Connect with us

TNI-Polri

Satresnarkoba Polres Lebak Kembali Ungkap Peredaran Narkotika

Published

on

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lebak Polda Banten kembali mengungkap kasus peredaran Narkotika golongan I jenis sabu

LEBAK, CAKRATARA – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lebak Polda Banten kembali mengungkap kasus peredaran Narkotika golongan I jenis sabu di Wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“Pagi ini kita melaksanakan Press Conference pengungkapan dugaan kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran Narkotika golongan I jenis sabu di daerah hukum Polres Lebak” ujar Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana,SIK melalui Wakapolres Lebak Kompol Bambang Supeno,SIK, Kamis (10/6/2021).

Dikatakan Bambang, untuk Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Golongan I Jenis Shabu kita berhasil mengamankan dua terduga pelaku yaitu DN , 42 Tahun, Laki-laki, pekerjaan Wiraswasta, dan IS, 34 Tahun, Laki-laki, Buruh, keduanya warga Kabupaten Lebak.

Dari penangkapan tersebut petugas mendapatkan barang bukti 1 (satu) bungkus plastik bening yang berisikan Narkotika golongan I jenis shabu dengan berat bruto 0,32 Gram dan alat hisap shabu berupa bong.

“Untuk Tindak Pidana Peredaran Narkotika, Petugas berhasil mengamankan IW di pinggir jalan berikut barang bukti 11 (sebelas) bungkus plastik bening yang berisikan narkotika golongan I jenis shabu,” ungkapnya.

Selanjutnya dilakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan di rumah IW dan Petugas mengamankan 1 (satu) bungkus kemasan bekas teh yang di dalamnya terdapat 3 (tiga) bungkus plastik bening besar berisikan narkotika golongan I jenis shabu sebesar, dan 1 (satu) unit handphone merek Vivo Y12 warna biru.

“Total barang bukti sebanyak 306 gram dan kalau diuangkan sekitar Rp 400 juta rupiah,” paparnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Lebak menjelaskan bahwa terduga pelaku mendapatkan barang tersebut di daerah Tanggerang.

“Pelaku mendapatkan Shabu tersebut dari daerah Tanggerang seputaran Bandara Soekarno Hata melalui AD yang sekarang masih dalam pengejaran. Shabu tersebut oleh pelaku diedarkan di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang,” ujar Kasat Resnarkoba AKP Ilman Robiana,SH

“Untuk terduga pelaku DN dan IS dikenakan Pasal 112 Ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan terduga pelaku IW dikenakan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) UU RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tutup Kepala Satresnarkoba Polres Lebak.

Anton Hermawan
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

TNI-Polri

Polisi Tetapkan Musisi Tersangka Kasus Narkoba

Published

on

Polisi membeberkan penangkapan Musisi EAP als Anj penyalahgunaan narkoba jenis ganja. ditetapkan Polres Metro Jakarta Barat menjadi tersangka

JAKARTA, CAKRATARA – Polisi membeberkan penangkapan Musisi EAP als Anj terkait dugaan penyalahgunaan narkoba jenis ganja. EAP als Anj telah ditetapkan oleh penyidik satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menjadi tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.

Dikatakan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo dalam rilis tersebut, EAP als ANJ kedapatan memiliki barang bukti berupa ganja, ekstrak ganja, kertas papir, speaker tempat menyimpan ganja, biji ganja, batang ganja, hingga buku tentang ganja.

“Barang bukti tersebut ditemukan di dua tempat, yakni studio musik Anji di Cibubur, Jakarta Timur, dan Bandung, Jawa Barat,” ujar Kombes pol Ady Wibowo didampingi Kasat Narkoba Akbp Ronaldo Maradona Siregar dan Kanit 1 Narkoba Akp Harry Gasgari, Rabu (16/6/2021)

Ady Wibowo menjelaskan dari hasil penggeledahan di dua lokasi berbeda yaitu di Cibubur Jakarta Timur dan di bandung jawa barat total ganja yang ditemukan dengan berat brutto sekitar 30 gram.

“Kami juga menerima alasan EAP als ANJ mengkonsumsi narkoba jenis ganja Alasan tersebut terdengar cukup klise. Jadi, menurut pengakuan dari yang bersangkutan menggunakan Narkoba Jenis Ganja sejak September 2020 di mana menurut yang bersangkutan itu dia gunakan untuk bisa rileks, untuk bisa produktif mungkin dari hal-hal yang bersakutan cari sebagai seorang seniman,” tuturnya.

Masih menurut Ady Wibowo, Anji tidak setiap hari mengkonsumsi ganja. Berdasarkan pengakuan kepada polisi, musisi berusia 42 tahun itu hanya menggunakan beberapa kali.

“Tidak terlalu rutin. Jadi, memang menurut pengakuannya, baru beberapa kali. Tidak rutin setiap hari,” pungkas Ady Wibowo.

EAP als ANJ di hadapan penyidik juga menerangkan jika yang bersangkutan   mendapatkan barang terlarang tersebut dari situs yang berada di luar negeri yaitu website megamarijuanastore.com.

Bagaimana untuk mengakses situs tersebut yang bersangkutan harus memiliki id.

“Id tersebut didapat dari sesorang yang sekarang DPO. Dialah yang memiliki id, kemudian EAP Als ANJ tinggal memilih jenisnya. Nanti saudara DPO yang memesan dan diserahkan kepada EAP als ANJ,” paparnya.

“Guna untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya Musisi EAP als ANJ dikenakan Pasal 111 ayat (1) Sub Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ungkapnya sebagai pihak polisi.

Dikesempatan yang sama Musisi EAP als Anj menyampaikan ucapan permintaan maaf kepada keluarga, kerabat, saudara, rekan2 kerja, pihak-pihak yang terkait pada saya dan juga seluruh masyarakat yang Indonesia yang kecewa dengan kejadian ini.

“Saya berharap semoga kejadian ini bisa jadi pelajaran buat diri saya sendiri dan juga seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak melanggar aturan apapun dengan alasan apapun,” ucap EAP als ANJ

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada satuan narkoba polres Jakarta barat yang sejak proses penangkapan hingga hari ini sudah sangat memperlakukan saya dengan baik dan saya akan menjalani proses hukum ini dengan sebaik-baiknya menurut aturan yang berlaku,” tutupnya.

Achmad Sulaiman (Eman)
Cakratara

Continue Reading

TNI-Polri

Pelatihan Bektram, Aspers Panglima TNI: Barometer Menimba Ilmu

Published

on

pada acara pembukaan Pembekalan Keterampilan (Bektram) Hantaran Pengantin dan Tata Busana (Menjahit) Program Spers TNI TA  2021

JAKARTA, CAKRATARA – Jadikanlah pelatihan yang sangat singkat ini sebagai barometer dalam memacu diri untuk berkarya menimba ilmu yang tiada terbatas tanpa mengenal usia dan juga sebagai tempat silaturahmi peserta pelatihan Bektram sekalian dari berbagai Matra/Lintas Angkatan.

Hal tersebut disampaikan Aspers Panglima TNI Marsda TNI A. Gustaf Brugman, M.Si. (Han) pada acara pembukaan pelatihan Pembekalan Keterampilan (Bektram) Hantaran Pengantin dan Tata Busana (Menjahit) Program Spers TNI TA  2021, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/6/2021).

Aspers Panglima TNI mengatakan bahwa dalam melaksanakan kegiatan pelatihan Bektram ini hendaknya ikhlas dari diri sendiri tidak menjadikan suatu beban atau hanya sekedar menghindari tugas dan tanggung jawab pekerjaan dari satuan.

“Yakinlah tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat sekecil apapun ilmu yang didapat pasti membawa kebaikan,” ujarnya.

“Dalam kesempatan ini peserta Bektram juga akan mendapatkan sosialisasi dari Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) sebagai mitra kerja Spers TNI dalam hal pelayanan perbankan dan BTPN juga akan memberikan tips untuk berwira usaha kepada peserta Bektram,” katanya.

Lebih lanjut Marsda TNI A. Gustaf Brugman menjelaskan bahwa kegiatan Bektram hantaran pengantin dan tata busana (menjahit) ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai upaya Pimpinan TNI memberikan peluang dan kesempatan bagi prajurit yang bertugas di daerah untuk mengikuti pembekalan keterampilan yang diselenggarakan oleh Mabes TNI.

“Kegiatan ini juga memberikan kontribusi bagi Prajurit dan PNS TNI agar tetap produktif setelah memasuki masa purna tugas dan kembali ke masyarakat serta sebagai bahan evaluasi dan masukan kepada Pimpinan TNI dalam mengambil kebijakan terhadap kegiatan Bektram,” pungkas Aspers Panglima TNI.

Asep Supena
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending