Nataru kepada pengendara yang melintas di wilayah Banten, terutama pada pelabuhan, terminal, stasiun kereta api dan lintasan menuju tempat wisata,” kata Rudy.

Menindaklanjuti perintah Kapolda Banten tersebut, Kabid Dokkes Polda Banten Kombes Pol. dr. Agung Widodo, Sp.M bahkan telah mempersiapkan alat swab test dan tenaga kesehatan yang akan diberdayakan untuk melakukan swab test di pos pengamanan Nataru dan pos PPKM yang ada.

“Saat ini kami memiliki 5.000 swabt test dan puluhan personel yang siap ditugaskan baik di pos pengamanan Nataru juga di pos PPKM untuk melakukan swab test dan jumlah swab test akan kami tambahkan sesuai kebutuhan” kata dr. Agung.

Prioritas swab test akan dilakukan Polda Banten terhadap masyarakat yang akan keluar dan masuk ke wilayah Banten, termasuk juga masyarakat yang akan melakukan wisata ke beberapa lokasi di wilayah Polda Banten.

“Kegiatan ini dibutuhkan untuk dapat membatasi mobilitas masyarakat, sekaligus untuk memastikan bahwa masyarakat yang beraktivitas pada Natal dan Tahun Baru 2022 sudah terbebas dari Covid-19” kata Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga.

Sebagaimana diketahui, Polda Banten telah melakukan sosialisasi tentang Instruksi Mendagri No. 62 Tahun 2021 tentang Penanganan Covid-19 Saat Nataru kepada para pengelola wisata, para pengurus tempat ibadah dan pusat perbelanjaan serta secara luas kepada publik.

Dalam sosialisasi yang disampaikan, Kapolda Banten bahkan telah meminta masyarakat untuk stay at home saat Nataru dan mematuhi status PPKM Level III di semuat tempat publik saat beraktivitas.

“Publik agar dapat membatasi mobilitasnya dan melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin, serta memahami ketentuan dalam Instruksi Mendagri, karena semua aturan tersebut adalah untuk kepentingan kita bersama dalam mengendalikan pandemi Covid-19,” tutup Shinto.

Anton Hermawan
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications