Connect with us

Nusantara

Aktivis Baksel Sebut Pembangunan Samsat Malingping Semrawut

Published

on

Aktivis Lebak Selatan (Baksel) Redi menyebut pengerjaan pembangunan Gedung Samsat Malingping tahap dua semrawut dan terkesan asal-asalan
Gedung Samsat Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: Cakratara/Asep)

LEBAK, CAKRATARA – Aktivis Lebak Selatan (Baksel) Redi menyebut pengerjaan pembangunan Gedung Samsat Malingping tahap dua semrawut dan bagian dalam lantai dua terkesan asal-asalan.

“Pengerjaan Gedung Samsat dinilai tidak menggunakan teknis pekerjaan dan terkesan terburu-buru, pemasangan langit-langit dan keramik sudah dilakukan sebelum instalasi listrik terpasang,” kata Aktivis Baksel, Redi kepada wartawan, Jumat (3/9/21).

Dikatakan Redi, bahwa proyek pembangunan Gedung Samsat Malingping, Kabupaten Lebak, Banten menyerap anggaran lebih dari Rp 19 miliar diduga dikerjakan tidak beraturan. Dirinya juga sangat menyayangkan dengan anggaran besar yang dialokasikan pemerintah untuk pembangunan Gedung Samsat tahap dua.

“Proyek pembangunan Gedung Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Pendapatan Daerah (UPT PPD) Samsat Malingping ini dianggap asal-asalan, dikarenakan ada beberapa elemen proyek yang terkesan dikerjakan terburu-buru dan tidak beraturan,” kata Redi.

Redi juga menuturkan, beberapa dugaannya kaitan dengan kesalahan yang dilakukan oleh pihak kontraktor atau pekerja dalam pengerjaan bangunan.

“Salah satunya adalah plafon dan keramik di lantai dua gedung, plafon dan keramik tersebut sudah terpasang namun instalasi listrik belum. Heran dengan apa yang terjadi di proyek tersebut sehingga bisa seperti itu, padahal di bawah lantai ada instalasi listrik dan di atas plafon ada pula buat kabel AC dan lain-lain,” tuturnya.

Menurutnya, pekerjaan itu terlalu memakan waktu lebih lama dan penghamburan anggaran. Oleh karena itu, Redi meminta Bapenda Banten turun tangan untuk memberikan teguran kepada pihak kontraktor.

Redi juga mempertanyakan kesiapan dan perencanaan para pekerja bangunan, terlebih konsultan yang bertanggung jawab tentang kontruksi bangunan dan diminta mengecek ke lokasi proyek.

“Bagaimana cara pengerjaannya bisa begitu? Apakah nanti akan dibongkar kembali? Ini sama halnya menghamburkan uang negara bukan uang kecil. Dalam hal ini untuk gajih tukang dan bahan material itu sudah lumayan besar,” katanya.

“Konsultan sebagai pengawas terkesan diam saja, dan dari pihak Bapenda Provinsi Banten pun terkesan tidak melakukan tindakan apa-apa. Apakah user tidak memiliki data terkait hal itu? itu menjadi tanda tanya besar,” tutupnya.

Sementara, pihak pelaksana belum dapat dimintai keterangan.

Reporter: Asep D Mulyadi
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Pemuda Pancasila Kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral Jaga Keamanan

Published

on

Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik

BANYUWANGI, CAKRATARA – Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik yang bertempat di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (16/10/21).

Dalam acara tersebut turut hadir Kepala Desa Ketapang Slamet dan juga tokoh kepemudaan Suhdi Purwanto sebagai Ketua Pelopor Ketapang dimana pemuda pelopor ketapang yang telah menaungi beberapa organisasi.

Adul Karim ketua dari dari Pemuda Pancasila ranting Ketapang menegaskan bahwa pemuda pancasila dan paguyuban remana netral berkolaborasi demi menjaga keamanan biar tidak terjadi kegaduhan di malam puncak final lomba bola voly plastik yang di lakukan oleh karang taruna arpan

Joko Misbono dan juga mahalik yang tergabung di dalam tim macan blambangan juga ikut hadir untuk memantau di kelancaran di dalam pertandingan.

Joko irawan ketua dari paguyuban remaja netral berharap semua karang taruna yang berada di desa ketapang bisa menjadi cotoh bagi pemuda pemudi yang berada diluar daera dan pemuda pemudi bisa ikut serta mebantu kabupaten khususnya di bidang olah raga karna di banyuwangi ini butuh pemuda pemudi yang pro aktif di bidang olaraga

Suhdi purwanto sebagai tokoh kepemudaan berharap semoga festival tropy pelopor ini bisa berlasung lancar dan serta untuk pemengnya bisa ada uwang pembinaan dan marikita bersama-sama kita jalin persatuan dan kesatuan karna pemuda pelopor ada wadah dari beberapa oranganisasi dan karang taruna pungkas suhdi purwanto.

Satrawi (Darwis)
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading

Nusantara

Bupati Lebak Ajak Perempuan Untuk Berdaya Saing

Published

on

zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai suatu prodi dengan orientasi di bidang komunikasi perubahan sosial, Prodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan seminar nasional dan workshop mengenai komunikasi/kampanye kesehatan dengan fokus pada isu gender dan inklusi sosial (gesi), dengan Tema “Komunikasi Inklusi Gender Dalam Pemerataan Kesehatan”. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

Bupati Lebak menyampaikan, bahwa Kabupaten Lebak memiliki misi meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, dan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan, jadi akan berkorelasi kepada inklusi gender karena melalui kualitas pendidikan dan daya saing ini tidak bisa dibedakan antara laki-laki dan perempuan terlebih didalam Undang-Undang soal perempuan juga memiliki hak yang sama diberikan tiga puluh persen.

“Intinya saya mengajak kepada semuanya, kita perempuan harus berdaya saing diantaranya meningkatkan kompetensi dan tentunya lingkungan sekitar juga harus mendukung jadi kita memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, yang terpenting adalah mari kita gali potensi kita tingkatkan potensi kita untuk bisa bersaing dengan seluruh elemen yang lainnya” ujar Bupati Lebak.

Sementara itu Rektor Untirta Fatah Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan yang sensitif terhadap isu gender, mengoptimalkan pembangunan bidang kesehatan di Provinsi Banten khususnya, serta membuka jaringan dan kolaborasi lembaga akademik dan lembaga lainnya.

“Fokus workshop ini adalah distribusi pengetahuan tentang kampanye sosial yang berorientasi gender dalam meningkatkan kesadaran masyarakat soal isu kesehatan, terutama yang terkait dengan kasus gizi buruk, stunting, dan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.

Red
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending