Connect with us

Nusantara

Kejari Pandeglang Diminta Tuntaskan Dugaan Mark Up Tablet di Dindik

Published

on

FAM) bersama PP Muhamadiyah Kabupaten Pandeglang mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) segera menuntaskan kasus dugaan mark up pengadaan tablet

PANDEGLANG, CAKRATARA – Aktivis Front Aksi Mahasiswa (FAM) bersama PP Muhamadiyah Kabupaten Pandeglang mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) segera menuntaskan kasus dugaan mark up pengadaan tablet di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Kedatangan kami menemui jaksa penyidik tiada lain meminta kasus dugaan mark up tablet dinas pendidikan untuk segera dituntaskan dan mendesak agar segera ada penetepan tersangka kepada pelaku yang patut diduga merugikan keuangan negara tersebut,” ujar Ketua PP Muhamadiyah Kabupaten Pandeglang, Ilma Fatwa pada Selasa (7/9/2021).

Ilma Fatwa berharap Kejaksaan Negeri Pandeglang dapat serius dalam menangani masalah tersebut. Karena, kata dia, jika kasus itu berakhir tanpa ada sanksi hukum maka akan berdampak buruk terhadap nama baik dan citra penegak hukum di Pandeglang.

“Pengadaan tablet itu sendiri bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja tahun anggaran 2019 lalu,” ungkap Ilma

Sementara kata Ilma, mengenai adanya pengembalian uang kepada Kejari Pandeglang dari Kepala SMP, terkait uang fee yang diberikan dari penyedia, tentu menimbulkan kecurigaan dan butuh penjelasan dari pihak Kejari Pandeglang.

“Jangan sampai kabar atau isu mengenai pengembalian uang fee yang diterima kepsek menjadi dasar untuk menutup kasus ini, dan kami harap tidak ada tebang pilih baik kepsek atau pejabat Dindikbud Pandeglang yang terbukti ikut serta, harus diusut tuntas,” jelasnya.

Menanggapi permintaan aktivis, Kasipidsus Kejari Pandeglang, Kunto Trihatmojo, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan para aktivis yang turut memantau serta mengawal kasus tersebut.

“Untuk kasus ini sedang ditangani dan prosesnya pun sudah masuk tahap satu penyidikan,” ujar Kunto

Menyoal rumor pemberitaan adanya pengembalian sejumlah uang fee yang diterima para Kepala Sekolah dari penyedia jasa melalui pihak Kejari Pandeglang, Kunto membantahnya, dan mengatakan kalau berita tersebut tidak benar.

Karena kata dia, tidak ada pengembalian uang apapun dari kepala sekolah terlebih pengembalian itu diserahkan ke Kejari Pandeglang.

“Kami tegaskan berita itu tidak benar, karena tidak ada pengembalian uang fee kepada kejaksaan,” tutup Kunto.

Yeyen Sudrajat
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Pemuda Pancasila Kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral Jaga Keamanan

Published

on

Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik

BANYUWANGI, CAKRATARA – Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik yang bertempat di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (16/10/21).

Dalam acara tersebut turut hadir Kepala Desa Ketapang Slamet dan juga tokoh kepemudaan Suhdi Purwanto sebagai Ketua Pelopor Ketapang dimana pemuda pelopor ketapang yang telah menaungi beberapa organisasi.

Adul Karim ketua dari dari Pemuda Pancasila ranting Ketapang menegaskan bahwa pemuda pancasila dan paguyuban remana netral berkolaborasi demi menjaga keamanan biar tidak terjadi kegaduhan di malam puncak final lomba bola voly plastik yang di lakukan oleh karang taruna arpan

Joko Misbono dan juga mahalik yang tergabung di dalam tim macan blambangan juga ikut hadir untuk memantau di kelancaran di dalam pertandingan.

Joko irawan ketua dari paguyuban remaja netral berharap semua karang taruna yang berada di desa ketapang bisa menjadi cotoh bagi pemuda pemudi yang berada diluar daera dan pemuda pemudi bisa ikut serta mebantu kabupaten khususnya di bidang olah raga karna di banyuwangi ini butuh pemuda pemudi yang pro aktif di bidang olaraga

Suhdi purwanto sebagai tokoh kepemudaan berharap semoga festival tropy pelopor ini bisa berlasung lancar dan serta untuk pemengnya bisa ada uwang pembinaan dan marikita bersama-sama kita jalin persatuan dan kesatuan karna pemuda pelopor ada wadah dari beberapa oranganisasi dan karang taruna pungkas suhdi purwanto.

Satrawi (Darwis)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Bupati Lebak Ajak Perempuan Untuk Berdaya Saing

Published

on

zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai suatu prodi dengan orientasi di bidang komunikasi perubahan sosial, Prodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan seminar nasional dan workshop mengenai komunikasi/kampanye kesehatan dengan fokus pada isu gender dan inklusi sosial (gesi), dengan Tema “Komunikasi Inklusi Gender Dalam Pemerataan Kesehatan”. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

Bupati Lebak menyampaikan, bahwa Kabupaten Lebak memiliki misi meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, dan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan, jadi akan berkorelasi kepada inklusi gender karena melalui kualitas pendidikan dan daya saing ini tidak bisa dibedakan antara laki-laki dan perempuan terlebih didalam Undang-Undang soal perempuan juga memiliki hak yang sama diberikan tiga puluh persen.

“Intinya saya mengajak kepada semuanya, kita perempuan harus berdaya saing diantaranya meningkatkan kompetensi dan tentunya lingkungan sekitar juga harus mendukung jadi kita memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, yang terpenting adalah mari kita gali potensi kita tingkatkan potensi kita untuk bisa bersaing dengan seluruh elemen yang lainnya” ujar Bupati Lebak.

Sementara itu Rektor Untirta Fatah Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan yang sensitif terhadap isu gender, mengoptimalkan pembangunan bidang kesehatan di Provinsi Banten khususnya, serta membuka jaringan dan kolaborasi lembaga akademik dan lembaga lainnya.

“Fokus workshop ini adalah distribusi pengetahuan tentang kampanye sosial yang berorientasi gender dalam meningkatkan kesadaran masyarakat soal isu kesehatan, terutama yang terkait dengan kasus gizi buruk, stunting, dan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.

Red
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending