Connect with us

Nusantara

Setelah Diresmikan, Pustadewikum Menarik Perhatian Khalayak

Published

on

Setelah diresmikan Perpustakaan Destinasi Wisata Hukum (Pustadewikum) mulai menarik perhatian Salah satunya dari PK Ahli Utama

LEBAK, CAKRATARA – Setelah diresmikan Perpustakaan Destinasi Wisata Hukum (Pustadewikum) mulai menarik perhatian khalayak. Salah satunya dari PK Ahli Utama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Nugroho yang secara resmi memberikan bantuan buku.

Penyerahan buku tersebut diwakilkan penyerahannya oleh Kasubsi Pembinaan, Eka Yogaswara kepada pengelola Pustadewikum di Ruang Rapat usai Pelaksanaan Apel Petugas, Rabu (25/08/21).

Dengan adanya bantuan buku tersebut, Perpustakaan Destinasi Wisata Hukum saat ini koleksi buku bacaan bertambah yang tentunya akan sangat membantu proses pembinaan yang berlangsung di Lapas Rangkasbitung.

Dihubungi terpisah, PK Ahli Utama Ditjenpas Nugroho membenarkan bahwa ia memberikan buku untuk menjadi tambahan wawasan bagi Pustadewikum.

“hal-hal inovatif inilah yang mesti didukung penuh dan berkembang diantara kita terutama di Lapas yang serba terbatas, tetapi karya dan wawasan tidak boleh terbatas harus tidak terbatas, saya menghibahkan beberapa buku agar menambah wawasan dan jendela berpikir seluruh yang menggunakan Pustadewikukum, semoga bermanfaat” Ujar Nugroho dalam pesan Whatsappnya.

Kalapas Rangkasbitung, Budi Ruswanto menjelaskan bahwa kehadiran Pustadewikum sebagai bagian dari upaya Lapas Rangkasbitung dalam meningkatkan pembinaan intelektual WBP dan juga sekaligus edukasi WBP dan Masyarakat.

“Pustadewikum harus berkembang dan mencapai sasarannya, terutama dalam meningkatkan pembinaan intelektualnya bagi WBP, edukasi terhadap WBP dan masyarakat juga serta kunci suksesnya reintegrasi sosial sesungguhnya,” jelas Budi sapaan akrabnya.

Kasubsi Pembinaan, Eka Yogaswara menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak atas dukungan yang terus mengalir bagi perkembangan Pustadewikum setelah diresmikan.

“Pustadewikum dimasa pandemic ini menjadi iconic dan unggulan tersendiri dalam kegiatan pembinan, terbuki WBP terus berbondong-bondong ke Pustadewikum untuk membaca dan meinjam buku sembari melihat-lihat konsepsi sejarah pemidanaan dan bukti pemeliharaan cagar budaya yang masih kokoh terpelihara. Bantuan buku ini tentu akan menambah khasanah dan memotivasi WBP sehingga semakin banyak dalam membaca“ ungkap Kasubsi Pembinaan, Eka Yogaswara.

Wahid Abdullah
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Karya WBP Lapas Rangkasbitung Mejeng di Legal Expo

Published

on

Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran

SERANG, CAKRATARA – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran seluruh Kegiatan pelayanan Publik, dan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan yang digelar pada tanggal 26-27 Oktober 2021 bertempat di halaman depan Kanwil Kemenkumham Banten, Rabu (27/10/2021).

Legal Expo ini menjadi salah satu ajang untuk mempublikasikan karya dari Warga Binaan agar mendapat perhatian dari masyarkakat dan sebagai bentuk nyata hasil pembinaan selama berada di Lapas.

Lapas Rangkasbitung juga turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Legal Expo tersebut dengan memperkenalkan produk hasil kegiatan dari warga binaan pemasyarakatan yaitu berupa Produksi Gitar Akustik sebagai produk unggulan, serta hasil kerajinan lainnya seperti Cobek/ulekan dari Bahan Kayu, Mangkuk dan Ukiran dari bahan kayu yang dibuat oleh WBP Lapas Rangkasbitung
Kalapas Rangkasbitung menjelaskan Pameran ini menjadi media pembinaan di Lapas dapat tersalurkan dan tersebarluaskan kepada masyarakat.

“Dengan mengikuti pameran Legal Expo ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui bahwasanya di dalam Lapas Rangkasbitung memiliki kegiatan-kegiatan yang bermanfaat semoga hasil produksi WBP Lapas Rangkasbitung dapat diterima di masyarakat dan dapat bersaing dengan produksi yang ada dimasyarakat akhirnya persepsi masyarakat semakin hari semakin baik terhadap Lapas dan Pemasyarakatan” ujar Kalapas.

Sebagai informasi selain masyarakat umum, Wamenkumham Republik Indonesia Prof Dr. Edward Omar Shairf Hierij hadir dan melihat pemeran hasil karya WBP serta Kakanwil Banten memberikan Gitar Lapas kepada Wamenkumham RI serta turut hadir Sekertaris Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono.

Wahid
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading

Nusantara

Tiga Pilar Tanjung Duren Kerja Bakti Pasca Kebakaran

Published

on

Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08

JAKARTA, CAKRATARA – Kepolisian Sektor Polsek Tanjung Duren bersama Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08 dan Gg 4 Rt. 04/08 Kel. Grogol Jakarta Barat, Rabu (27/10/2021).

Kapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Kompol Rosana Albertina Labobar, S.IK., M.Si didampingi Camat Grogol Petamburan Didit Sumaryanta dan Danramil 03/GP Kapten Inf. Irwan Triyono, saat memimpin Apel Kerja Bakti tersebut mengatakan, ucapan syukur atas nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun tujuan dari Tiga Pilar melakukan kerja bakti di lokasi kebakaran ini, adalah ingin meringankan beban warga yang terdampak musibah. Selain itu kebersihan lingkungan yang memang menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami mengimbau para korban kebakaran agar menjadikan musibah ini sebagai ujian, bukan sebagai cobaan, karena setelah ujian berakhir akan menerima kenikmatan,” ucap Kompol Ocha.

Kapolsek mengajak para korban kebakaran untuk selalu semangat dan optimis dalam menghadapi musibah. Harus bangkit untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Saya juga memberikan arahan dalam pelaksanaan kerja bakti agar petugas tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya”.

Selain itu di lokasi kebakaran, ia juga mengimbau kepada warga jika ingin meninggalkan rumah yakinkan bahwa kondisi arus listrik dalam keadaan posisi mati.

“Kemudian jika memasang instalasi listrik jangan satu kabel terlalu banyak beban colokan, ini yang sering menyebabkan arus pendek hingga kerap terjadinya kebakaran,” katanya.

Eman
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending