Connect with us

Nusantara

Kebakaran di Kampung Baduy Hanguskan 21 Rumah

Published

on

kebakaran yang menghanguskan permukiman warga Kampung Pasir Wuni Badui luar Cikeusik Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak

LEBAK, CAKRATARA – Telah terjadi kebakaran yang menghanguskan permukiman warga Kampung Pasir Wuni Badui luar Cikeusik Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Rabu (13/10/2021), mengakibatkan 21 rumah warga hangus rata dengan tanah.

Kebakaran yang terjadi di kampung Badui Dalam tersebut mendapat perhatian dari Kepala Pelakasa BPBD Kabupaten Lebak yang langsung terjun ke lokasi kejadian.

“Kami bergerak melakukan evakuasi bagi warga Badui yang terdampak kebakaran, ” kata Febby Rizky Pratama.

Dikabarkan, di lokasi permukiman yang terbakar hanya ada 21 unit rumah dengan 45 kepala keluarga (KK), serta satu unit rumah pangan yang disebut Leuit juga hangus terbakar, dan tidak ada korban jiwa.

Untuk mengurangi risiko bencana, tim BPBD Lebak ini membawa bantuan logistik berupa sembako dan keperluan lain yang dibutuhkan korban.

“Meski kesulitan topografi menuju ke lokasi kebakaran itu, karena perbukitan dan pegunungan, kami tetap semangat,” kata Febby.

Karena kondisi rumah mereka hangus terbakar hingga rata dengan tanah, untuk sementara korban kebakaran diungsikan ke tempat lain, dan tetap waspada mengingat suhu pada siang hari cukup panas.

Belum diketahui penyebab pasti dari kebakaran, lanjut Febby. Namun ada dugaan dari tungku yang digunakan masak oleh masyarakat Badui Dalam ini.

Sedangkan dibawah tungku itu terdapat bale-bale atau amben terbuat dari bambu, sehingga mudah terbakar jika terkena panas, pungkas Febby Rizky Pratama.

Samin, merupakan warga tetangga kampung tersebut membenarkan, bahwa betul kejadian ini sekitar pukul 13:30 WIB.

Kejadian kebakaran,di perkirakan berasal dari bara kayu bakar sisa memasak yang di tinggal kerja ke Jami oleh pemiliknya. beruntung kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun semua barang-barang milik warga, tak satu pun yang terselamatkan,” terang Samin.

Pada saat itu angin sangat kencang sehingga api mudah membesar dan susah untuk di padamkan. Sehingga, hanya dalam waktu 1 jam, 21 bangunan rumah warga ludes di lalap api, sambung Samin.

“Kami selaku warga Baduy luar, sangat merasa prihatin dengan kejadian musibah ini, lanjut samin.
Dan berharap semoga pemerintahan Lebak, atau para dermawan bersedia untuk membantu. Karena masyarakat kampung Pasir Wuni saat ini benar-benar sedang membutuhkan bantuan,” ungkap Samin.

Suteja
Cakratara

Nusantara

Karya WBP Lapas Rangkasbitung Mejeng di Legal Expo

Published

on

Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran

SERANG, CAKRATARA – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran seluruh Kegiatan pelayanan Publik, dan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan yang digelar pada tanggal 26-27 Oktober 2021 bertempat di halaman depan Kanwil Kemenkumham Banten, Rabu (27/10/2021).

Legal Expo ini menjadi salah satu ajang untuk mempublikasikan karya dari Warga Binaan agar mendapat perhatian dari masyarkakat dan sebagai bentuk nyata hasil pembinaan selama berada di Lapas.

Lapas Rangkasbitung juga turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Legal Expo tersebut dengan memperkenalkan produk hasil kegiatan dari warga binaan pemasyarakatan yaitu berupa Produksi Gitar Akustik sebagai produk unggulan, serta hasil kerajinan lainnya seperti Cobek/ulekan dari Bahan Kayu, Mangkuk dan Ukiran dari bahan kayu yang dibuat oleh WBP Lapas Rangkasbitung
Kalapas Rangkasbitung menjelaskan Pameran ini menjadi media pembinaan di Lapas dapat tersalurkan dan tersebarluaskan kepada masyarakat.

“Dengan mengikuti pameran Legal Expo ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui bahwasanya di dalam Lapas Rangkasbitung memiliki kegiatan-kegiatan yang bermanfaat semoga hasil produksi WBP Lapas Rangkasbitung dapat diterima di masyarakat dan dapat bersaing dengan produksi yang ada dimasyarakat akhirnya persepsi masyarakat semakin hari semakin baik terhadap Lapas dan Pemasyarakatan” ujar Kalapas.

Sebagai informasi selain masyarakat umum, Wamenkumham Republik Indonesia Prof Dr. Edward Omar Shairf Hierij hadir dan melihat pemeran hasil karya WBP serta Kakanwil Banten memberikan Gitar Lapas kepada Wamenkumham RI serta turut hadir Sekertaris Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono.

Wahid
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Tiga Pilar Tanjung Duren Kerja Bakti Pasca Kebakaran

Published

on

Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08

JAKARTA, CAKRATARA – Kepolisian Sektor Polsek Tanjung Duren bersama Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08 dan Gg 4 Rt. 04/08 Kel. Grogol Jakarta Barat, Rabu (27/10/2021).

Kapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Kompol Rosana Albertina Labobar, S.IK., M.Si didampingi Camat Grogol Petamburan Didit Sumaryanta dan Danramil 03/GP Kapten Inf. Irwan Triyono, saat memimpin Apel Kerja Bakti tersebut mengatakan, ucapan syukur atas nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun tujuan dari Tiga Pilar melakukan kerja bakti di lokasi kebakaran ini, adalah ingin meringankan beban warga yang terdampak musibah. Selain itu kebersihan lingkungan yang memang menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami mengimbau para korban kebakaran agar menjadikan musibah ini sebagai ujian, bukan sebagai cobaan, karena setelah ujian berakhir akan menerima kenikmatan,” ucap Kompol Ocha.

Kapolsek mengajak para korban kebakaran untuk selalu semangat dan optimis dalam menghadapi musibah. Harus bangkit untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Saya juga memberikan arahan dalam pelaksanaan kerja bakti agar petugas tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya”.

Selain itu di lokasi kebakaran, ia juga mengimbau kepada warga jika ingin meninggalkan rumah yakinkan bahwa kondisi arus listrik dalam keadaan posisi mati.

“Kemudian jika memasang instalasi listrik jangan satu kabel terlalu banyak beban colokan, ini yang sering menyebabkan arus pendek hingga kerap terjadinya kebakaran,” katanya.

Eman
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending