Connect with us

TNI-Polri

Bersama Alumni Akabri 98, Satgas Pamrahwan Gelar Vaksinasi dan Baksos

Published

on

Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS bersama Alumni Akabri 98 yang diwakili oleh Letkol Lek Adi Akhyardi melaksanakan Serbuan Vaksinasi

JAYAWIJAYA, CAKRATARA – Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS bersama Alumni Akabri 98 yang diwakili oleh Letkol Lek Adi Akhyardi melaksanakan Serbuan Vaksinasi dan Bhakti Sosial (Baksos) di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (21/9/2021).

Dalam serbuan vaksinasi kali ini, Letkol Lek Adi Akhyardi dan 8 personel dari pos Satgas bersama Alumni Akabri 98 yang dipimpin oleh Letda Inf Sirait selaku Pasiter Satgas Yonif RK 751/VJS melaksanakan pembagian beras kepada masyarakat yang datang di lokasi.

Pembagian bantuan sosial berupa beras ini diharapkan  dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kehidupannya sehari-hari.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan oleh Letda Inf Sirait untuk menghimbau kepada masyarakat yang hadir agar tetap mematuhi  prokes  dan pentingnya vaksin Covid-19, agar tidak terpapar Virus Covid-19.

“Kegiatan serbuan vaksinasi dilaksanakan agar masyarakat yang ada disekitar wilayah Jayawijaya khususnya Distrik Walesi bisa lebih memahami cara pencegahan terkena virus dan pentingnya vaksin dimasa pandemi Covid-19 yang sedang melanda di seluruh Nusantara,” ujar Pasiter Satgas Yonif 751.

Salah satu warga yang hadir, Umar Yelipele (45 th) sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan kegiatan vaksin dan pembagian beras yang telah diberikan. “Ini cukup meringankan beban kami yang setiap hari harus mengeluarkan uang untuk membeli beras,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Dansatgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi, S.I.P menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah direncanakan oleh Alumni Akabri 98 bersama Satgas Yonif RK 751/VJS.

“Saya dihubungi oleh Letkol Lek Adi Akhyardi selaku perwakilan dari Alumni Akabri 98 yang akan melaksanakan Serbuan Vaksinasi dan Bhakti Sosial berupa pembagian beras kepada masyarakat yang hadir,” ungkapnya.

“Kami (satgas) menyambut baik kegiatan tetsebut dan memerintahkan Letda Inf Sirait selaku Pasiter Satgas untuk mendukung segala kebutuhan dalam melaksanakan kegiatan tersebut,” tambah Dansatgas.

Asep Supena
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

TNI-Polri

Gelar Vaksinasi Polsek Cibadak Diikuti Santriawan Santriawati

Published

on

Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Polsek Cibadak Polres Lebak Polda Banten gelar vaksinasi covid-19 massal dengan sasaran Masyarakat

LEBAK, CAKRATARA – Untuk mendukung Program Pemerintah dalam Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Polsek Cibadak Polres Lebak Polda Banten gelar vaksinasi covid-19 massal dengan sasaran Masyarakat dan 100 Santriawan/Santriawati Ponpes Al-Hidayah

di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Rabu (27/10/2021).

Gelar Vaksinasi Covic-19 massal tersebut dipimpin oleh Kapolsek Cibadak AKP H.E Kusroin, bekerjasama dengan Puskesmas Cibadak.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Teddy Rayendra,SIK,M.I.K Melalui Kapolsek Cibadak AKP H.E Kusroin.  mengatakan, “Hari ini Polsek Cibadak Polres Lebak bersama puskesmas Cibadak kembali melaksanakan Vaksinasi covid-19  massal bertempat di Ponpes Al-Hidayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak,” ujar Kusroin

“Polsek Cibadak kembali laksanakan gelar vaksinasi Covid-19 bersama Puskesmas Cibadak. Alhamdulillah para Santri di Ponpes Al-Hidayah mengikuti kegiatan Vaksinasi yang diadakan oleh Polsek Cibadak. dosis yang terpakai sebanyak 100 Dosis untuk dosis I sebayak 52 orang dan Dosis II sebayak 48 orang,” kata Kusroin.

“Tidak henti Kapolsek selalu mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya di Kecamatan Cibadak untuk mengikuti giat vaksinasi,karena ini adalah salah satu program pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19.

Terima kasih kepada Pimpinan Ponpes Al-Hidayah yang sudah mendukung Program Pemerintah tentang Vaksinasi Covid-19 ini. Dan bagi Yang sudah mengikuti vaksinasi diucapkan terimakasih dan ajak saudara,tetangga untuk mengikuti Vaksinasi ini, ungkapnya.

Kusroin juga mengungkapkan, dengan vaksinasi covid-19 akan tercipta herd immunity atau kekebalan tubuh untuk masyarakat Kec.Cibadak sehingga tidak mudah terpapar virus covid-19.

“Polsek Cibadak akan terus melaksanakan kegiatan Vaksinasi covid-19 Massal,  Silahkan masyarakat yang mau divaksin datang ke Polsek Cibadak atau Puskesmas Cibadak untuk konfirmasi waktu pelaksanaan yang telah kami Jadwalkan. Tetap terapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Anton Hermawan
Cakratara

Continue Reading

TNI-Polri

Mantan Kades Sodong Diduga  Korupsi DD Hingga Rp 418 Juta

Published

on

Mantan Kepala Desa (Kades) Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten berinisial SJ (54) dan anaknya berinisial YP (29)

PANDEGLANG, CAKRATARA – Mantan Kepala Desa (Kades) Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten berinisial SJ (54) dan anaknya berinisial YP (29) selaku Kepala Urusan Keuangan Desa Sodong diduga melakukan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 418 juta.

Keduanya ditetapkan tersangka dan ditahan di Mako Polres Pandeglang setelah hasil penyidikan dan pemeriksaan kerugian negara yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Pandeglang.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga saat memimpin jumpa pers mengatakan bahwa modus yang dilakukan kedua tersangka yakni dengan mengurangi jumlah volume bangunan serta tidak menyalurkan beberapa dana desa.

“Modus yang dilakukan kedua tersangka yakni mengurangi jumlah bahan dan keuangan dalam pelaksanaan pembangunan di desa yang bersifat fisik tersangka juga tidak menyalurkan beberapa dana yang seharusnya sudah diajukan untuk bidang pemberdayaan Rp20, Bidang Pembinaan Rp16,2 juta dan penyertaan modal BUMdes Rp50 juta,” jelas Shinto, Rabu (27/10/2021).

Shinto menjelaskan, tersangka YP selaku Kaur Keuangan awalnya mengajukan Desa Desa sebesar Rp772 juta, namun pada pelaksanaannya di lapangan hanya digunakan sebesar Rp354 juta sedangkan sisanya digunakan untuk kebutuhan pribadi kedua tersangka.

“Uang dari hasil korupsi sebesar Rp. 418 digunakan untuk keperluan di desa yang bukan peruntukannya dan untuk kepentingan pribadi kedua tersangka. Jumlah Rp418 itu sesuai hasil audit kerugian negara dari BPKP,” katanya.

Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana maksimal selama 20 kurungan penjara.

 

Anton Hermawan

Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending