Connect with us

Nusantara

Carut Marut BPUM, JNI Ajukan Audensi dengan Dinas Koperasi Pandeglang

Published

on

Menyoal dugaan carut marut Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Kabupaten Pandeglang, Perkumpulan Jurnalis Nasional Indonesia

PANDEGLANG, CAKRATARA – Menyoal dugaan carut marut Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Kabupaten Pandeglang, Perkumpulan Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Provinsi Banten akan mengajukan permohonan audiensi kepada Dinas Koperasi pada Kamis (23/9/2021) mendatang.

Hal tersebut disampaikan Ketua JNI Banten, Andang Suherman kepada awak media, Sabtu (18/9/21).

Menurut dia, banyaknya dugaan carut marut program BPUM di Pandeglang yang tentunya tidak boleh dibiarkan, terutama masalah sistem online yang dirasakan masih kurang efektif lantaran minimnya pengetahuan masyarakat terhadap tekhnologi saat ini.

Selain itu, dalam regulasi program juga patut dicurigai adanya dugaan konspirasi busuk antara oknum pegawai Dinas Koperasi dengan pihak tertentu dalam hal ini oknum koordinator atau calo yang selama ini jelas meresahkan masyarakat, karena adanya Pungutan Liar (Pungli) terhadap penerima manfaat dengan dalih upah jasa yang besarannya hingga 50 persen dari nilai bantuan tersebut.

“Kita patut menduga ada oknum di dalam Dinas Koperasi yang bermain memanfaatkan program BPUM ini,” jelas Andang

Kenapa demikian lanjut Andang, itu karena banyak masyarakat yang mengeluh setelah mereka terdaftar sebagai penerima manfaat BPUM namun, saat dilakukan reservasi dirasa sulit masuk, tapi ironisnya penerima manfaat yang berssngkutan ternyata sudah terdaftar untuk pencairan di unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) tertentu akan tetapi bank diluar wilayah Kabupaten Pandeglang, bahkan ada penerima manfaat harus mencairkan bantuan itu hingga keluar daerah lain semisal, ke Bali, Sulawesi, Medan dan kota – kota lainnya.

“Jelas ini sudah meresahkan masyarakat khususnya penerima manfaat, karena mereka khawatir bantuan tersebut hangus dan tidak bisa untuk dicairkan. Maklum masyarakat kita masih Gaptek (Gagap Teknologi),” cetusnya

Untuk itu lanjut Andang, JNI sebagai organisasi sosial kontrol yang memiliki tugas dan fungsi menyampaikan edukasi kepada masyarakat meminta pihak Dinas Koperasi untuk menyelesaikan dan mencari solusi setiap permasalahan di tengah masyarakat khususnya menyikapi program BPUM tersebut.

“Nanti di audiensi kita minta penjelasan pihak dinkop dan berharap ada solusi yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.

Samsuni
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Karya WBP Lapas Rangkasbitung Mejeng di Legal Expo

Published

on

Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran

SERANG, CAKRATARA – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran seluruh Kegiatan pelayanan Publik, dan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan yang digelar pada tanggal 26-27 Oktober 2021 bertempat di halaman depan Kanwil Kemenkumham Banten, Rabu (27/10/2021).

Legal Expo ini menjadi salah satu ajang untuk mempublikasikan karya dari Warga Binaan agar mendapat perhatian dari masyarkakat dan sebagai bentuk nyata hasil pembinaan selama berada di Lapas.

Lapas Rangkasbitung juga turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Legal Expo tersebut dengan memperkenalkan produk hasil kegiatan dari warga binaan pemasyarakatan yaitu berupa Produksi Gitar Akustik sebagai produk unggulan, serta hasil kerajinan lainnya seperti Cobek/ulekan dari Bahan Kayu, Mangkuk dan Ukiran dari bahan kayu yang dibuat oleh WBP Lapas Rangkasbitung
Kalapas Rangkasbitung menjelaskan Pameran ini menjadi media pembinaan di Lapas dapat tersalurkan dan tersebarluaskan kepada masyarakat.

“Dengan mengikuti pameran Legal Expo ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui bahwasanya di dalam Lapas Rangkasbitung memiliki kegiatan-kegiatan yang bermanfaat semoga hasil produksi WBP Lapas Rangkasbitung dapat diterima di masyarakat dan dapat bersaing dengan produksi yang ada dimasyarakat akhirnya persepsi masyarakat semakin hari semakin baik terhadap Lapas dan Pemasyarakatan” ujar Kalapas.

Sebagai informasi selain masyarakat umum, Wamenkumham Republik Indonesia Prof Dr. Edward Omar Shairf Hierij hadir dan melihat pemeran hasil karya WBP serta Kakanwil Banten memberikan Gitar Lapas kepada Wamenkumham RI serta turut hadir Sekertaris Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono.

Wahid
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Tiga Pilar Tanjung Duren Kerja Bakti Pasca Kebakaran

Published

on

Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08

JAKARTA, CAKRATARA – Kepolisian Sektor Polsek Tanjung Duren bersama Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08 dan Gg 4 Rt. 04/08 Kel. Grogol Jakarta Barat, Rabu (27/10/2021).

Kapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Kompol Rosana Albertina Labobar, S.IK., M.Si didampingi Camat Grogol Petamburan Didit Sumaryanta dan Danramil 03/GP Kapten Inf. Irwan Triyono, saat memimpin Apel Kerja Bakti tersebut mengatakan, ucapan syukur atas nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun tujuan dari Tiga Pilar melakukan kerja bakti di lokasi kebakaran ini, adalah ingin meringankan beban warga yang terdampak musibah. Selain itu kebersihan lingkungan yang memang menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami mengimbau para korban kebakaran agar menjadikan musibah ini sebagai ujian, bukan sebagai cobaan, karena setelah ujian berakhir akan menerima kenikmatan,” ucap Kompol Ocha.

Kapolsek mengajak para korban kebakaran untuk selalu semangat dan optimis dalam menghadapi musibah. Harus bangkit untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Saya juga memberikan arahan dalam pelaksanaan kerja bakti agar petugas tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya”.

Selain itu di lokasi kebakaran, ia juga mengimbau kepada warga jika ingin meninggalkan rumah yakinkan bahwa kondisi arus listrik dalam keadaan posisi mati.

“Kemudian jika memasang instalasi listrik jangan satu kabel terlalu banyak beban colokan, ini yang sering menyebabkan arus pendek hingga kerap terjadinya kebakaran,” katanya.

Eman
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending