Connect with us

Politik

Direktur PT AHM Nilai Pernyataan Musa Weliansyah Bernuansa Politik

Published

on

Direktur PT Azaretha Hana Megatrading (AHM) Dodong menepis tudingan salah satu anggota Dewan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan

PANDEGLANG, CAKRATARA – Direktur PT Azaretha Hana Megatrading (AHM) Dodong menepis tudingan salah satu anggota Dewan Kabupaten Lebak dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Musa Weliansyah terkait penerimaan karyawan baru dan upah kerja Claning Service Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping Kabupaten Lebak, Banten dinilai tidak mendasar namun lebih kental dengan nuansa politik.

Tudingan Musa kepada PT. AHM itu, dari awal sudah kami sampaikan penjelasannya. Kami malah menduga apa yang dikatakannya itu sebagai perbuatan provokatif dan tidak mendasar,” ujar Dodong Direktur PT AHM.

Dodong menilai Musa Weliansyah hanya sebatas mencari panggung politik (Looking for political stage), demi kepentingannya.

Karena, lanjut Dodong. Soal upah kerja karyawan CS RSUD sudah sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam bentuk perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), dan itu telah mengacu pada Undang-undang No. 11 tahun 2020 Cipta Kerja beserta turunannya Peraturan Pemerintah no. 35 tahun 2021 dan peraturan pemerintah no. 36 tahun 2021.

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa PT. AHM tidak pernah mem-PHK pekerja seperti yang selalu ditudingkan oleh oknum-oknum yang tidak tahu akan kebenarannya,” tegas Dodong.

Justru sebaliknya, kata Dodong, berhentinya karyawan lama itu karena mereka sendiri yang membatalkan atau mengakhiri perjanjian kerjasama dan itu ada bukti tertulisnya.

Berdasarkan itu PT. AHM melakukan rekruitmen terhadap calon-calon pekerja tanpa membatasi siapapun, tentunya kami lakukan dengan cara profesional, proporsional dan objektif.

Adapun teknis rekrutmen karyawan tersebut dilakukan perusahaan, berupa tes tertulis kemampuan dasar serta tes kepribadian dasar melalui wawancara.

Perlu diketahui pula, lanjut Dodong. Sebelum rekrutmen karyawan baru pihaknya terlebih dulu melakukan assesment terhadap personil existing, atau karyawan lama. Dan itu merupakan penilaian terhadap kinerja serta perilaku kerja dirinya sendiri serta teman kerjanya.

“Sebagai contoh assesment kami melontarkan berbagai pertanyaan kepada karyawan seperti, “Apakah anda pernah meninggalkan pekerjaan ketika bekerja?”. Pertanyaan selanjutnya “Apakah anda pernah mendengar dan atau melihat rekan kerja anda meninggalkan pekerjaan saat jam kerja?,”. Nah begitulah salah satu assesment yang dilakukan,” terang Dodong.

Ditempat terpisah, hal senada ditegaskan Dedih Rohendi, SH selaku tim legal PT. AHM, kalau Musa Weliansyah diduga mempolitisasi, menggiring opini dan memutar balikkan fakta.

“Jangan sampai persoalan ini menjadi kepentingan pribadi atau golongan. Saya berharap semoga beliau sadar dan tunduk terhadap aturan, karena selaku dewan beliau harus mau dan dapat memahami aturan-aturan yang ada seperti undang-undang no.11 tahun 2020 Cipta Kerja yang beliau sendiri akan sepakat dengan lahirnya undang-undang tersebut,” tegas Dedih

Dedih berharap, Musa Weliansyah tidak selalu menyalahkan  perusahaan, karena untuk upah tenaga kerja sudah dasar kesepakatan antara perusahaan dan karyawan.

“Kesepakatan tersebut juga dibuat tertulis dan sudah berjalan 5 bulan tapi kenapa sekarang dipermasalahkan, tegas Dedih, melalui telepon selularnya kepada wartawan.

Untuk diketahui, pernyataan Kuasa Hukum dan Direktur PT. AHM tersebut merupakan tanggapan atau jawaban atas statment Anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah yang disampaikan di beberapa media online perihal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan upah kerja karyawan Claning Service (CS) RSUD Malingping, yang menurutnya telah mengindahkan aturan dan ketentuan yang berlaku sebagaimana mestinya.

Dimana statment Musa, menyebut PT. AHM dalam pembayaran upah kerja kepada karyawan CS tidak sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK), karena hanya membayar Rp. 2.250.000, bukan Rp. 2.751.000  per bulan.

“Dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) Perusahaan pemenang tender ini diwajibkan membayar upah karyawan sesuai UMK yakni sebesar Rp. 2.751.000. Hal ini jelas perusahaan telah melakukan pelanggaran normatif,” ujar Musa  seperti yang disampaikannya di beberapa media online.

Samsuni
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Politik

Bupati Banyuwangi Hadiri Pelantikan Pengurus Partai Gelora

Published

on

Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) melantik kepengurusan partai di wilayah Kabupaten Banyuwangi yang dihadiri Bupati Banyuwangi

BANYUWANGI, CAKRATARA – Dalam rangka membangun kekurangan politik, Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) melantik kepengurusan partai di wilayah Kabupaten Banyuwangi yang dihadiri Bupati Banyuwangi berlangsung di Aula Hedon Resto and Cafe di Penataban Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (16/10/2021).

Acara pelantikan pengurus tersebut diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars lagu kebangaan Partai Gelora.

Bupati Banyuwangi, Ifuk Fiestiandani yang turut hadir mengucapkan selamat atas pelantikan para pengurus Partai Gelora yang berada di wilayah Banyuwangi.

“Semoga di tahun 2024 Partai Gelora bisa maju di pemilihan DPR Banyuwangi yang bisa menghasilkan dengan maksimal,” ucap Bupati.

“Kami juga mengucapkan rasa terimakasih kepada pengurus partai gelora warang agung yang telah ikut andil di dalam pemilihan Bupati Banyuwangi hingga bisa memenangkannya,” imbuhnya.

Selain Bupati Banyuwangi, dalam acara pelantikan tersebut juga turut hadir pengurus Partai Gelora dari beberapa wiyah yakni dari Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso.

Muhammad sirot selaku Ketua DPW memberikan amanah kepada H. Sugiarto sebagai ketua sekertaris oleh komari dan bendahara Dr.wulyanto.

“Kami berharap dengan terbentuknya struktural DPD Gelora Banyuwangi semoga bisa menahkodai partai yang berlogo gelombang lautan tersebut bisa menuju kursi legislatif di 2024,” harapnya.

Selain menambah kekutan politik gelora seluruh kader harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yang paling terdepan untuk pengabdiannya kepada masyarakat.

Ketua DPD gelora banyuwangi H. Sugiarto mengucapkan rasa terimakasih kepada seluruh anggota partai gelora, simpatisan, tamu undangan dan juga Bupati Banyuwangi ifuk fiestiandani yang tela hadir menyempatkan waktunya untuk menghadiri di dalam acara pelantikan.

“Sebagai ketua DPD Banyuwangi kami akan berkolaborasi untuk memberikan ide-ide terbaik di karenakan kepengurusan partai gelora adalah yang di sebut pasar ide,” katanya.

“Dengan hadirnya partai gelora di banyuwangi kita akan mengajak seluruh elmen masyarakat turut serta untuk kontribusi untuk memberika ide-idenya demi terbentuknya peradaban di dalam kemajuan bernegara gelora partai terbuka untuk menerima ide-ide dari elmen seluruh masyrakat agar bisa mewujudkan masyarakat jauh lebik baik,” tutupnya.

Satrawi (Darwis)
Cakratara

Continue Reading

Politik

Masjid Jami Nurul Huda Jadi Sasaran Ade Dasep yang ke-60

Published

on

Masjid Jami Nurul Huda yang berada di Desa Gunung malang Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi merupakan ke 60 dalam kunjungannya

SUKABUMI, CAKRATARA – Masjid Jami Nurul Huda yang berada di Desa Gunung malang Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi merupakan ke 60 dalam kunjungannya Anggota DPRD Sukabumi Ade Dasep Z.A dari Fraksi Gerindra pada Jumat (15/10/21).

Dikatakan Ade Dasep, untuk memenuhi janji politiknya dengan melaksanakan Jumat keliling di Masjid Jami Nurul Huda untuk menyantuni anak yatim binaan Baldatun Center yang belum aqil baligh sekaligus masyarakat tiap desa dan kelurahan yang senantiasa dilakukan setiap hari Jumat sebagai bentuk menunaikan janji politik.

“Rutinitas setiap hari Jumat untuk menyapa warga adalah bagian janji politk saya. Kegiatan hari ini tetap sama dengan kegiatan sebelumnya ke masjid masjid dengan mewakafkan Al-Qur’an terjemahan dan juga menyantuni anak yatim binaan Baldatun Center yang belum aqil balig,” kata Ade Dasep.

“Hari ini ada 42 anak yatim di Desa Gunung malang yang mendapat santunan,” tambahnya.

Ujang warga gunung malang mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ade Dasep dan rombongan Baldatun Center.

“Kunjungan pak dewan merupakan kehormatan bagi kami warga desa gunung malang. Dengan kunjungan ini kami yakini ternyata ade dasep tidak hanya omong kosong untuk mendatangi lagi setelah menjadi anggota dewan,” ungkap Ujang.

Senyum bahagia dari anak yatim begitu terasa disaat ade dasep membagikan santunan, selain santunan ade dasep menerangkan dan mengajak para anak yatim untuk terus belajar dan ade dasep pastikan segala biaya dan keperluan sekolahnya akan di tanggung ade dasep beserta baldatun center.

Kegiatan jumat keliling yang dilakukan Ade Dasep bersama Baldatun Center membuktikan bahwa masyarakat yang sudah memberikan kepercayaan menjadikanya anggota dewan harus tetap disapa dan didengar setiap aspirasinya.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Continue Reading

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications