Connect with us

TNI-Polri

Kasus Pembunuhan Gajah, Bupati Beri Penghargaan Polres Aceh Timur

Published

on

penghargaan kepada Polres Aceh Timur atas keberhasilannya dalam mengungkapkan kasus pembunuhan gajah di Gampong Jambo Reuhat,

ACEH TIMUR, CAKRATARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memberi penghargaan kepada Polres Aceh Timur atas keberhasilannya dalam mengungkapkan kasus pembunuhan gajah di Gampong Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam beberapa waktu lalu.

Tidak hanya mendapat pelaku asal Polres Aceh Timur juga berhasil membekuk jaringan perburuan satwa liar itu hingga keluar Pulau Jawa.

Penyerahan piagam penghargaan yang merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Daerah dalam menjaga satwa dan alam itu dilakukan di ruang pertemuan Mapolres Aceh Timur, Kamis (2/9/21).

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H.M Thaib, SH yang diterima Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro.

Hadir dalam kegiatan itu Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur , T. Reza Riski, SH, M. Si, Waka Polres Aceh Timur Wakpolres Aceh Timur Kompol Chairul Ikhsan, S.I.K. serta seluruh pejabat utama Polres Aceh Timur.

Bupati Hasballah dalam kesempatan itu memberi apresiasi tinggi kepada Polres Aceh Timur yang telah mengungkap kasus perburuan satwa dilindungi. Keberhasilan ini tentunya merupakan bukti nyata dan keseriusan dalam menjaga satwa dan isi hutan Aceh.

“Dengan berhasilnya penangkapan pelaku kasus pembunuhan gajah maka hal ini telah membuat bagaimana proses penegak hukum begitu serius dalam mengungkap pelaku kejahatan. Kasus ini menjadi pelajaran bagaimana pentingnya menjaga kelestarian alam dan satwa yang ada didalamnya,” ujar Bupati Aceh Timur H Hasballah SH.

Menurut Sosok Bupati yang akrab disapa Rocky ini, Daerah Kabupaten Aceh Timur masih memiliki hutan yang asri dan kaya hasil alam, oleh sebab itu ia mengajak masyarakat menjaga dan memelihara lingkungan dengan penuh kesadaran.

“Kita berharap ini menjadi dorongan masyarakat dan menambah semangat kita dalam menjaga lingiungan dan satwa liar dilindungi lainnya,” ucap Bupati Rocky seraya mengapresiasi semua pihak yang telah ikut bersama-sama mendukung upaya konservasi satwa liar didaerahnya, termasuk lembaga pemerhati lingkungan yang berkiprah dengan programnya di Aceh Timur.

Rahmat
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

TNI-Polri

Gelar Vaksinasi Polsek Cibadak Diikuti Santriawan Santriawati

Published

on

Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Polsek Cibadak Polres Lebak Polda Banten gelar vaksinasi covid-19 massal dengan sasaran Masyarakat

LEBAK, CAKRATARA – Untuk mendukung Program Pemerintah dalam Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Polsek Cibadak Polres Lebak Polda Banten gelar vaksinasi covid-19 massal dengan sasaran Masyarakat dan 100 Santriawan/Santriawati Ponpes Al-Hidayah

di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Rabu (27/10/2021).

Gelar Vaksinasi Covic-19 massal tersebut dipimpin oleh Kapolsek Cibadak AKP H.E Kusroin, bekerjasama dengan Puskesmas Cibadak.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Teddy Rayendra,SIK,M.I.K Melalui Kapolsek Cibadak AKP H.E Kusroin.  mengatakan, “Hari ini Polsek Cibadak Polres Lebak bersama puskesmas Cibadak kembali melaksanakan Vaksinasi covid-19  massal bertempat di Ponpes Al-Hidayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak,” ujar Kusroin

“Polsek Cibadak kembali laksanakan gelar vaksinasi Covid-19 bersama Puskesmas Cibadak. Alhamdulillah para Santri di Ponpes Al-Hidayah mengikuti kegiatan Vaksinasi yang diadakan oleh Polsek Cibadak. dosis yang terpakai sebanyak 100 Dosis untuk dosis I sebayak 52 orang dan Dosis II sebayak 48 orang,” kata Kusroin.

“Tidak henti Kapolsek selalu mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya di Kecamatan Cibadak untuk mengikuti giat vaksinasi,karena ini adalah salah satu program pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19.

Terima kasih kepada Pimpinan Ponpes Al-Hidayah yang sudah mendukung Program Pemerintah tentang Vaksinasi Covid-19 ini. Dan bagi Yang sudah mengikuti vaksinasi diucapkan terimakasih dan ajak saudara,tetangga untuk mengikuti Vaksinasi ini, ungkapnya.

Kusroin juga mengungkapkan, dengan vaksinasi covid-19 akan tercipta herd immunity atau kekebalan tubuh untuk masyarakat Kec.Cibadak sehingga tidak mudah terpapar virus covid-19.

“Polsek Cibadak akan terus melaksanakan kegiatan Vaksinasi covid-19 Massal,  Silahkan masyarakat yang mau divaksin datang ke Polsek Cibadak atau Puskesmas Cibadak untuk konfirmasi waktu pelaksanaan yang telah kami Jadwalkan. Tetap terapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Anton Hermawan
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading

TNI-Polri

Mantan Kades Sodong Diduga  Korupsi DD Hingga Rp 418 Juta

Published

on

Mantan Kepala Desa (Kades) Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten berinisial SJ (54) dan anaknya berinisial YP (29)

PANDEGLANG, CAKRATARA – Mantan Kepala Desa (Kades) Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten berinisial SJ (54) dan anaknya berinisial YP (29) selaku Kepala Urusan Keuangan Desa Sodong diduga melakukan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 418 juta.

Keduanya ditetapkan tersangka dan ditahan di Mako Polres Pandeglang setelah hasil penyidikan dan pemeriksaan kerugian negara yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Pandeglang.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga saat memimpin jumpa pers mengatakan bahwa modus yang dilakukan kedua tersangka yakni dengan mengurangi jumlah volume bangunan serta tidak menyalurkan beberapa dana desa.

“Modus yang dilakukan kedua tersangka yakni mengurangi jumlah bahan dan keuangan dalam pelaksanaan pembangunan di desa yang bersifat fisik tersangka juga tidak menyalurkan beberapa dana yang seharusnya sudah diajukan untuk bidang pemberdayaan Rp20, Bidang Pembinaan Rp16,2 juta dan penyertaan modal BUMdes Rp50 juta,” jelas Shinto, Rabu (27/10/2021).

Shinto menjelaskan, tersangka YP selaku Kaur Keuangan awalnya mengajukan Desa Desa sebesar Rp772 juta, namun pada pelaksanaannya di lapangan hanya digunakan sebesar Rp354 juta sedangkan sisanya digunakan untuk kebutuhan pribadi kedua tersangka.

“Uang dari hasil korupsi sebesar Rp. 418 digunakan untuk keperluan di desa yang bukan peruntukannya dan untuk kepentingan pribadi kedua tersangka. Jumlah Rp418 itu sesuai hasil audit kerugian negara dari BPKP,” katanya.

Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana maksimal selama 20 kurungan penjara.

 

Anton Hermawan

Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending