Connect with us

Nusantara

Hilman Sony Ungkap Pengunduran Diri Ketum Badak Banten

Published

on

By

Sebagai Sekjen sekaligus pendiri Ormas Badak Banten Hilman Sony Permana mengungkapkan pengunduran diri Buya Sujana Karis sebagai Ketua Umum

SERANG, CAKRATARA – Sebagai Sekjen sekaligus pendiri Ormas Badak Banten Hilman Sony Permana mengungkapkan pengunduran diri Buya Sujana Karis sebagai Ketua Umum (Ketum) Badak Banten tertanggal 17 Agustus 2021 secara tertulis.

Pengunduran diri tersebut sudah beberapa bulan sebelumnya secara lisan, namun saya meminta kepada Buya agar membuat pengunduran diri secara tertulis. Karena Badak Banten adalah organisasi tidak bisa mengundurkan diri begitu saja hanya melalui ucapan lisan,” kata Hilman Sony Permana, Selasa (17/8/21).

Perihal alasan pengunduran diri Buya Sujana Karis, Hilman tidak ingin menggali persoalannya, karena setiap anggota berhak untuk mengundurkan diri sebagaimana diatur dalam AD/ART Organisasi.

“Dengan pengunduran diri tersebut saya mewakili pendiri dan mewakili pengurus DPP mengucapkan Alhamdulillah karena ada kejelasan dan kepastian sekaligus juga mengungkapkan terima kasih kepada Buya Sujana Karis atas andilnya selama ini di Badak Banten. Terima kasih juga pernah menjadi bagian dari Keluarga Besar Badak Banten,” ucap Hilman Sony Permana.

Sebagai pengganti jabatan Ketua Umum, kata Hilman menerangkan bahwa dengan mundurnya Ketua Umum bukan sebuah persoalan yang besar, itu biasa-biasa saja karena Badak Banten adalah organisasi terpelajar yang tentunya sudah ada aturan mainnya baik dalam AD/ART maupun peraturan organisasi. Maka Ketua Harian yang akan menjadi penjabat sementara sebagai Ketua Umum dan berkewajiban melaksanakan Mubeslub untuk memilih dan menetapkan Ketua Umum selanjutnya.

“Saya berharap Kader Badak Banten sendiri yang menjadi Ketumnya asalkan bukan dari unsur pendiri, karena salah satu tujuan pendiri mendirikan Badak Banten adalah agar bisa mencetak kader dari unsur anggota untuk menjadi pemimpin. Siapapun boleh mencalonkan untuk menjadi ketua Umum, yang pasti sesuai dengan aturan adalah yang dapat menjadi panutan dan tidak memiliki perbuatan tercela yang akan merusak citra organisasi, karena sosok ketua umum merupakan representatif organisasi Badak Banten untuk internal dan keluar organisasi,” harap Hilman menutup pembicaraan.

Azis Fuad
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Peringati HUT ke 61, Karang Taruna Sobang Adakan Turnamen Badminton

Published

on

By

Dalam rangka memperingati HUT ke 61, Karang Taruna Kecamatan Sobang mengadakan kegiatan Turnamen Badminton bertempat di Gedung Olah Raga Guru

LEBAK, CAKRATARA – Dalam rangka peringati HUT ke 61, Karang Taruna Kecamatan Sobang mengadakan kegiatan Turnamen Badminton bertempat di Gedung Olah Raga Guru (GOR) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sobang, di Kampung Pasir Eurih, Desa Sindanglaya Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Minggu (26/9/2021).

Panitia Turnamen Badminton Karang Taruna Kecamatan Sobang Mamat Apianto mengatakan, dalam rangka peringati HUT ke 61 Karang Taruna (Katar) dari pengurus sekaligus Panitia Karang Taruna Kecamatan Sobang ini mengadakan turnamen badminton untuk menjalin tali silaturahmi dan mengembangkan bakat para pemuda yang ada di Kecamatan Sobang.

“Alhamdulilah dari semua kalangan sangat antusias mengikuti turnamen badminton, dan dalam kegiatan tersebut kami pun tidak lepas mematuhi Protokol Kesehatan,” ungkap Mamat.

Ketua Karang Taruna (Katar) Kecamatan Sobang Asep Hidayat mengatakan, di hari ulang tahun Karang Taruna ke 61, semangat untuk terus meningkatkan rasa cinta kita terhadap sosial lingkungan masyarakat.

“Melalui turnamen tali silaturahmi khususnya bagi pecinta olahraga dan umumnya bagi Kecamatan Sobang,” tutup Asep.

Red: Kosasih
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Janda 6 Anak di Pandeglang Tak Dapat Bantuan Kondisinya Memprihatinkan

Published

on

By

Janda 6 anak diduga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah kondisinya sangat memprihatinkan bertempat tinggal di Kampung Lebak
Kondisi rumah Ade seorang janda yang memiliki 6 anak. (Foto: Cakratara)

PANDEGLANG, CAKRATARA – Seorang Janda 6 anak diduga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah kondisinya sangat memprihatinkan bertempat tinggal di Kampung Lebak Buah RT 02 / RW 02, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu (26/09/2021).

Janda 6 anak bernama Ade (41) hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan ini tinggal di rumah tembok bercampur geribik yang sudah lapuk dimakan usia dan bocor disaat musim penghujan turun sehingga dalam rumah penuh dengan genangan air yang membuat mereka susah tidur.

Kepada wartawan Ade mengaku, bahwa dirinya tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama 6 (enam) anaknya. Semenjak bercerai dengan suaminya sekitar 2 tahun silam, kondisi ekonominya sangat memprihatinkan. Lebih miris lagi kedua orang tuanya Ade bercerai lalu ibunya meninggal 4 bulan yang lalu.

“Semenjak saya cerai 2 tahun yang lalu, dan ibu saya meninggal, saya tinggal bersama anak-anak saya tidak punya penghasilan yang tetap, untuk memberi makan anak-anak hanya dari hasil kerja saya yang tidak menentu, apabila ada yang nyuruh, dan terkadang saya bersama anak-anak, bisa makan itu dari pemberian tetangga,” terang Ade, Minggu (26/9/2021).

Dikatakannya, waktu ibu masih ada dirinya kerja di Jakarta, tapi semenjak ibu meninggal tidak ada yang mengurus anak-anak, apalagi anak yang paling kecil masih butuh ASI.

Ade berharap kepada pemerintah, para dermawan atau donatur, agar dapat membantu meringankan penderitaannya, dan berharap untuk memiliki rumah yang layak huni.

Karena, kata Ade, jangankan untuk betulin rumah, untuk kebutuhan hidup bersama anak-anaknya saja sangat kesulitan. Untuk makan sehari-hari saja susah, tiap hari dia hanya menangis, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan anaknya yang masih pada sekolah.

“Anak pertama, ke dua, ke tiga dan ke empat masih sekolah, yang ke lima belum sekolah, sedangkan anak yang ke enam baru berumur 4 (tahun) tahun,” pungkas Ade.

Di tempat terpisah Ketua OKK DPP Badak Banten Samsuni, Kepada Awak Media Via Pesan Whatssap mengatakan Realita yang mengenaskan ini ternyata benar-benar ada di negeri yang kaya ini. Merasa berdosa rasanya jika kondisi warga duafa ini tidak segera teratasi bersama.

“Kami mengajak kepada para dermawan yang ingin ikut berkontribusi dalam Gerakan Sosial Kemanusiaan ini guna membantu keluarga kurang mampu tersebut, mari salurkan infaknya,” kata Samsuni.

“Kami juga berharap berita ini sampai ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang cq Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Permukiman, Baznas Pandeglang, dan para Wakil Rakyat, anggota DPRD Pandeglang yang terhormat,” tutup Samsuni.

Yeyen Sudrajat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications