Connect with us

Nusantara

Kades Bojong Menteng Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Jembatan yang Ambruk

Published

on

Kepala Desa Bojong Menteng bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong membuat jembatan darurat yang ambrol akibat hujan deras

SERANG, CAKRATARA – Kepala Desa (Kades) Bojong Menteng mengajak masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong membuat jembatan darurat yang ambrol akibat hujan deras tepatnya di Lebak Bojong, Kampung Bojong Menteng RT 13 RW 04 Desa Bojong Menteng Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Minggu (12/09/2021).

Selaku Kepala Desa (Kades) Bojong Menteng, Inang Sobari merasa sangat prihatin atas terputusnya akses kendaraan R2 dan R4 dimana jembatan tersebut jalan satu-satunya di Desa Bojong Menteng.

Menyikapi hal tersebut, Inang Sobari mengajak kepada masyarakat melakukan kegiatan gotong royong bersama – sama untuk membuat jembatan darurat agar masyarakat bisa melakukan kegiatan kembali melalui akses jalan tersebut.

”Kegiatan gotong royong ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Dari hasil swadaya masyarakat yang ikut berpartisipasi untuk kepentingan kita bersama,” kata Inang Sobari.

“Semoga Jembatan darurat ini dapat dilintasi kembali kendaraan R2 dan R4, buah dari rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, karena ini merupakan aset besar bagi kemajuan sebuah desa/daerah,” imbuhnya.

Kepedulian masyarakat disandingkan dengan kepedulian pemerintah akan membuat setiap program pembangunan berjalan dengan maksimal, terjalin sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah.

Sementara itu, Ketua DPC Ormas Badak Banten melalui sambungan Whatsapp mengatakan, sangat mengapreasiasi kegiatan gotong royong pembuatan jembatan darurat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Menurutnya, votong royong itu adalah budaya nenek moyang sebagai Warga Negara Indonesia yang harus dilestarikan.

“Mudah-mudahan pihak terkait seperti Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk secepatnya membangun kembali jembatan tersebut, karena jembatan darurat ini sifatnya sementara,” tutupnya.

Azis Fuad
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Pemuda Pancasila Kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral Jaga Keamanan

Published

on

Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik

BANYUWANGI, CAKRATARA – Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik yang bertempat di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (16/10/21).

Dalam acara tersebut turut hadir Kepala Desa Ketapang Slamet dan juga tokoh kepemudaan Suhdi Purwanto sebagai Ketua Pelopor Ketapang dimana pemuda pelopor ketapang yang telah menaungi beberapa organisasi.

Adul Karim ketua dari dari Pemuda Pancasila ranting Ketapang menegaskan bahwa pemuda pancasila dan paguyuban remana netral berkolaborasi demi menjaga keamanan biar tidak terjadi kegaduhan di malam puncak final lomba bola voly plastik yang di lakukan oleh karang taruna arpan

Joko Misbono dan juga mahalik yang tergabung di dalam tim macan blambangan juga ikut hadir untuk memantau di kelancaran di dalam pertandingan.

Joko irawan ketua dari paguyuban remaja netral berharap semua karang taruna yang berada di desa ketapang bisa menjadi cotoh bagi pemuda pemudi yang berada diluar daera dan pemuda pemudi bisa ikut serta mebantu kabupaten khususnya di bidang olah raga karna di banyuwangi ini butuh pemuda pemudi yang pro aktif di bidang olaraga

Suhdi purwanto sebagai tokoh kepemudaan berharap semoga festival tropy pelopor ini bisa berlasung lancar dan serta untuk pemengnya bisa ada uwang pembinaan dan marikita bersama-sama kita jalin persatuan dan kesatuan karna pemuda pelopor ada wadah dari beberapa oranganisasi dan karang taruna pungkas suhdi purwanto.

Satrawi (Darwis)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Bupati Lebak Ajak Perempuan Untuk Berdaya Saing

Published

on

zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai suatu prodi dengan orientasi di bidang komunikasi perubahan sosial, Prodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan seminar nasional dan workshop mengenai komunikasi/kampanye kesehatan dengan fokus pada isu gender dan inklusi sosial (gesi), dengan Tema “Komunikasi Inklusi Gender Dalam Pemerataan Kesehatan”. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

Bupati Lebak menyampaikan, bahwa Kabupaten Lebak memiliki misi meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, dan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan, jadi akan berkorelasi kepada inklusi gender karena melalui kualitas pendidikan dan daya saing ini tidak bisa dibedakan antara laki-laki dan perempuan terlebih didalam Undang-Undang soal perempuan juga memiliki hak yang sama diberikan tiga puluh persen.

“Intinya saya mengajak kepada semuanya, kita perempuan harus berdaya saing diantaranya meningkatkan kompetensi dan tentunya lingkungan sekitar juga harus mendukung jadi kita memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, yang terpenting adalah mari kita gali potensi kita tingkatkan potensi kita untuk bisa bersaing dengan seluruh elemen yang lainnya” ujar Bupati Lebak.

Sementara itu Rektor Untirta Fatah Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan yang sensitif terhadap isu gender, mengoptimalkan pembangunan bidang kesehatan di Provinsi Banten khususnya, serta membuka jaringan dan kolaborasi lembaga akademik dan lembaga lainnya.

“Fokus workshop ini adalah distribusi pengetahuan tentang kampanye sosial yang berorientasi gender dalam meningkatkan kesadaran masyarakat soal isu kesehatan, terutama yang terkait dengan kasus gizi buruk, stunting, dan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.

Red
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending