Connect with us

Nusantara

Tokoh Masyarakat Cikulur Kritisi Satpol-PP Lewati Kapasitas

Published

on

By

Menurut Tokoh Masyarakat Kecamatan Cikulur, Eli Sahroni, diduga Kasat Pol PP melalui chat Whatsapp (WA) kepada Kaur Keuangan Desa Muaradua

LEBAK, CAKRATARA – Tokoh Masyarakat Kecamatan Cikulur menyayangkan sikap Kasi Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kecamatan Cikulur yang diduga melampaui kapasitas dan kewenangan sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda).

Menurut Tokoh Masyarakat Kecamatan Cikulur, Eli Sahroni, diduga Kasat Pol PP melalui chat Whatsapp (WA) kepada Kaur Keuangan Desa Muaradua yang sifatnya perintah agar menyerahkan dokumen laporan realisasi anggaran DD kepada pihak kepolisian sektor Cikulur untuk pemeriksaan.

“Kasat Pol PP itu tupoksinya yang berkaitan dengan Perda, itu bukan kapasitas dan kewenangannya,” kata Eli Sahroni, Jumat (30/7/21).

Dikatakan Eli Sahroni, akibat dari tindakan aparatur pemerintah daerah Kabupaten Lebak yang ditugaskan di kantor kecamatan cikulur kini para kepala desa dan perangkat desa merasa tidak nyaman bekerja.

“Efek ulah oknum ASN Pemkab Lebak yang ditugaskan di kantor camat cikulur sekarang ini aparatur desa termasuk kepala desa merasa resah dan tidak nyaman bekerja”, kata Eli Sahroni.

Dikatakan Eli Sahroni ada aturan dan etika dalam menjalankan tugas kenegaraan yang harus jadi dasar utama karena tidak semua persoalan menjadi kewenangannya, ada bagian bagiannya yang di emban sesuai tupoksinya. Menurutnya, tidak seharusnya itu terjadi karena setiap penugasan itu ada bagian bagiannya yang menjadi tupoksinya.

Eli Sahroni meminta camat cikulur agar segera melakukan evaluasi terhadap staf di kantor kecamatan cikulur terlebih kepada Kasi Pol PP yang dianggap telah melakukan pelanggaran etik atas jabatannya.

“Di mohon agar Pak camat segera melakukan evaluasi terhadap staf terlebih kepada Kasi Pol PP yang diduga telah melakukan pelanggaran etik yang menimbulkan keresahan aparatur atau perangkat desa,” tutup Eli.

Cs Suteja
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Peringati HUT ke 61, Karang Taruna Sobang Adakan Turnamen Badminton

Published

on

By

Dalam rangka memperingati HUT ke 61, Karang Taruna Kecamatan Sobang mengadakan kegiatan Turnamen Badminton bertempat di Gedung Olah Raga Guru

LEBAK, CAKRATARA – Dalam rangka peringati HUT ke 61, Karang Taruna Kecamatan Sobang mengadakan kegiatan Turnamen Badminton bertempat di Gedung Olah Raga Guru (GOR) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sobang, di Kampung Pasir Eurih, Desa Sindanglaya Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Minggu (26/9/2021).

Panitia Turnamen Badminton Karang Taruna Kecamatan Sobang Mamat Apianto mengatakan, dalam rangka peringati HUT ke 61 Karang Taruna (Katar) dari pengurus sekaligus Panitia Karang Taruna Kecamatan Sobang ini mengadakan turnamen badminton untuk menjalin tali silaturahmi dan mengembangkan bakat para pemuda yang ada di Kecamatan Sobang.

“Alhamdulilah dari semua kalangan sangat antusias mengikuti turnamen badminton, dan dalam kegiatan tersebut kami pun tidak lepas mematuhi Protokol Kesehatan,” ungkap Mamat.

Ketua Karang Taruna (Katar) Kecamatan Sobang Asep Hidayat mengatakan, di hari ulang tahun Karang Taruna ke 61, semangat untuk terus meningkatkan rasa cinta kita terhadap sosial lingkungan masyarakat.

“Melalui turnamen tali silaturahmi khususnya bagi pecinta olahraga dan umumnya bagi Kecamatan Sobang,” tutup Asep.

Red: Kosasih
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Janda 6 Anak di Pandeglang Tak Dapat Bantuan Kondisinya Memprihatinkan

Published

on

By

Janda 6 anak diduga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah kondisinya sangat memprihatinkan bertempat tinggal di Kampung Lebak
Kondisi rumah Ade seorang janda yang memiliki 6 anak. (Foto: Cakratara)

PANDEGLANG, CAKRATARA – Seorang Janda 6 anak diduga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah kondisinya sangat memprihatinkan bertempat tinggal di Kampung Lebak Buah RT 02 / RW 02, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu (26/09/2021).

Janda 6 anak bernama Ade (41) hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan ini tinggal di rumah tembok bercampur geribik yang sudah lapuk dimakan usia dan bocor disaat musim penghujan turun sehingga dalam rumah penuh dengan genangan air yang membuat mereka susah tidur.

Kepada wartawan Ade mengaku, bahwa dirinya tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama 6 (enam) anaknya. Semenjak bercerai dengan suaminya sekitar 2 tahun silam, kondisi ekonominya sangat memprihatinkan. Lebih miris lagi kedua orang tuanya Ade bercerai lalu ibunya meninggal 4 bulan yang lalu.

“Semenjak saya cerai 2 tahun yang lalu, dan ibu saya meninggal, saya tinggal bersama anak-anak saya tidak punya penghasilan yang tetap, untuk memberi makan anak-anak hanya dari hasil kerja saya yang tidak menentu, apabila ada yang nyuruh, dan terkadang saya bersama anak-anak, bisa makan itu dari pemberian tetangga,” terang Ade, Minggu (26/9/2021).

Dikatakannya, waktu ibu masih ada dirinya kerja di Jakarta, tapi semenjak ibu meninggal tidak ada yang mengurus anak-anak, apalagi anak yang paling kecil masih butuh ASI.

Ade berharap kepada pemerintah, para dermawan atau donatur, agar dapat membantu meringankan penderitaannya, dan berharap untuk memiliki rumah yang layak huni.

Karena, kata Ade, jangankan untuk betulin rumah, untuk kebutuhan hidup bersama anak-anaknya saja sangat kesulitan. Untuk makan sehari-hari saja susah, tiap hari dia hanya menangis, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan anaknya yang masih pada sekolah.

“Anak pertama, ke dua, ke tiga dan ke empat masih sekolah, yang ke lima belum sekolah, sedangkan anak yang ke enam baru berumur 4 (tahun) tahun,” pungkas Ade.

Di tempat terpisah Ketua OKK DPP Badak Banten Samsuni, Kepada Awak Media Via Pesan Whatssap mengatakan Realita yang mengenaskan ini ternyata benar-benar ada di negeri yang kaya ini. Merasa berdosa rasanya jika kondisi warga duafa ini tidak segera teratasi bersama.

“Kami mengajak kepada para dermawan yang ingin ikut berkontribusi dalam Gerakan Sosial Kemanusiaan ini guna membantu keluarga kurang mampu tersebut, mari salurkan infaknya,” kata Samsuni.

“Kami juga berharap berita ini sampai ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang cq Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Permukiman, Baznas Pandeglang, dan para Wakil Rakyat, anggota DPRD Pandeglang yang terhormat,” tutup Samsuni.

Yeyen Sudrajat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications