Connect with us

Nusantara

Ketua Karang Taruna Sukabumi Harap Pemuda Jadi Terdepan

Published

on

Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi periode 2021-2026 Asep Aripin akan menjalankan visi misi tetap pada orientasi generasi muda

SUKABUMI, CAKRATARA – Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi periode 2021-2026 Asep Aripin akan menjalankan visi misi tetap pada orientasi generasi muda berpegang teguh pada nilai-nilai karakter budaya bangsa dengan berpedoman pada nilai luhur sesuai Undang-undang Dasar 1945.

“Saya berharap pemuda karang taruna lebih maju di segala bidang, karena di Sukabumi ini banyak potensi yang bisa digali asalkan kita kreatif, inovaitif, mandiri Insya Allah semua yang diharapkan dapat terwujud,” kata Asep Aripin.

“Generasi muda adalah generasi harapan yang harus jadi terdepan di segala bidang,” tambahnya.

Salah satu anggota karang taruna berinisial N ” saya ingin tau kinerja dan gebrakan ketua baru saat ini,karena tugas ketua karang taruna di sukabumi ini sangat berat,harus kembali menata dan menumbuhkan rasa ke pemudaan yang sekarang ada beberapa daerah karang taruna di daerah hanya sebatas nama saja tanpa ada kejelasan dan ngambangnya dalam berorganisasi” jelas N

Disingung dari pernyataan N ini ,asep aripin mengapresiasi” ini tantangan buat saya selaku ketua karang taruna harus bisa merubah cara cara berorganisasi supaya tidak menjenuhkan,nantinya dengan cara program program kegiatan yang di berikan pada karang taruna di daerah agar lebih kreatip dan bisa mengembangkan nya,selain mereka berorganisasi juga dapat menghasilkan karya untuk organisasi” ujarnya” salah satu contoh kerajinan atau tempat tempat wisata yang dimana wadah karang taruna berperan aktiv dalam produksi atau penataan ,pengelolaan ,atau juga bisa dibidang lain seperti pembibitan ,pertanian,perikanan,karena dengan alam sukabumi yang mendukung semuanya akan tercapai segala usaha bila di laksanakan dengan benar dan sungguh sunguh” ucap asep aripin.

Bukan hal asing nama karang taruna di tiap daerah pasti ada,namun kemajuan dari karang taruna bukan hanya terletak pada pimpinan tapi juga pada anggota ,anggota karang taruna yang aktiv dan pintar dalam melakukan terobosan terobasan yang baik untuk kemajuan akan menjadikan karang taruna suatu daerah menjadi harapan seutuhnya.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Pemuda Pancasila Kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral Jaga Keamanan

Published

on

Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik

BANYUWANGI, CAKRATARA – Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik yang bertempat di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (16/10/21).

Dalam acara tersebut turut hadir Kepala Desa Ketapang Slamet dan juga tokoh kepemudaan Suhdi Purwanto sebagai Ketua Pelopor Ketapang dimana pemuda pelopor ketapang yang telah menaungi beberapa organisasi.

Adul Karim ketua dari dari Pemuda Pancasila ranting Ketapang menegaskan bahwa pemuda pancasila dan paguyuban remana netral berkolaborasi demi menjaga keamanan biar tidak terjadi kegaduhan di malam puncak final lomba bola voly plastik yang di lakukan oleh karang taruna arpan

Joko Misbono dan juga mahalik yang tergabung di dalam tim macan blambangan juga ikut hadir untuk memantau di kelancaran di dalam pertandingan.

Joko irawan ketua dari paguyuban remaja netral berharap semua karang taruna yang berada di desa ketapang bisa menjadi cotoh bagi pemuda pemudi yang berada diluar daera dan pemuda pemudi bisa ikut serta mebantu kabupaten khususnya di bidang olah raga karna di banyuwangi ini butuh pemuda pemudi yang pro aktif di bidang olaraga

Suhdi purwanto sebagai tokoh kepemudaan berharap semoga festival tropy pelopor ini bisa berlasung lancar dan serta untuk pemengnya bisa ada uwang pembinaan dan marikita bersama-sama kita jalin persatuan dan kesatuan karna pemuda pelopor ada wadah dari beberapa oranganisasi dan karang taruna pungkas suhdi purwanto.

Satrawi (Darwis)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Bupati Lebak Ajak Perempuan Untuk Berdaya Saing

Published

on

zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai suatu prodi dengan orientasi di bidang komunikasi perubahan sosial, Prodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan seminar nasional dan workshop mengenai komunikasi/kampanye kesehatan dengan fokus pada isu gender dan inklusi sosial (gesi), dengan Tema “Komunikasi Inklusi Gender Dalam Pemerataan Kesehatan”. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

Bupati Lebak menyampaikan, bahwa Kabupaten Lebak memiliki misi meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, dan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan, jadi akan berkorelasi kepada inklusi gender karena melalui kualitas pendidikan dan daya saing ini tidak bisa dibedakan antara laki-laki dan perempuan terlebih didalam Undang-Undang soal perempuan juga memiliki hak yang sama diberikan tiga puluh persen.

“Intinya saya mengajak kepada semuanya, kita perempuan harus berdaya saing diantaranya meningkatkan kompetensi dan tentunya lingkungan sekitar juga harus mendukung jadi kita memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, yang terpenting adalah mari kita gali potensi kita tingkatkan potensi kita untuk bisa bersaing dengan seluruh elemen yang lainnya” ujar Bupati Lebak.

Sementara itu Rektor Untirta Fatah Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan yang sensitif terhadap isu gender, mengoptimalkan pembangunan bidang kesehatan di Provinsi Banten khususnya, serta membuka jaringan dan kolaborasi lembaga akademik dan lembaga lainnya.

“Fokus workshop ini adalah distribusi pengetahuan tentang kampanye sosial yang berorientasi gender dalam meningkatkan kesadaran masyarakat soal isu kesehatan, terutama yang terkait dengan kasus gizi buruk, stunting, dan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.

Red
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending