Connect with us

Nusantara

GPMC Selenggarakan Nobar Film Perjuangan Peringatan HUT RI ke-76

Published

on

Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Cipanas (GPMC) memiliki cara tersendiri dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76.

LEBAK, CAKRATARA – Organisasi Kepemudaan Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Cipanas (GPMC) memiliki cara tersendiri dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76.

Dalam kesempatan kali ini, GPMC menggelar Hari acara yang santai tapi penuh makna untuk merajut keberagaman Indonesia. Acara ini dihadiri sekitar 300 orang yang terdiri pemuda, mahasiswa dan pelajar serta masyarakat Sekitar Desa Jaya Pura.

Acara tersebut adalah nonton bareng (Nobar) film Pasukan Berani Mati Film yang diproduseri Denny JA dan Hanum Bramantyo tersebut berkisah tentang,” ujar Ketua GPMCKomunitas Muslim Anti Rasisme Heri Mufti saat memberi sambutan di TKP, Kp.Cikeris Desa Jayapura,Kec. Cipanas Kab.Lebak Prov.BantenDalam, Sabtu (21/8/2021).

Heri melanjutkan bahwa manusia tercipta berbeda-beda. Namun begitu, hendaknya perbedaan suku, ras, dan agama membuat manusia saling mengenal dan menghormati.
Bukan sebaliknya, perbedaan yang bersumber dari penciptaan Tuhan itu dijadikan alat untuk menghardik satu sama lain.

“Ingat, di mata Allah SWT hanya tingkat keimanan dan ketakwaan yang membedakan kita sebagai manusia,” sambungnya.

Kiki Hambali yang akrab di sapa Baban yang juga sebagai Ketua FGMC dalam sambutannya mengucapkan Terimaksih dan mengapresiasi Acara yg di gelar Rekan-rekan GPMCuntuk melakukan kegiatan HUT RI ke 76 di kampunya dengan meyode pendekaatan keagamaan dan kenegaraan lewat Pembacaan Sholawat Jibril Serta Film Dokumntasi Bertajuk Sebuah Pengorbanan Rakyat Indonesia untuk memperjuangkannya Arti Kemerdekaan.

“Kita ucapkan Terimaksih dan mengapresiasi kepada rekan-rekan GPMCyang telah berkegiatan dengan cara keagamaan dan kenegaraan lewat pembacaan Sholawat Jibril dan Pemutaran Film Dokumner guna memberikan penyadaran tentang arti sebuah kemerdekaan di tengah masyarakat dalam kondisi Abang ada yang sedang dilanda Covid-19.semoga dengan kegiatan tersebut kita bisa mengingat dan memahami bahwa perjuangan itu sangat dibutuhkan guna memahami tentang pentingnya persatuan dan kesatuan salah satunya dengan metode gotong ,” tandasnya.

Anton Hermawan
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Karya WBP Lapas Rangkasbitung Mejeng di Legal Expo

Published

on

Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran

SERANG, CAKRATARA – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran seluruh Kegiatan pelayanan Publik, dan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan yang digelar pada tanggal 26-27 Oktober 2021 bertempat di halaman depan Kanwil Kemenkumham Banten, Rabu (27/10/2021).

Legal Expo ini menjadi salah satu ajang untuk mempublikasikan karya dari Warga Binaan agar mendapat perhatian dari masyarkakat dan sebagai bentuk nyata hasil pembinaan selama berada di Lapas.

Lapas Rangkasbitung juga turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Legal Expo tersebut dengan memperkenalkan produk hasil kegiatan dari warga binaan pemasyarakatan yaitu berupa Produksi Gitar Akustik sebagai produk unggulan, serta hasil kerajinan lainnya seperti Cobek/ulekan dari Bahan Kayu, Mangkuk dan Ukiran dari bahan kayu yang dibuat oleh WBP Lapas Rangkasbitung
Kalapas Rangkasbitung menjelaskan Pameran ini menjadi media pembinaan di Lapas dapat tersalurkan dan tersebarluaskan kepada masyarakat.

“Dengan mengikuti pameran Legal Expo ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui bahwasanya di dalam Lapas Rangkasbitung memiliki kegiatan-kegiatan yang bermanfaat semoga hasil produksi WBP Lapas Rangkasbitung dapat diterima di masyarakat dan dapat bersaing dengan produksi yang ada dimasyarakat akhirnya persepsi masyarakat semakin hari semakin baik terhadap Lapas dan Pemasyarakatan” ujar Kalapas.

Sebagai informasi selain masyarakat umum, Wamenkumham Republik Indonesia Prof Dr. Edward Omar Shairf Hierij hadir dan melihat pemeran hasil karya WBP serta Kakanwil Banten memberikan Gitar Lapas kepada Wamenkumham RI serta turut hadir Sekertaris Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono.

Wahid
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading

Nusantara

Tiga Pilar Tanjung Duren Kerja Bakti Pasca Kebakaran

Published

on

Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08

JAKARTA, CAKRATARA – Kepolisian Sektor Polsek Tanjung Duren bersama Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08 dan Gg 4 Rt. 04/08 Kel. Grogol Jakarta Barat, Rabu (27/10/2021).

Kapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Kompol Rosana Albertina Labobar, S.IK., M.Si didampingi Camat Grogol Petamburan Didit Sumaryanta dan Danramil 03/GP Kapten Inf. Irwan Triyono, saat memimpin Apel Kerja Bakti tersebut mengatakan, ucapan syukur atas nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun tujuan dari Tiga Pilar melakukan kerja bakti di lokasi kebakaran ini, adalah ingin meringankan beban warga yang terdampak musibah. Selain itu kebersihan lingkungan yang memang menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami mengimbau para korban kebakaran agar menjadikan musibah ini sebagai ujian, bukan sebagai cobaan, karena setelah ujian berakhir akan menerima kenikmatan,” ucap Kompol Ocha.

Kapolsek mengajak para korban kebakaran untuk selalu semangat dan optimis dalam menghadapi musibah. Harus bangkit untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Saya juga memberikan arahan dalam pelaksanaan kerja bakti agar petugas tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya”.

Selain itu di lokasi kebakaran, ia juga mengimbau kepada warga jika ingin meninggalkan rumah yakinkan bahwa kondisi arus listrik dalam keadaan posisi mati.

“Kemudian jika memasang instalasi listrik jangan satu kabel terlalu banyak beban colokan, ini yang sering menyebabkan arus pendek hingga kerap terjadinya kebakaran,” katanya.

Eman
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending