Connect with us

Nusantara

Warga Miskin Pandeglang Berharap Miliki Rumah Layak Huni

Published

on

Warga Miskin di Kabupaten Pandeglang membutuhkan bantuan pemerintah untuk mendapatkan rumah layak huni sesuai pada kebijakan sosial

PANDEGLANG, CAKRATARA – Warga Miskin di Kabupaten Pandeglang membutuhkan bantuan pemerintah untuk mendapatkan rumah layak huni sesuai pada kebijakan sosial melalui Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial.

Warga miskin Romlah umur 55 Tahun bertempat tinggal di Kampung Neglasari RT 01 RW 01 Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Kamis (2/9/21) mengatakan minta bantuan kepada pemerintah agar mendapatkan program rumah layak huni.

“Harapan saya ingin Ingin mendapatkan bantuan rumah yang layak seperti yang lain yang mendapatkan program bedah rumah,” harap Romlah.

Darto selaku ketua Rt 01/ Rw 04 Kampung Padahayu, Desa Panimbang Jaya, mengatakan, memang benar dirinya sudah mengajukan, bahkan dari desa sudah ketingkat atas.

“Untuk pengajuan di Rt saya, salah satunya Romlah yang saya ajukan Tahun lalu, dan hanya dapat Program BPNT saja, baru mulainya wabah Covid-19, sekitar 6 bulan keatas,” katanya.

“Saya juga ga tega melihat kondisi rumah Romlah, dimana kalau musim hujan gini, rumahnya pasti kebocoran,” Imbuhnya.

Siti Maesaroh, S.ip,
Selaku Sekretaris Desa PanimbangJaya mengatakan, sudah pernah di ajukan bedah rumah cuma terhambat di tanah nya pak, dia masih numpang di tanah pak maksudi. Setelah itu tanah tersebut di jual oleh Pak maksudi namun masih di perbolehkan tetap tinggal di tanah tersebut karena tidak di pakai,” ujarnya.

Dari pak maksudi di beri uang 1 Juta Rupiah untuk kadeudeuh katanya, pengakuan dari Rt Sudarto. Dan tidak di suruh pindah karena pemilik sekarang pun di perbolehkan tetap tinggal disitu. Namun kata pak Ustad Maskur itu dia beli tanah di tanah GG yang sekarang di pakai, tapi saya belum tahu lebih jelasnya. Insaallah hari ini saya mau kroscek langsung ke tempat,” Pungkasnya.

Micha
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Pemuda Pancasila Kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral Jaga Keamanan

Published

on

Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik

BANYUWANGI, CAKRATARA – Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik yang bertempat di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (16/10/21).

Dalam acara tersebut turut hadir Kepala Desa Ketapang Slamet dan juga tokoh kepemudaan Suhdi Purwanto sebagai Ketua Pelopor Ketapang dimana pemuda pelopor ketapang yang telah menaungi beberapa organisasi.

Adul Karim ketua dari dari Pemuda Pancasila ranting Ketapang menegaskan bahwa pemuda pancasila dan paguyuban remana netral berkolaborasi demi menjaga keamanan biar tidak terjadi kegaduhan di malam puncak final lomba bola voly plastik yang di lakukan oleh karang taruna arpan

Joko Misbono dan juga mahalik yang tergabung di dalam tim macan blambangan juga ikut hadir untuk memantau di kelancaran di dalam pertandingan.

Joko irawan ketua dari paguyuban remaja netral berharap semua karang taruna yang berada di desa ketapang bisa menjadi cotoh bagi pemuda pemudi yang berada diluar daera dan pemuda pemudi bisa ikut serta mebantu kabupaten khususnya di bidang olah raga karna di banyuwangi ini butuh pemuda pemudi yang pro aktif di bidang olaraga

Suhdi purwanto sebagai tokoh kepemudaan berharap semoga festival tropy pelopor ini bisa berlasung lancar dan serta untuk pemengnya bisa ada uwang pembinaan dan marikita bersama-sama kita jalin persatuan dan kesatuan karna pemuda pelopor ada wadah dari beberapa oranganisasi dan karang taruna pungkas suhdi purwanto.

Satrawi (Darwis)
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading

Nusantara

Bupati Lebak Ajak Perempuan Untuk Berdaya Saing

Published

on

zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai suatu prodi dengan orientasi di bidang komunikasi perubahan sosial, Prodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan seminar nasional dan workshop mengenai komunikasi/kampanye kesehatan dengan fokus pada isu gender dan inklusi sosial (gesi), dengan Tema “Komunikasi Inklusi Gender Dalam Pemerataan Kesehatan”. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

Bupati Lebak menyampaikan, bahwa Kabupaten Lebak memiliki misi meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, dan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan, jadi akan berkorelasi kepada inklusi gender karena melalui kualitas pendidikan dan daya saing ini tidak bisa dibedakan antara laki-laki dan perempuan terlebih didalam Undang-Undang soal perempuan juga memiliki hak yang sama diberikan tiga puluh persen.

“Intinya saya mengajak kepada semuanya, kita perempuan harus berdaya saing diantaranya meningkatkan kompetensi dan tentunya lingkungan sekitar juga harus mendukung jadi kita memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, yang terpenting adalah mari kita gali potensi kita tingkatkan potensi kita untuk bisa bersaing dengan seluruh elemen yang lainnya” ujar Bupati Lebak.

Sementara itu Rektor Untirta Fatah Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan yang sensitif terhadap isu gender, mengoptimalkan pembangunan bidang kesehatan di Provinsi Banten khususnya, serta membuka jaringan dan kolaborasi lembaga akademik dan lembaga lainnya.

“Fokus workshop ini adalah distribusi pengetahuan tentang kampanye sosial yang berorientasi gender dalam meningkatkan kesadaran masyarakat soal isu kesehatan, terutama yang terkait dengan kasus gizi buruk, stunting, dan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.

Red
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending