Connect with us

Nusantara

Lapas Rangkasbitung Gandeng Bank Syariah Tingkatkan Layanan

Published

on

Lapas Rangkasbitung bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia menyelenggarakan kegiatan peningkatan mutu layanan Pejabat Struktural

LEBAK, CAKRATARA – Lapas Rangkasbitung bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia menyelenggarakan kegiatan peningkatan mutu layanan yang diikuti oleh Pejabat Struktural dan seluruh Pegawai Lapas Rangkasbitung secara virtual, Kamis (26/08/21).

Hadir dalam kegiatan ini Wawan Toristiawan, selaku Host, Rachman Permata Islam (Branch Manager Bank Syariah Indonesia KCP Rangkasbitung 1) selaku narasumber, Budi Ruswanto (Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Rangkasbitung) selaku Opening Speech, dan Imsak Ramadhan (Area Manager Bank Syariah Indonesia Area Tangerang Raya).

Kalapas Rangkasbitung, Budi Ruswanto dalam sambutannya menyampaikan gambaran Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi di Lapas Rangkasbitung.

“LapasRangkasbitung akan terus berbenah diri untuk dapat memberikan Pelayanan Prima bagi Pengguna dan Optimis dalam Meraih WBK tahun ini, oleh karenanya langkah ini kami sangat terbuka kepada siapapun pihak yang mendukung dalam kerangka perubahan pola pikir dan budaya kerja serta peningkatan budaya pelayanan prima kepada seluruh pegawai” Kata Kalapas.

Pada kesempatan yang sama Rachman Permata Islam sebagai narasumber menyampaikan dukungannya terhadap upaya Lapas Rangkasbitung yang sedang membangun Zona Integritas.

“kami apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada kami, kita sharing hari ini dan selanjutnya harapnya kami juga bisa bermitra dan menjadi bagian dari kesukseskan Lapas Rangkasbitung dalam meraih Predikat WBP, tentu saja sebelum jauh kesana sosialisasi kami akan mencakup keseluruh aspek termasuk produk kesejahteraan pegawai, karena salah yang mendukung optimalisasi kinerja dan layanan adalah kesejahteraan dan pegawai yang kokoh dalam ekonomi dan brainstromingnya” Ujar Rachmat Permata Islam

Rachman sapaan akrabnya juga berkesempatan mensosialisasikan produk-produk kerjasama Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada petugas Lapas Kelas III Rangkasbitung, ia pun membuka call center bagi Bapak/ibu petugas Lapas yang ingin sharing knowledge dalam hal pelayanan dan juga produk layanan BSI, utamanya dalam mendukung kinerja organisasi.

Wahid Abdullah
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Pemuda Pancasila Kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral Jaga Keamanan

Published

on

Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik

BANYUWANGI, CAKRATARA – Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik yang bertempat di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (16/10/21).

Dalam acara tersebut turut hadir Kepala Desa Ketapang Slamet dan juga tokoh kepemudaan Suhdi Purwanto sebagai Ketua Pelopor Ketapang dimana pemuda pelopor ketapang yang telah menaungi beberapa organisasi.

Adul Karim ketua dari dari Pemuda Pancasila ranting Ketapang menegaskan bahwa pemuda pancasila dan paguyuban remana netral berkolaborasi demi menjaga keamanan biar tidak terjadi kegaduhan di malam puncak final lomba bola voly plastik yang di lakukan oleh karang taruna arpan

Joko Misbono dan juga mahalik yang tergabung di dalam tim macan blambangan juga ikut hadir untuk memantau di kelancaran di dalam pertandingan.

Joko irawan ketua dari paguyuban remaja netral berharap semua karang taruna yang berada di desa ketapang bisa menjadi cotoh bagi pemuda pemudi yang berada diluar daera dan pemuda pemudi bisa ikut serta mebantu kabupaten khususnya di bidang olah raga karna di banyuwangi ini butuh pemuda pemudi yang pro aktif di bidang olaraga

Suhdi purwanto sebagai tokoh kepemudaan berharap semoga festival tropy pelopor ini bisa berlasung lancar dan serta untuk pemengnya bisa ada uwang pembinaan dan marikita bersama-sama kita jalin persatuan dan kesatuan karna pemuda pelopor ada wadah dari beberapa oranganisasi dan karang taruna pungkas suhdi purwanto.

Satrawi (Darwis)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Bupati Lebak Ajak Perempuan Untuk Berdaya Saing

Published

on

zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai suatu prodi dengan orientasi di bidang komunikasi perubahan sosial, Prodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan seminar nasional dan workshop mengenai komunikasi/kampanye kesehatan dengan fokus pada isu gender dan inklusi sosial (gesi), dengan Tema “Komunikasi Inklusi Gender Dalam Pemerataan Kesehatan”. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

Bupati Lebak menyampaikan, bahwa Kabupaten Lebak memiliki misi meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, dan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan, jadi akan berkorelasi kepada inklusi gender karena melalui kualitas pendidikan dan daya saing ini tidak bisa dibedakan antara laki-laki dan perempuan terlebih didalam Undang-Undang soal perempuan juga memiliki hak yang sama diberikan tiga puluh persen.

“Intinya saya mengajak kepada semuanya, kita perempuan harus berdaya saing diantaranya meningkatkan kompetensi dan tentunya lingkungan sekitar juga harus mendukung jadi kita memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, yang terpenting adalah mari kita gali potensi kita tingkatkan potensi kita untuk bisa bersaing dengan seluruh elemen yang lainnya” ujar Bupati Lebak.

Sementara itu Rektor Untirta Fatah Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan yang sensitif terhadap isu gender, mengoptimalkan pembangunan bidang kesehatan di Provinsi Banten khususnya, serta membuka jaringan dan kolaborasi lembaga akademik dan lembaga lainnya.

“Fokus workshop ini adalah distribusi pengetahuan tentang kampanye sosial yang berorientasi gender dalam meningkatkan kesadaran masyarakat soal isu kesehatan, terutama yang terkait dengan kasus gizi buruk, stunting, dan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.

Red
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending