Connect with us

TNI-Polri

Satreskrim Polres Lebak Ungkap Kasus Pencurian di SMAN 1 Cihara

Published

on

Satreskrim) Polres Lebak Polda Banten menggelar press conference pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan

LEBAK, CAKRATARA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak Polda Banten menggelar press conference pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan bertempat di aula Sanika Satyawada Polres Lebak, Rabu (18/8/2021).

“Hari ini kita menggelar press conference pengungkapan kasus tindak pidana dengan kekerasan yang terjadi pada hari Jum’at tanggal 13 Agustus 2021 sekitar pukul 02.00 WIB dengan TKP di SMAN 1 Cihara Kabupaten Lebak,” ujar Kapolres Lebak AKBP Teddy Rayendra,SIK,M.I.K. melalui Kasat Reskrim AKP Indik Rusmono,SIK. M.H.

Dikatakannya, para terduga pelaku melakukan aksinya dengan cara mencongkel pintu kayu laboratorium computer dengan menggunakan linggis, setelah itu masuk mengambil computer portabel yang masih tersimpan di kardus dan memindahkan ke tempat yang gelap di samping sekolah guna memudahkan menaikan dan mengemas komputer untuk dimasukkan ke dalam mobil.

“Namun aksi Para Pelaku tersebut diketahui oleh Penjaga Sekolah Sdr. Toid dan Sdr. Jaya Sumarna yang merupakan tukang kebun”

“Sadar aksinya diketahui kemudian para pelaku melakukan penganiayaan kepada korban sdr. Jaya Sumarna dengan menggunakan linggis dan kabur”

Kata Indik “Awalnya ada satu orang yang berhasil diamankan kemudian dilakukan penyidikan dan pengejaran oleh Tim Opsnal Satreskrim Polres Lebak bersama Polsek Panggarangan dan Alhamdulillah berhasil menangkap dua orang pelaku”

“Total ada Tiga orang Pelaku yang berhasil kita amankan dan dua orang masuk Daftar Pencarian Orang ( DPO ) yaitu Sdr. TJ dan Sdr. AY”

“Adapun identitas Pelaku yang Sdr. DK , 29 tahun alamat Desa Tanjung Sanai Kec. Padang Kab. Rejang Lebong – Bengkulu, Yang kedua Sdr. AS, 31 tahun, alamat Pademangan Jakarta Utara, dan Ketiga Sdr. RF, 20 tahun alamat Cilincing Jakarta Utara” jelas indik

“Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 29 unit Komputer Portabel merk HP, Satu Unit Monitor Merk Accer, Satu unit Server Merk HP, Satu unit infokus merk BenQ, Satu Unit CPU warna hitam, dua buah linggis, dua buah obeng, satu buah pisau lipat, dan Satu unit Mobil Toyota Kijang No.Pol : A-1080-HL yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya” lanjutnya

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman penjara paling lama dua belas tahun penjara

“Kami menghimbau kepada warga masyarakat khususnya sekolah-sekolah di wilayah selatan untuk meningkatkan kewaspadaan, agar meningkatkan keamanan apabila di sekolahnya ada barang-barang elektronik dan berkoordinasi dengan Polsek Setempat”tutup indik.

Anton Hermawan
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

TNI-Polri

Gelar Vaksinasi Polsek Cibadak Diikuti Santriawan Santriawati

Published

on

Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Polsek Cibadak Polres Lebak Polda Banten gelar vaksinasi covid-19 massal dengan sasaran Masyarakat

LEBAK, CAKRATARA – Untuk mendukung Program Pemerintah dalam Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Polsek Cibadak Polres Lebak Polda Banten gelar vaksinasi covid-19 massal dengan sasaran Masyarakat dan 100 Santriawan/Santriawati Ponpes Al-Hidayah

di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Rabu (27/10/2021).

Gelar Vaksinasi Covic-19 massal tersebut dipimpin oleh Kapolsek Cibadak AKP H.E Kusroin, bekerjasama dengan Puskesmas Cibadak.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Teddy Rayendra,SIK,M.I.K Melalui Kapolsek Cibadak AKP H.E Kusroin.  mengatakan, “Hari ini Polsek Cibadak Polres Lebak bersama puskesmas Cibadak kembali melaksanakan Vaksinasi covid-19  massal bertempat di Ponpes Al-Hidayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak,” ujar Kusroin

“Polsek Cibadak kembali laksanakan gelar vaksinasi Covid-19 bersama Puskesmas Cibadak. Alhamdulillah para Santri di Ponpes Al-Hidayah mengikuti kegiatan Vaksinasi yang diadakan oleh Polsek Cibadak. dosis yang terpakai sebanyak 100 Dosis untuk dosis I sebayak 52 orang dan Dosis II sebayak 48 orang,” kata Kusroin.

“Tidak henti Kapolsek selalu mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya di Kecamatan Cibadak untuk mengikuti giat vaksinasi,karena ini adalah salah satu program pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19.

Terima kasih kepada Pimpinan Ponpes Al-Hidayah yang sudah mendukung Program Pemerintah tentang Vaksinasi Covid-19 ini. Dan bagi Yang sudah mengikuti vaksinasi diucapkan terimakasih dan ajak saudara,tetangga untuk mengikuti Vaksinasi ini, ungkapnya.

Kusroin juga mengungkapkan, dengan vaksinasi covid-19 akan tercipta herd immunity atau kekebalan tubuh untuk masyarakat Kec.Cibadak sehingga tidak mudah terpapar virus covid-19.

“Polsek Cibadak akan terus melaksanakan kegiatan Vaksinasi covid-19 Massal,  Silahkan masyarakat yang mau divaksin datang ke Polsek Cibadak atau Puskesmas Cibadak untuk konfirmasi waktu pelaksanaan yang telah kami Jadwalkan. Tetap terapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Anton Hermawan
Cakratara

Continue Reading

TNI-Polri

Mantan Kades Sodong Diduga  Korupsi DD Hingga Rp 418 Juta

Published

on

Mantan Kepala Desa (Kades) Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten berinisial SJ (54) dan anaknya berinisial YP (29)

PANDEGLANG, CAKRATARA – Mantan Kepala Desa (Kades) Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten berinisial SJ (54) dan anaknya berinisial YP (29) selaku Kepala Urusan Keuangan Desa Sodong diduga melakukan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 418 juta.

Keduanya ditetapkan tersangka dan ditahan di Mako Polres Pandeglang setelah hasil penyidikan dan pemeriksaan kerugian negara yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Pandeglang.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga saat memimpin jumpa pers mengatakan bahwa modus yang dilakukan kedua tersangka yakni dengan mengurangi jumlah volume bangunan serta tidak menyalurkan beberapa dana desa.

“Modus yang dilakukan kedua tersangka yakni mengurangi jumlah bahan dan keuangan dalam pelaksanaan pembangunan di desa yang bersifat fisik tersangka juga tidak menyalurkan beberapa dana yang seharusnya sudah diajukan untuk bidang pemberdayaan Rp20, Bidang Pembinaan Rp16,2 juta dan penyertaan modal BUMdes Rp50 juta,” jelas Shinto, Rabu (27/10/2021).

Shinto menjelaskan, tersangka YP selaku Kaur Keuangan awalnya mengajukan Desa Desa sebesar Rp772 juta, namun pada pelaksanaannya di lapangan hanya digunakan sebesar Rp354 juta sedangkan sisanya digunakan untuk kebutuhan pribadi kedua tersangka.

“Uang dari hasil korupsi sebesar Rp. 418 digunakan untuk keperluan di desa yang bukan peruntukannya dan untuk kepentingan pribadi kedua tersangka. Jumlah Rp418 itu sesuai hasil audit kerugian negara dari BPKP,” katanya.

Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana maksimal selama 20 kurungan penjara.

 

Anton Hermawan

Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending