Connect with us

Nusantara

PT Maxon Prime Technology akan Digugat Pemborong

Published

on

pemborong Aryadi dan Amin dengan PT Maxon Prime Technology yang terletak di Modern Cikande Kabupaten Serang, melalui kuasa hukumnya

SERANG, CAKRATARA – Terkait permasalahan antara pemborong Aryadi dan Amin dengan PT Maxon Prime Technology yang terletak di Modern Cikande Kabupaten Serang, melalui kuasa hukumnya Cecep Syaifudin, dalam waktu dekat akan segera membawa persoalan ini ke jalur hukum, Kamis (14/10/2021).

Seperti ramai diberitakan di beberapa media, permasalahan antara pemborong dengan PT. Maxon Prime Technology berawal dari  pengerjaan proyek konstruksi piping  PT. Maxon Prime Technolgy oleh Aryadi dan Amin.

Saat itu, Aryadi dijanjikan oleh Joanda dan Teh Yee Keong pekerjaan pengelasan dan instalasi pipa sekitar 6000 inch (Inch) yang harus selesaikan dalam jangka waktu 30 hari  dengan nilai kontrak Rp. 535 000.000.

Joanda dan Teh Yee Keong sendiri   merupakan Direktur dan Project Manager  PT. Maxon Prime Technology yang dalam hal ini bertindak sebagai Subkon PT. Mowilex Indonesia. Sementara pemenang tender adalah  PT. Netzsch.

Di saat pekerjaan sedang berjalan, Aryadi ditegur oleh Teh Yee Keong karena dianggap tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Maka atas dasar itulah pekerjaan di ambil alih oleh pihak Maxon Prime Technology.

Tidak hanya sampai disitu,  PT. Maxon Prime Technologi yang dipimpin oleh Teh Yee Keong tidak hanya mengambil alih pekerjaan. Peralatan, dan karyawan serta mess yang disiapkan oleh pemborong pun digunakan untuk melanjutkan menyelesaikan pekerjaan oleh PT. Maxon Prime Technology, serta meminta Aryadi dan Amin mengundurkan diri.

Atas kejadian yang menimpanya tersebut, upaya mencari solusi dengan jalan perundingan pernah  ditempuh kedua belah pihak,  namun tidak membuahkan hasil.

Aryadi dan Amin juga pernah berupaya mengambil peralatan kerja miliknya, namun dihalang halangi oleh pihak PT Maxon Prime Technology dengan alasan pekerjaan belum selesai.

Atas dasar itu, melalui lawyernya Aryadi dan Amin akan segera mengambil langkah hukum.

Red
Cakratara

Nusantara

Karya WBP Lapas Rangkasbitung Mejeng di Legal Expo

Published

on

Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran

SERANG, CAKRATARA – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran seluruh Kegiatan pelayanan Publik, dan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan yang digelar pada tanggal 26-27 Oktober 2021 bertempat di halaman depan Kanwil Kemenkumham Banten, Rabu (27/10/2021).

Legal Expo ini menjadi salah satu ajang untuk mempublikasikan karya dari Warga Binaan agar mendapat perhatian dari masyarkakat dan sebagai bentuk nyata hasil pembinaan selama berada di Lapas.

Lapas Rangkasbitung juga turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Legal Expo tersebut dengan memperkenalkan produk hasil kegiatan dari warga binaan pemasyarakatan yaitu berupa Produksi Gitar Akustik sebagai produk unggulan, serta hasil kerajinan lainnya seperti Cobek/ulekan dari Bahan Kayu, Mangkuk dan Ukiran dari bahan kayu yang dibuat oleh WBP Lapas Rangkasbitung
Kalapas Rangkasbitung menjelaskan Pameran ini menjadi media pembinaan di Lapas dapat tersalurkan dan tersebarluaskan kepada masyarakat.

“Dengan mengikuti pameran Legal Expo ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui bahwasanya di dalam Lapas Rangkasbitung memiliki kegiatan-kegiatan yang bermanfaat semoga hasil produksi WBP Lapas Rangkasbitung dapat diterima di masyarakat dan dapat bersaing dengan produksi yang ada dimasyarakat akhirnya persepsi masyarakat semakin hari semakin baik terhadap Lapas dan Pemasyarakatan” ujar Kalapas.

Sebagai informasi selain masyarakat umum, Wamenkumham Republik Indonesia Prof Dr. Edward Omar Shairf Hierij hadir dan melihat pemeran hasil karya WBP serta Kakanwil Banten memberikan Gitar Lapas kepada Wamenkumham RI serta turut hadir Sekertaris Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono.

Wahid
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Tiga Pilar Tanjung Duren Kerja Bakti Pasca Kebakaran

Published

on

Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08

JAKARTA, CAKRATARA – Kepolisian Sektor Polsek Tanjung Duren bersama Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08 dan Gg 4 Rt. 04/08 Kel. Grogol Jakarta Barat, Rabu (27/10/2021).

Kapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Kompol Rosana Albertina Labobar, S.IK., M.Si didampingi Camat Grogol Petamburan Didit Sumaryanta dan Danramil 03/GP Kapten Inf. Irwan Triyono, saat memimpin Apel Kerja Bakti tersebut mengatakan, ucapan syukur atas nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun tujuan dari Tiga Pilar melakukan kerja bakti di lokasi kebakaran ini, adalah ingin meringankan beban warga yang terdampak musibah. Selain itu kebersihan lingkungan yang memang menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami mengimbau para korban kebakaran agar menjadikan musibah ini sebagai ujian, bukan sebagai cobaan, karena setelah ujian berakhir akan menerima kenikmatan,” ucap Kompol Ocha.

Kapolsek mengajak para korban kebakaran untuk selalu semangat dan optimis dalam menghadapi musibah. Harus bangkit untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Saya juga memberikan arahan dalam pelaksanaan kerja bakti agar petugas tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya”.

Selain itu di lokasi kebakaran, ia juga mengimbau kepada warga jika ingin meninggalkan rumah yakinkan bahwa kondisi arus listrik dalam keadaan posisi mati.

“Kemudian jika memasang instalasi listrik jangan satu kabel terlalu banyak beban colokan, ini yang sering menyebabkan arus pendek hingga kerap terjadinya kebakaran,” katanya.

Eman
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending