Connect with us

Nusantara

Pidsus Kejari Sukabumi Panggil Pelapor Dugaan Pungli Rutilahu

Published

on

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi memanggil pelapor kasus dugaan pungutan liar program rumah tidak layak huni (Rutilahu)

SUKABUMI, CAKRATARA – Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi memanggil pelapor kasus dugaan pungutan liar program rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebagai pelapor, Dadan didampingi BPAN pada Senin (6/9/21) memenuhi undangan Pidsus Kejari Sukabumi untuk menjelaskan lebih lengkap kronologi terjadinya dugaan pungutan liar Rutilahu.

“Saya memenuhi panggilan Kejaksaan untuk memberikan keterangan lebih detail terkait permasalahan pungutan liar Rutilahu, dan kemungkinan setelah pemanggilan ini nanti pihak Kejaksaan akan memanggil oknum kepala desa,” ucap Dadan.

Dikatakan Dadan, memenuhi panggilan kejaksaan dengan mengajak warga yang sudah menyerahkan uangnya sebesar Rp 300 ribu rupiah yang punya keinginan rumahnya diperbaiki.

Usun salah satu dari 50 warga yang sudah menyerahkan uang dengan di janjikan oknum kepala desa akan mendapat perbaikan rumahnya dari program rumah tidak layak huni (Rutilahu) memaparkan, bahwa rumahnya akan di perbaiki, namun untuk memperlancar prosesnya harus ada uang pelicin Rp 300 ribu.

“Dengan dasar kepercayaan dan ingin rumah di perbaiki akhirnya saya mencari uang pinjaman, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” ungkap Usun.

Sementara itu, salah satu pelapor mantan Kepala Desa Banjarsari, Nanang menuturkan akan terus mengawal tindak lanjut pelaporan dugaan pungutan liar Rutilahu.

“Ini pelaporan dugaan pungli Rutilahu yang kedua kalinya terhadap oknum kades,” tutupnya.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Karya WBP Lapas Rangkasbitung Mejeng di Legal Expo

Published

on

Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran

SERANG, CAKRATARA – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran seluruh Kegiatan pelayanan Publik, dan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan yang digelar pada tanggal 26-27 Oktober 2021 bertempat di halaman depan Kanwil Kemenkumham Banten, Rabu (27/10/2021).

Legal Expo ini menjadi salah satu ajang untuk mempublikasikan karya dari Warga Binaan agar mendapat perhatian dari masyarkakat dan sebagai bentuk nyata hasil pembinaan selama berada di Lapas.

Lapas Rangkasbitung juga turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Legal Expo tersebut dengan memperkenalkan produk hasil kegiatan dari warga binaan pemasyarakatan yaitu berupa Produksi Gitar Akustik sebagai produk unggulan, serta hasil kerajinan lainnya seperti Cobek/ulekan dari Bahan Kayu, Mangkuk dan Ukiran dari bahan kayu yang dibuat oleh WBP Lapas Rangkasbitung
Kalapas Rangkasbitung menjelaskan Pameran ini menjadi media pembinaan di Lapas dapat tersalurkan dan tersebarluaskan kepada masyarakat.

“Dengan mengikuti pameran Legal Expo ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui bahwasanya di dalam Lapas Rangkasbitung memiliki kegiatan-kegiatan yang bermanfaat semoga hasil produksi WBP Lapas Rangkasbitung dapat diterima di masyarakat dan dapat bersaing dengan produksi yang ada dimasyarakat akhirnya persepsi masyarakat semakin hari semakin baik terhadap Lapas dan Pemasyarakatan” ujar Kalapas.

Sebagai informasi selain masyarakat umum, Wamenkumham Republik Indonesia Prof Dr. Edward Omar Shairf Hierij hadir dan melihat pemeran hasil karya WBP serta Kakanwil Banten memberikan Gitar Lapas kepada Wamenkumham RI serta turut hadir Sekertaris Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono.

Wahid
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading

Nusantara

Tiga Pilar Tanjung Duren Kerja Bakti Pasca Kebakaran

Published

on

Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08

JAKARTA, CAKRATARA – Kepolisian Sektor Polsek Tanjung Duren bersama Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08 dan Gg 4 Rt. 04/08 Kel. Grogol Jakarta Barat, Rabu (27/10/2021).

Kapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Kompol Rosana Albertina Labobar, S.IK., M.Si didampingi Camat Grogol Petamburan Didit Sumaryanta dan Danramil 03/GP Kapten Inf. Irwan Triyono, saat memimpin Apel Kerja Bakti tersebut mengatakan, ucapan syukur atas nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun tujuan dari Tiga Pilar melakukan kerja bakti di lokasi kebakaran ini, adalah ingin meringankan beban warga yang terdampak musibah. Selain itu kebersihan lingkungan yang memang menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami mengimbau para korban kebakaran agar menjadikan musibah ini sebagai ujian, bukan sebagai cobaan, karena setelah ujian berakhir akan menerima kenikmatan,” ucap Kompol Ocha.

Kapolsek mengajak para korban kebakaran untuk selalu semangat dan optimis dalam menghadapi musibah. Harus bangkit untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Saya juga memberikan arahan dalam pelaksanaan kerja bakti agar petugas tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya”.

Selain itu di lokasi kebakaran, ia juga mengimbau kepada warga jika ingin meninggalkan rumah yakinkan bahwa kondisi arus listrik dalam keadaan posisi mati.

“Kemudian jika memasang instalasi listrik jangan satu kabel terlalu banyak beban colokan, ini yang sering menyebabkan arus pendek hingga kerap terjadinya kebakaran,” katanya.

Eman
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending