Connect with us

Nusantara

567 KPM Desa Sawarna Terima Beras PPKM Medium

Published

on

567 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah menerima bantuan beras PPKM yang disalurkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sawarna, Kecamatan Bayah,

LEBAK, CAKRATARA – 567 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah menerima bantuan beras PPKM yang disalurkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis (12/8/2021).

Saat ditemui wartawan di ruang tugasnya, Kepala Desa Sawarna Iwa Sungkawa mengatakan, Pemdes Sawarna sudah menerima beras bantuan PPKM dari Bulog Lebak dengan kualitas medium yang bagus dan dapat diterima masyarakat.

“Alhamdulilah beras yang kami terima kualitasnya bisa diterima, beras medium dan bagus sehingga bisa kami salurkan pada masyarakat penerima manfaat,” kata Kades Sawarna.

Sebelumnya, kata Iwa, ramai terkait kualitas beras kurang bagus yang datang ke desa- desa lain, tapi untuk Desa Sawarna beras PPKM bisa diterima masyarakat karena dianggap bagus dan sesuai atau layak konsumsi.

Penyaluran beras PPKM kepada 567 KPM BST, BPNT, dan PKH di Desa Sawarna dengan menerapkan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran Covid-19.

“Hari ini kita kumpulkan warga penerima dengan jadwal per lingkungan agar tidak terjadi kerumunan warga dalam pengambilan beras, tetap kita terapkan Prokes Covid-19,” pungkasnya.

Sementara Erik, RW di Kampung Cibeas Desa Sawarna saat mendampingi masyarakat mengambil beras PPKM menyampaikan ucapan terima kasih karena sudah menerima bantuan beras dengan kualitas yang bagus.

“Saya ucapkan terima kasih pada pemerintah yang telah menyalurkan beras PPKM buat warga. Alhamdulilah kami sebagai pengurus lingkungan tidak malu karena beras bisa diterima dengan baik oleh masyarakat karena kualitas beras cukup bagus,” katanya.

Suharyati salah satu KPM batuan beras PPKM juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Sawarna dan pemerintah yang sudah memberikan bantuan beras.

“Kami masyarakat Desa Sawarna mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan pemerintah, karena beras yang kami terima cukup bagus, Alhamdulilah dapat membantu kami di masa sulit ini,” tutup Suharyati.

Reporter: Asep Dedi Mulyadi
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Pemuda Pancasila Kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral Jaga Keamanan

Published

on

Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik

BANYUWANGI, CAKRATARA – Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik yang bertempat di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (16/10/21).

Dalam acara tersebut turut hadir Kepala Desa Ketapang Slamet dan juga tokoh kepemudaan Suhdi Purwanto sebagai Ketua Pelopor Ketapang dimana pemuda pelopor ketapang yang telah menaungi beberapa organisasi.

Adul Karim ketua dari dari Pemuda Pancasila ranting Ketapang menegaskan bahwa pemuda pancasila dan paguyuban remana netral berkolaborasi demi menjaga keamanan biar tidak terjadi kegaduhan di malam puncak final lomba bola voly plastik yang di lakukan oleh karang taruna arpan

Joko Misbono dan juga mahalik yang tergabung di dalam tim macan blambangan juga ikut hadir untuk memantau di kelancaran di dalam pertandingan.

Joko irawan ketua dari paguyuban remaja netral berharap semua karang taruna yang berada di desa ketapang bisa menjadi cotoh bagi pemuda pemudi yang berada diluar daera dan pemuda pemudi bisa ikut serta mebantu kabupaten khususnya di bidang olah raga karna di banyuwangi ini butuh pemuda pemudi yang pro aktif di bidang olaraga

Suhdi purwanto sebagai tokoh kepemudaan berharap semoga festival tropy pelopor ini bisa berlasung lancar dan serta untuk pemengnya bisa ada uwang pembinaan dan marikita bersama-sama kita jalin persatuan dan kesatuan karna pemuda pelopor ada wadah dari beberapa oranganisasi dan karang taruna pungkas suhdi purwanto.

Satrawi (Darwis)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Bupati Lebak Ajak Perempuan Untuk Berdaya Saing

Published

on

zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai suatu prodi dengan orientasi di bidang komunikasi perubahan sosial, Prodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan seminar nasional dan workshop mengenai komunikasi/kampanye kesehatan dengan fokus pada isu gender dan inklusi sosial (gesi), dengan Tema “Komunikasi Inklusi Gender Dalam Pemerataan Kesehatan”. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

Bupati Lebak menyampaikan, bahwa Kabupaten Lebak memiliki misi meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, dan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan, jadi akan berkorelasi kepada inklusi gender karena melalui kualitas pendidikan dan daya saing ini tidak bisa dibedakan antara laki-laki dan perempuan terlebih didalam Undang-Undang soal perempuan juga memiliki hak yang sama diberikan tiga puluh persen.

“Intinya saya mengajak kepada semuanya, kita perempuan harus berdaya saing diantaranya meningkatkan kompetensi dan tentunya lingkungan sekitar juga harus mendukung jadi kita memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, yang terpenting adalah mari kita gali potensi kita tingkatkan potensi kita untuk bisa bersaing dengan seluruh elemen yang lainnya” ujar Bupati Lebak.

Sementara itu Rektor Untirta Fatah Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan yang sensitif terhadap isu gender, mengoptimalkan pembangunan bidang kesehatan di Provinsi Banten khususnya, serta membuka jaringan dan kolaborasi lembaga akademik dan lembaga lainnya.

“Fokus workshop ini adalah distribusi pengetahuan tentang kampanye sosial yang berorientasi gender dalam meningkatkan kesadaran masyarakat soal isu kesehatan, terutama yang terkait dengan kasus gizi buruk, stunting, dan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.

Red
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending