Connect with us

Nusantara

Puluhan Buruh TKBM Keluhkan Gaji Belum Dibayar

Published

on

LEBAK, CAKRATARA –  Puluhan buruh TKBM di dermaga milik Pabrik Semen Merah Putih PT. Cemindo Gemilang di Kecamatan Bayah mengeluh. Pasalnya, menurut buruh TKBM sudah 3 bulan ini, sisa upah kerjanya di PT. BMS hingga saat ini belum dibayar.

Menurut keterangan dari buruh TKBM ( tenaga kerja bongkar muat ), ada sekitar 90 orang buruh yang belum diberikan haknya ( Upah kerja-red ) oleh perusahaan tempatnya bekerja, yaitu di PT. Badak Sakti Mandiri ( PT.BSM ), yang beralamat di Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Keterangan Irwan, mantan pekerja PT. BSM mengatakan, puluhan buruh TKBM PT- BSM upah kerjanya belum dibayar, ada yang 2 bulan dan juga ada yang 3 bulan.

“Seperti saya, kemaren hanya dapat pinjaman Rp. 500.000,- ( Lima Ratus Ribu Rupiah ) dari bekerja selama lebih 2 bulan. Dan yang membuat sedih, tak lama setelah mendapatkan pinjaman, saya di berhentikan ( di PHK ) secara sepihak. Namun sisa upah kerja yang jadi hak saya hingga sekarang tidak dibayar,” ujar Irwan, Selasa (12/10/2021).

Saat ini, saya tinggal di rumah kontrakan, setiap bulan harus membayar kontrakan, lanjut Irwan.
Sedangkan, pemilik kontrakan tidak mau tahu kondisi saya, dan saya tetap harus bayar kontrakan, imbuhnya.

“PT- Badak Sakti Mandiri ( PT. BSM ) diharapkan segera membayar sisa upah kerja karena saya, karena sangat dibutuhkan untuk melunasi utang dan bayar kontrakan,” ungkap Irwan sambil meneteskan air mata.

Di tempat terpisah, Ega warga Desa Sawarna, mantan operator alat berat mengatakan, bahwa 2 ( Dua ) minggu lalu, Ia dan 5 ( lima ) rekannya sisa upah kerjanya sudah dibayar oleh TKBM PT. BSM.

” Kalau saya bersama 5 ( lima ) teman yang lain sudah dibayar. Tapi kasihan pak, masih banyak rekan-rekan kerja saya, baik yang masih bekerja atau yang sudah tidak bekerja di TKBM PT.BSM jumlahnya puluhan buruh, dan sampai hari ini belum mendapatkan kepastian kapan manajemen TKBM PT- Badak Sakti Mandiri ( PT. BSM ) akan membayar sisa upah kerja mereka,” terang Ega.

Saat di konfirmasi wartawan di ruang kerjanya, HRD TKBM PT- BSM, Herman mengaku, bahwa betul manajemen TKBM PT. BSM sudah 3 ( tiga ) bulan belum bisa membayar sisa upah kerja buruh.

“Manajemen TKBM PT- BSM belum bisa memastikan, kapan dapat membayar upah kerja puluhan buruh, namun kami akan berusaha agar secepatnya untuk di selesaikan,” kata Herman.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan pihak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak dan pihak terkait bisa membantu keluhan dan kesulitan para buruh TKBM tersebut.

Nusantara

Karya WBP Lapas Rangkasbitung Mejeng di Legal Expo

Published

on

Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran

SERANG, CAKRATARA – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran seluruh Kegiatan pelayanan Publik, dan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan yang digelar pada tanggal 26-27 Oktober 2021 bertempat di halaman depan Kanwil Kemenkumham Banten, Rabu (27/10/2021).

Legal Expo ini menjadi salah satu ajang untuk mempublikasikan karya dari Warga Binaan agar mendapat perhatian dari masyarkakat dan sebagai bentuk nyata hasil pembinaan selama berada di Lapas.

Lapas Rangkasbitung juga turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Legal Expo tersebut dengan memperkenalkan produk hasil kegiatan dari warga binaan pemasyarakatan yaitu berupa Produksi Gitar Akustik sebagai produk unggulan, serta hasil kerajinan lainnya seperti Cobek/ulekan dari Bahan Kayu, Mangkuk dan Ukiran dari bahan kayu yang dibuat oleh WBP Lapas Rangkasbitung
Kalapas Rangkasbitung menjelaskan Pameran ini menjadi media pembinaan di Lapas dapat tersalurkan dan tersebarluaskan kepada masyarakat.

“Dengan mengikuti pameran Legal Expo ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui bahwasanya di dalam Lapas Rangkasbitung memiliki kegiatan-kegiatan yang bermanfaat semoga hasil produksi WBP Lapas Rangkasbitung dapat diterima di masyarakat dan dapat bersaing dengan produksi yang ada dimasyarakat akhirnya persepsi masyarakat semakin hari semakin baik terhadap Lapas dan Pemasyarakatan” ujar Kalapas.

Sebagai informasi selain masyarakat umum, Wamenkumham Republik Indonesia Prof Dr. Edward Omar Shairf Hierij hadir dan melihat pemeran hasil karya WBP serta Kakanwil Banten memberikan Gitar Lapas kepada Wamenkumham RI serta turut hadir Sekertaris Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono.

Wahid
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Tiga Pilar Tanjung Duren Kerja Bakti Pasca Kebakaran

Published

on

Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08

JAKARTA, CAKRATARA – Kepolisian Sektor Polsek Tanjung Duren bersama Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08 dan Gg 4 Rt. 04/08 Kel. Grogol Jakarta Barat, Rabu (27/10/2021).

Kapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Kompol Rosana Albertina Labobar, S.IK., M.Si didampingi Camat Grogol Petamburan Didit Sumaryanta dan Danramil 03/GP Kapten Inf. Irwan Triyono, saat memimpin Apel Kerja Bakti tersebut mengatakan, ucapan syukur atas nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun tujuan dari Tiga Pilar melakukan kerja bakti di lokasi kebakaran ini, adalah ingin meringankan beban warga yang terdampak musibah. Selain itu kebersihan lingkungan yang memang menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami mengimbau para korban kebakaran agar menjadikan musibah ini sebagai ujian, bukan sebagai cobaan, karena setelah ujian berakhir akan menerima kenikmatan,” ucap Kompol Ocha.

Kapolsek mengajak para korban kebakaran untuk selalu semangat dan optimis dalam menghadapi musibah. Harus bangkit untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Saya juga memberikan arahan dalam pelaksanaan kerja bakti agar petugas tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya”.

Selain itu di lokasi kebakaran, ia juga mengimbau kepada warga jika ingin meninggalkan rumah yakinkan bahwa kondisi arus listrik dalam keadaan posisi mati.

“Kemudian jika memasang instalasi listrik jangan satu kabel terlalu banyak beban colokan, ini yang sering menyebabkan arus pendek hingga kerap terjadinya kebakaran,” katanya.

Eman
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending