Connect with us

Nusantara

Asda I Lebak Sampaikan Penundaan Pilkades Serentak

Published

on

Asda) I Bidang Pemerintahan Kabupaten Lebak menyampaikan keputusan untuk menunda waktu pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)
Foto ilustrasi (Cakratara)

LEBAK, CAKRATARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan menyampaikan keputusan untuk menunda waktu pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) seiring terbitnya surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Asda I Bidang Pemerintahan Kabupaten Lebak, Alkadri mengatakan, bahwa Pilkades di Kabupaten Lebak akan digelar pada 24 Oktober 2021. Semula, kata dia, pemilihan tersebut akan digelar 26 September 2021.

“Pilkades serentak 266 desa di Kabupaten Lebak diundur dari semula 26 September menjadi 24 Oktober,” kata Alkadri, Sabtu (14/8/21).

“Ada beberapa tahapan jadwal Pilkades yang juga ikut diundur, seperti tahapan masa kampanye,” tambahnya.

Diterangkan Alkadri, penundaan Pilkades yang hampir selama satu bulan ini merujuk kepada surat Menteri Dalam Negeri Nomor 141/4251/SJ pada 9 Agustus 2021 sesuai arahan Presiden RI terkait angka penyebaran Covid-19 yang meningkat secara nasional akibat varian delta.

Ada beberapa poin dalam surat Mendagri itu, salah satunya pemerintah daerah yang akan menggelar Pilkades agar menunda pesta demokrasi tingkat desa baik serentak maupun PAW yang mungkin akan digelar.

“Dasarnya tertunda-tunda instruksi Mendagri. Surat pengunduran jadwal Pilkades sudah diajukan ke Ibu Bupati, nanti Ibu Bupati menyurati camat dan camat memberikan informasi ke pihak desa,” ujarnya.

Alkadri berharap, kasus Covid-19 di Kabupaten Lebak dapat terus turun. Sehingga, Pilkades tidak mengalami penundaan kembali.

“Saat ini Pemkab Lebak konsentrasi untuk menekan angka penyebaran penularan Covid-19 dan tengah melaksanakan program vaksinasi kepada masyatakat,” katanya.

“Oleh karena itu, saya juga terus mengimbau para Kades untuk terus mengajak masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan,” sambungnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lebak, Babay Imroni membenarkan tertundanya pelaksanaan Pilkades.

“Diundur ke 24 Oktober, dasarnya surat Mendagri. Calon Kades bisa lebih panjang sosialisasi ke masyarakat,” tutupnya.

Cs Suteja
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Karya WBP Lapas Rangkasbitung Mejeng di Legal Expo

Published

on

Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran

SERANG, CAKRATARA – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2021 Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Mengadakan Pameran seluruh Kegiatan pelayanan Publik, dan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan yang digelar pada tanggal 26-27 Oktober 2021 bertempat di halaman depan Kanwil Kemenkumham Banten, Rabu (27/10/2021).

Legal Expo ini menjadi salah satu ajang untuk mempublikasikan karya dari Warga Binaan agar mendapat perhatian dari masyarkakat dan sebagai bentuk nyata hasil pembinaan selama berada di Lapas.

Lapas Rangkasbitung juga turut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan Legal Expo tersebut dengan memperkenalkan produk hasil kegiatan dari warga binaan pemasyarakatan yaitu berupa Produksi Gitar Akustik sebagai produk unggulan, serta hasil kerajinan lainnya seperti Cobek/ulekan dari Bahan Kayu, Mangkuk dan Ukiran dari bahan kayu yang dibuat oleh WBP Lapas Rangkasbitung
Kalapas Rangkasbitung menjelaskan Pameran ini menjadi media pembinaan di Lapas dapat tersalurkan dan tersebarluaskan kepada masyarakat.

“Dengan mengikuti pameran Legal Expo ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui bahwasanya di dalam Lapas Rangkasbitung memiliki kegiatan-kegiatan yang bermanfaat semoga hasil produksi WBP Lapas Rangkasbitung dapat diterima di masyarakat dan dapat bersaing dengan produksi yang ada dimasyarakat akhirnya persepsi masyarakat semakin hari semakin baik terhadap Lapas dan Pemasyarakatan” ujar Kalapas.

Sebagai informasi selain masyarakat umum, Wamenkumham Republik Indonesia Prof Dr. Edward Omar Shairf Hierij hadir dan melihat pemeran hasil karya WBP serta Kakanwil Banten memberikan Gitar Lapas kepada Wamenkumham RI serta turut hadir Sekertaris Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono.

Wahid
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading

Nusantara

Tiga Pilar Tanjung Duren Kerja Bakti Pasca Kebakaran

Published

on

Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08

JAKARTA, CAKRATARA – Kepolisian Sektor Polsek Tanjung Duren bersama Tiga Pilar melaksanakan Apel Kerja Bakti membersihkan puing-puing di area pasca kebakaran yang terjadi di Jl.Makaliwe II Gg. 3 Rt. 03/08 dan Gg 4 Rt. 04/08 Kel. Grogol Jakarta Barat, Rabu (27/10/2021).

Kapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Kompol Rosana Albertina Labobar, S.IK., M.Si didampingi Camat Grogol Petamburan Didit Sumaryanta dan Danramil 03/GP Kapten Inf. Irwan Triyono, saat memimpin Apel Kerja Bakti tersebut mengatakan, ucapan syukur atas nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun tujuan dari Tiga Pilar melakukan kerja bakti di lokasi kebakaran ini, adalah ingin meringankan beban warga yang terdampak musibah. Selain itu kebersihan lingkungan yang memang menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami mengimbau para korban kebakaran agar menjadikan musibah ini sebagai ujian, bukan sebagai cobaan, karena setelah ujian berakhir akan menerima kenikmatan,” ucap Kompol Ocha.

Kapolsek mengajak para korban kebakaran untuk selalu semangat dan optimis dalam menghadapi musibah. Harus bangkit untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Saya juga memberikan arahan dalam pelaksanaan kerja bakti agar petugas tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya”.

Selain itu di lokasi kebakaran, ia juga mengimbau kepada warga jika ingin meninggalkan rumah yakinkan bahwa kondisi arus listrik dalam keadaan posisi mati.

“Kemudian jika memasang instalasi listrik jangan satu kabel terlalu banyak beban colokan, ini yang sering menyebabkan arus pendek hingga kerap terjadinya kebakaran,” katanya.

Eman
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending