Connect with us

Nusantara

Proyek IPAL di Puskesmas Patia Diduga Asal Jadi

Published

on

Proyek pelaksanaan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) di Puskesmas Patia diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya dan terkesan asal jadi

PANDEGLANG, CAKRATARA – Proyek pelaksanaan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) di Puskesmas Patia diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan terkesan asal jadi. Pasalnya pondasi galian pekerjaan hanya terkesan menempel dan pekerjaannya dikerjakan secara manual.

Menanggapi hal tersebut, aktivis Peleton Pemuda Cikedal, Doris yang biasa disapa si peci merah menyayangkan proyek IPAL tersebut yang terkesan dikerjakan asal jadi dan diduga memiliki motif cari keuntungan semata tanpa menghiraukan hasil pekerjaan yang berkualitas bahkan pelaksananya pun jarang berada di lokasi proyek.

“Kami meminta dinas terkait maupun Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan melakukan Sidak ke lokasi kegiatan. Karena hal itu tidak boleh dibiarkan, mengingat pekerjaan tersebut adalah menggunakan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan, kalau pekerjaannya asal jadi alangkah mubazir anggaran yang fantastis tersebut,” tegas Doris

Sementara, Kepala Puskesmas Patia saat dikonfirmasi, Kamis (16/09/2021) terkait proyek IPAL tersebut terkesan tutup mata, untuk pekerjaannya berjalan lancar dan hasil pekerjaannya tidak ada yang janggal.

“Kalau pelaksananya saya belum pernah bertemu karena kebetulan saya lagi banyak pekerjaan di luar,” katanya.

“Kita kan disini hanya penerima manfaat, kalau untuk mempertanyakan mengenai pekerjaannya silahkan langsung saja konfirmasi yang punya proyeknya, kalau untuk nomor kontak pelaksana saya tidak punya,” tutupnya.

Sebelumnya, dari pantauan perkumpulan Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Banten, proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut dalam pelaksanaan pekerjaannya terkesan asal jadi, terlebih di lokasi kegiatan Proyek IPAL papan informasi (Plang Proyek) dalam posisi tersembunyi di samping ruangan, terkesan jauh dari transparansi publik.

JNI Banten melakukan investigasi lapangan berawal dari laporan warga beberapa hari yang lalu yang menyebut proyek IPAL tersebut terindikasi di kerjakan asal jadi dan semua pekerjaan dikerjakan secara manual.

Menurut warga setempat dari proses penggalian semua di kerjakan secara manual, fondasi galian juga terkesan hanya menempel dan menggantung di atas galian, jelas proyek tersebut di kerjakan asal jadi.

Proyek IPAL Puskesmas Patia yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Pandeglang mulai dilaksanakan sesuai informasi di papan proyek tercatat pada tanggal 15 juli 2021 dengan menelan anggaran yang begitu fantastis Rp 483.197.341 di laksanakan CV Bandakoela Contractor dengan nomor kontrak SP.011/2.01.13.PK/DINKES/2021.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana belum dapat terkonfirmasi.

Samsuni
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Karya WBP Lapas Rangkasbitung Mejeng di Legal Expo

Published

on

Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran

SERANG, CAKRATARA – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran seluruh Kegiatan pelayanan Publik, dan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan yang digelar pada tanggal 26-27 Oktober 2021 bertempat di halaman depan Kanwil Kemenkumham Banten, Rabu (27/10/2021).

Legal Expo ini menjadi salah satu ajang untuk mempublikasikan karya dari Warga Binaan agar mendapat perhatian dari masyarkakat dan sebagai bentuk nyata hasil pembinaan selama berada di Lapas.

Lapas Rangkasbitung juga turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Legal Expo tersebut dengan memperkenalkan produk hasil kegiatan dari warga binaan pemasyarakatan yaitu berupa Produksi Gitar Akustik sebagai produk unggulan, serta hasil kerajinan lainnya seperti Cobek/ulekan dari Bahan Kayu, Mangkuk dan Ukiran dari bahan kayu yang dibuat oleh WBP Lapas Rangkasbitung
Kalapas Rangkasbitung menjelaskan Pameran ini menjadi media pembinaan di Lapas dapat tersalurkan dan tersebarluaskan kepada masyarakat.

“Dengan mengikuti pameran Legal Expo ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui bahwasanya di dalam Lapas Rangkasbitung memiliki kegiatan-kegiatan yang bermanfaat semoga hasil produksi WBP Lapas Rangkasbitung dapat diterima di masyarakat dan dapat bersaing dengan produksi yang ada dimasyarakat akhirnya persepsi masyarakat semakin hari semakin baik terhadap Lapas dan Pemasyarakatan” ujar Kalapas.

Sebagai informasi selain masyarakat umum, Wamenkumham Republik Indonesia Prof Dr. Edward Omar Shairf Hierij hadir dan melihat pemeran hasil karya WBP serta Kakanwil Banten memberikan Gitar Lapas kepada Wamenkumham RI serta turut hadir Sekertaris Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono.

Wahid
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Tiga Pilar Tanjung Duren Kerja Bakti Pasca Kebakaran

Published

on

Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08

JAKARTA, CAKRATARA – Kepolisian Sektor Polsek Tanjung Duren bersama Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08 dan Gg 4 Rt. 04/08 Kel. Grogol Jakarta Barat, Rabu (27/10/2021).

Kapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Kompol Rosana Albertina Labobar, S.IK., M.Si didampingi Camat Grogol Petamburan Didit Sumaryanta dan Danramil 03/GP Kapten Inf. Irwan Triyono, saat memimpin Apel Kerja Bakti tersebut mengatakan, ucapan syukur atas nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun tujuan dari Tiga Pilar melakukan kerja bakti di lokasi kebakaran ini, adalah ingin meringankan beban warga yang terdampak musibah. Selain itu kebersihan lingkungan yang memang menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami mengimbau para korban kebakaran agar menjadikan musibah ini sebagai ujian, bukan sebagai cobaan, karena setelah ujian berakhir akan menerima kenikmatan,” ucap Kompol Ocha.

Kapolsek mengajak para korban kebakaran untuk selalu semangat dan optimis dalam menghadapi musibah. Harus bangkit untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Saya juga memberikan arahan dalam pelaksanaan kerja bakti agar petugas tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya”.

Selain itu di lokasi kebakaran, ia juga mengimbau kepada warga jika ingin meninggalkan rumah yakinkan bahwa kondisi arus listrik dalam keadaan posisi mati.

“Kemudian jika memasang instalasi listrik jangan satu kabel terlalu banyak beban colokan, ini yang sering menyebabkan arus pendek hingga kerap terjadinya kebakaran,” katanya.

Eman
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending