Connect with us

Bisnis dan Ekonomi

PBB dan BPHTB Tangerang Tahun 2021 Naik 57 persen

Published

on

By

Sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan BPHTB di Kabupaten Tangerang mengalami pertumbuhan dibanding tahun 2020 saat pandemi pertama.
Kepala Bidang PBB dan BPHTB Badan Pendapatan Kabupaten Tangerang, Dwi Chandra Budiman. (Foto: Cakratara)

KABUPATEN TANGERANG, CAKRATARA – Di tengah Pandemi Covid19, Sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan BPHTB di Kabupaten Tangerang mengalami pertumbuhan dibanding tahun 2020 saat pandemi pertama.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang PBB dan BPHTB Badan Pendapatan Kabupaten Tangerang, Dwi Chandra Budiman saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Jum’at (25/6/2021).

“Sampai semester 1 perolehan Pajak PBB mencapai Rp.165 milyar. Berbeda dengan tahun sebelumnya hanya mencapai 105 milyar. Jadi ada kenaikan sekitar 57% saat ini. Selain itu di sektor pajak BPHTB pun masih mengalami peningkatan. Tahun 2020 pertama pandemi sekitar Rp. 300 milyar tetapi di tahun 2021 ini tetap mengalami peningkatan sebesar Rp. 357 milyar naik 19% walau kondisi pandemi saat ini sedang melonjak,” ungkap Dwi.

“Alhamdulillah, walaupun pandemi Covid-19 sedang meningkat dan beberapa perusahaan tutup, karyawan di PHK namun semangat membayar pajak terus meningkat,” sambung Dwi.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menambahkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat membutuhkan anggaran untuk bertahan melawan pandemi. Kondisi yang sangat sulit, kata dia, ketika masyarakat terpapar dan membutuhkan biaya kesehatan harus terus memulihkan ekonomi. Sedangkan sektor-sektor pajak sendiri mengalami pembatasan hingga penutupan.

“Situasi yang tidak mudah. Pemerintah, masyarakat dan sektor swasta harus terus bangkit melawan pandemi jangan sampai kesehatan terpapar ekonomi terkapar,” kata Soma.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang membuat masyarakatnya percaya dengan pemerintah daerah, untuk kesehatan pun telah disiapkan Rumah Singgah Hotel Yasmine, Tiga Rumah Sakit Umum Balaraja, Pakuhaji dan RSU Tangerang. Saat ini Vaksinasi sedang dikebut agar mencapai 80% di Kabupaten Tangerang.

“Terima kasih kepada masyarakat yang terus membayar pajak, kita berdampingan dengan pandemi Covid-19 untuk itu tetap Protokol Kesehatan dijaga, bangkit bersama,” ungkap Zaki.

Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang pertanggal 24 Juni 2021, perkembangan Covid-19 diantaranya kasus konfirmasi meninggal 268 orang, Kasus suspek dirawat 20 orang, Kasus Konfirmasi total 12120 orang, kasus konfirmasi dirawat 159 orang, kasus konfirmasi isolasi 484 orang dan kasus konfirmasi sembuh 11209 orang.

Bapenda Kabupaten Tangerang dalam rangka upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di area Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang maka pertanggal 1 Juli 2021 pelayanan Aktifasi PBB tatap muka hanya dapat dilakukan di kantor UPT Pajak daerah.

Pembagian wilayah pelayanan UPT Pajak daerah antara lain, UPT 1 Tigaraksa melayani Kecamatan Tigaraksa, Jambe, Solear, Cisoka, Cikupa dan Panongan. UPT 2 Balaraja melayani Kecamatan Balaraja, Kresek, Kronjo, Sukamulya, Gunung Kaler, Jayanti dan Mekar Baru. UPT 3 Rajeg melayani Kecamatan Rajeg, Sindang Jaya, Pasar Kemis, Mauk, Sukadiri dan Kemeri. UPT 4 Pakuhaji melayani Kecamatan Pakuhaji, Teluknaga, Sepatan Timur, Sepatan dan Kosambi. UPT 5 Kelapa Dua melayani Kecamatan Kelapa Dua, Curug, Legok, Pagedangan dan Cisauk.

Sugiarti
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Bisnis dan Ekonomi

Dinas Perdagangan Buka Pasar Murah di Lima Lokasi

Published

on

By

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Aceh membuka pasar murah di Lima lokasi kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, Kamis

ACEH TIMUR, CAKRATARA – Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Aceh membuka pasar murah di Lima lokasi kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, Kamis (19/8/2021).

Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH melalui Asisten Bidang Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra Syahrizal Fauzi SSTP MAP turut menghadiri pembukaan pasar murah ini pada Kamis (19/8/2021) di lokasi Pendopo Aceh Timur mengajak masyarakat agar nantinya dalam pelaksanaan pasar murah tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

“Dalam pelaksanaannya kepada warga agar tetap menjaga protokol kesehatan, serta tetap menjaga agar tidak berkerumunan saat pelaksanaan nantinya di kecamatan,” harap Syahrizal Fauzi saat menghadiri pembukaan pasar murah itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Timur Iskandar SH menambahkan, adapun kelima titik lokasi yang akan digelarnya pasar murah itu yakni, di Kecamatan Idi Rayeuk tanggal 19 Agustus, di Kecamatan Darul Aman tanggal 20, Kecamatan Peunaron 23 Agustus, Peureulak Timur 24 Agustus dan Ranto Seulamat pada 25 Agustus 2021 mendatang.

“Selain di kecamatan Idi Rayeuk, sejumlah titik lokasi digelarnya pasar murah masing-masing lokasinya di kantor Kecamatan,” kata Iskanda.

Untuk pelaksanaan dimasa mendatang khusus untuk Kabupaten Aceh Timur, Iskandar turut meminta kepada Pemerintah Provinsi agar dilakukan penambahan titik lokasi pasar murah di Aceh Timur, karena sebut Iskandar Kabupaten Aceh Timur memiliki wilayah yang sangat luas, dengan 513 Desa yang tersebar luas di sejumlah kecamatan.

“Kami sangat berharap agar Diskoperindag provinsi menambahkan titik lokasi terutama di pedalaman yang jauh dari pusat perbelanjaan ataupun pasar. Sehingga masyarakat pedalaman juga merasakan dari manfaat kehadiran pasar murah ini,” harap Kadisperindag Aceh Timur Iskandar.

Sementara itu Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Iskandar Syukri yang turut hadir pada kegiatan itu, turut mengintruksikan agar mendapat penambahan titik lokasi di Aceh Timur, seperti yang diharapkan oleh Pemerintah Aceh Timur.

“Semoga ini bisa terwujud melalui anggaran perubahan provinsi atau usulan untuk tahun anggaran yang akan datang,” tutup Iskandar Syukri.

Turut juga hadir dalam kegiatan ini antara lain, Kadis Disperindag Provinsi Aceh, Kepala Biro Bidang Ekonomi Setdaprov, Kabulog Langsa, dan sejumlah undangan lainnya.

Rahmat
Cakratara

Continue Reading

Bisnis dan Ekonomi

Usai Gagal, Akhirnya Moeldoko Jadi Ketua Umum

Published

on

By

usai gagal di Partai Demokrat, kali ini Moeldoko didapuk menjadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo)

JAKARTA, CAKRATARA – Moeldoko akhirnya menjadi Ketua Umum usai gagal menggambil alih kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat karena Kementerian Hukum dan HAM menolak hasil Kongres Deli Serdang.

Akan tetapi, usai gagal di Partai Demokrat, kali ini Moeldoko didapuk menjadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo).

Menurut Moeldoko, Periklindo memiliki semangat untuk berperan aktif dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, baik dari kendaraan, informasi yang diperlukan seluruh pihak, hingga edukasi kepada masyarakat, dan diharapkan bisa memberikan sumbangsih nyata dan mengakselerasi perkembangan kendaraan listrik yang juga didukung oleh pemerintah.

“Apalagi saat ini Indonesia sedang berada di masa transisi menuju era elektrifikasi atau kendaraan listrik. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB),” paparnya.

Lebih lanjut, kata dia, di mana para pelaku industri otomotif baik roda dua dan empat, kendaraan komersial dan industri pendukung pun mulai bergerak ke arah elektrifikasi, atau dengan menggunakan tenaga listrik.

“Hal tersebut juga sebagai langkah demi mengurangi ketergantungan impor sekaligus membersihkan langit dari polusi udara, makanya para pelaku industri harus bisa aktif mencari cara agar kendaraan listrik di Indonesia bisa berjalan,” katanya.

Salah satu contohnya, yakni memiliki pabrik untuk memproduksi baterai yang digunakan oleh kendaraan listrik. Hal itu diungkapkan langsung oleh Moeldoko yang juga pendiri PT Mobil Anak Bangsa atau MAB.

Mantan Panglima TNI itu menyatakan, bahwa keberadaan pabrik baterai akan sangat berpengaruh pada akselerasi pengembangan berbagai jenis kendaraan listrik di Tanah Air.

“Harapannya, tiga sampai empat tahun ke depan bisa ada baterai yang ada di Indonesia, baterai listrik. Itu bakal luar biasa,” ujar Moeldoko sebagaimana dikutip dari VIVA Otomotif Selasa 27 April 2021.

Lebih lanjut pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Presiden itu mengungkapkan, kehadiran baterai kendaraan listrik buatan lokal bakal mendongkrak tingkat kandungan dalam negeri pada unit yang diproduksi. (Red/Jo)

Source: Warta Ekonomi

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications