Connect with us

Nusantara

Pemkab Aceh Timur Sambut Baik Penyelenggaraan Tanam Padi IP 300

Published

on

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menyambut baik dan turut bergembira dengan diselenggarakannya tanam padi perdana IP 300.

ACEH TIMUR, CAKRATARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menyambut baik dan turut bergembira dengan diselenggarakannya tanam padi perdana IP 300.

“Kita ikut andil dalam rangka menjaga stabilitas pangan secara nasional dan khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Timur,” ujar Bupati Aceh Timur, H. Hasballah bin H.M Thaib, SH dalam laporannya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan pada Sekdakab Aceh Timur, Aiyub, SKM, M. Si  pada acara Gerakan Tanam Perdana Padi Cluster IP 300 di Desa Paya Meuligo, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Kamis (10/6/21).

Ia menyebutkan, Pemkab Aceh Timur sangat bangga karena setiap tahunnya para perani di seluruh wilayah Kanupaten Aceh Timur berhasil megelola lahan pertanian dengan baik, ditandai dengan musim tanam padi yang dilaksanakan 2-3 kali tanam setahun yang berdampak pada peningkatnya produksi padi.

“Perlu kami sampaikan bahwa saat ini beberapa wilayah Aceh Timur sedang melaksanakan panen padi seluas 10.798 Ha, hasil produksi pada Januari hingga April sebanyak 62.088,5 ton. Jenis padi sawah sudah ditanam seluas 10.600 Ha,” sebut Bupati.

Tambahnya, Khusus untuk wilayah Kecamatan Peureulak, luas lahan baku sawah 2420 Ha dan sawah yang menggunakan sistem irigasi pompanisasi 1263 Ha, irigasi desa seluas 100 Ha. Sisanya 1057 Ha merupakan sawah tadah hujan.

“Pada tahun ini Kecamatan Peureulak mendapat alokasi bantuan padi IP 300 yang bersumber dari dana APBA. Pada Ip 300 ini spesifikasi di lahan sawah irigasi/pompanisasi. Sebelumnya di Kecamatan Peureulak indeks pertanaman 2,5 dengan produtivitas 6 ton/Ha. Diharapkan dengan IP 300 ini dapat menaikkan produktivitas menjadi 7 ton/Ha dengan satu musim tanam 3 kali,” harap Bupati Aceh Timur.

Sebelumnya, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultural Aceh Timur, Drh. Muhammad Mahdi pada kesempatan yang dsama menyebutkan selama ini indeks pertanaman padi di Kecamatan Peureulak 2,5 dengan produktivitas 6 ton/Ha. Diharapkan, dengan naiknya indeks pertanaman padi akan meningkatkan menjadi 7 ton/Ha.

“Dengan Meningkatnya produktivitas padi di Kecamatan Peureulak diharapkan menajdi motivasi kecamatan laian yang memiliki sistem irigasi/pompanisasi yang akan menerapkan pola tanam padi Ipn300,” ujar Mahdi.

Tambahnya, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur pada Tahun 2021 mendapatkan aloaksi kegiatan padi IP 300 yang bersumber dari dana APBA untuk lahan spesifikasi yaitu untuk 10 desa, meliputi, Desa Uteun Dama, Cek Mbon, Tualang, Punti, Lubuk Pempeng, Blang Simpo, Tanoh Rata, Paya Meuligoe, Bandrong, dan Desa Paya Kaluy.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Cut Huzaiman, Mp mengatakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan tahun ini menargetkan produksi padi 2,03 ton atau setara 1,28 juta ton beras.

Hadir pada kesempatan tersebut, ketua DPRK Aceh Timur, perwakilan Dandim 0401/Aceh Timur, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultural Aceh Timur, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Perwakilan Kajari Aceh Timur, dans ejumlah tamu undangan lainnya.

Rahmat
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Ormas Kabandungan Jalin Persatuan Bentuk Forum OSS

Published

on

(Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS) mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

SUKABUMI, CAKRATARA – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS). Pembentukan OSS mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

Selain itu, kebersaamaan dan fungsi Ormas Kecamatan Kabandungan khususnya, dijalankan dengan baik adanya duduk satu meja mengedepankan persatuan dipastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun pembentukan Forum Sepakat Sepaket (OSS) pada Rabu (16/5/21) di antaranya tergabung beberapa ormas seperti, AMS, BBRP, BPKB, PP, FKKPI, dan paguyuban Sapu Jagat.

“Dalam forum ini kami mengedepankan persatuan, persaudaraan dan kepedulian. Dengan mengedepankan aspek aspek tersebut kami dapat merasakan suasana yang luar biasa berbeda bendera ormas tapi satu bendera merah putih,” kata Otoy Iskandar selaku pencetus pembentukan dan juga sebagai wakil ketua di forum OSS.

“Musyawarah dalam memutuskan satu masalah ataupun musyawarah dalan menentukan suatu keputusan senantiasa akan dilakukan,” lanjutnya.

Hermawan alias koncleng yang menduduki Ketua OSS memaparkan,
Sebagai organisasi yang di dalam tujuan utamanya sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat lebih pada kepedulian untuk kepentingan masyarakat.

“Saat ini kami bisa membuktikan kalau ormas di wilayah Kecamatan Kabandungan bersatu,” kata Ketua OSS Hermawan alias Koncleng.

Dalam komentar lainya, Iqbal dari Paguyuban Sapu Jagat yang termasuk dalam Forum OSS merasakan kesan adanya OSS. Dengan adanya forum ini dirinya juga merasakan suasana keakraban yang sangat luar biasa.

Forum organisasi sepakat sepaket (OSS) membuktikan kalau persatuan itu lebih penting dan berharga dari segalanya,” tutupnya.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Kalapas Rangkasbitung Terima Hibah Benih Lele dari Dinas Perikanan

Published

on

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak

LEBAK, CAKRATARA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak. Benih tersebut akan dilakukan budidaya perikanan di kolam seluas 540 meter persegi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Kp. Sumurbuang Cibadak.

Secara simbolis, pada Rabu (16/5/21) Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak memberikan hibah benih ikan lele sebanyak 10.000 ekor ukuran 8-9 cm dan lengkap pakan ikannya sekitar 1 Ton.

Alhamdulillah ya, hibah ini tentu akan sangat bermanfaat dan dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi pembinaan dan pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi ini, WBP yang berasimilasi terbukti memiliki potensi, potensi menghasilkan karya-karya dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Budi Kalapas Rangkasbitung kepada Rombongan Dinas Perikanan Lebak.

Kalapas mengapresiasi dukungan dan kerjasama yang baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak terutama Dinas Perikanan.

“Kita ingin buat bangga Pemda Lebak, ada tempat yang mampu menghasilkan produk unggulan dan menjadi pusat Pembinaan, semakin lengkap sekarang di SAE, ada Sentra Pertanian, Sentra Peternakan dan sekarang teralisasi sentra Perikanan, kedepan kami terus progress agar terwujud menjadi Agribisnis dan Agrowisata yang menjadi kebanggan masyarakat Lebak dan tentu semua stakeholder harus turut mensupportnya” pungkas Budi sapaan akrabnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Kalapas Rangkasbitung, Kabid Pengeloaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lebak, Ibu Winda menyampaiakan apresiasi, dukungan dan harapanya semoga dari hibah ini menjadi stimulus budidaya yang berhasil kedepannya.

“Perkembangan di SAE dari waktu ke Waktu sudah luar biasa, sudah lengkap juga budidayanya, dan kami juga turut bangga menjadi salah satu untuk terus mendukung pengambanan keberadaan SAE ini, semoga apa yang dicita-citakan menjadi Pusat Agrowisata di Lebak tercapai, tentu akan menjadi suatu kebanggan Kabupaten Lebak, dan yang paling penting menjadi satu wahana PASTI dalam pembinaan nyata kepada para WBP, Insyallah kami akan terus dukung tujuan positif tersebut,” tutup Winda penuh harap.

Wahid Abdullah
Cakratara

 

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending