Connect with us

Nusantara

FAM Pandeglang Minta PLTU Banten Tanggung Jawab Hilangnya Aset Negara

Published

on

sekelompok massa mengatasnamakan Front Aksi Mahasiswa (FAM) Pandeglang menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor PLTU Banten 2,

PANDEGLANG, CAKRATARA – Dugaan hilangnya kabel kompreyor milik BUMN membuat sekelompok massa mengatasnamakan Front Aksi Mahasiswa (FAM) Pandeglang menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor PLTU Banten 2, Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten, Rabu (9/6/2021).

Selaku Orator dari FAM Pandeglang, Ucu menyampaikan bahwa semestinya pihak Management merawat dan menjaga aset milik BUMN tersebut. Mirisnya, lanjut Ucu, menyesalkan pihak management atas dugaan hilangnya aset negara yang hingga kini belum ada laporan kehilangan kepada pihak Aparat Penegak Hukum.

“Dengan tidak adanya laporan ke pihak kepolisian atas hilangnya aset negara ini terkesan seperti melakukan pembiaran dan tidak bertanggungjawab,” tandas Orator FAM Pandeglang itu.

Seperti yang disampaikannya dalam orasi, Ucu mengatakan, Aset Negara dalam pengertian yuridis-normatif adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban anggaran pendapatan dan belanja negara atau berasal dari perolehan lainnya yang sah, seperti hibah/sumbangan, pelaksanaan dari perjanjian/kontrak, ketentuan undang-undang, atau putusan pengadilan yang telah ditetapkan, dan sebagainya.

“Aset Negara ini seharusnya dijaga semua pihak, terlebih lagi Pihak keamanan yang telah ditugaskan untuk menjaga dan mengamankan semua aset milik negara,” tuturnya.

Sementara tuntutan aksi, kata Ucu, pihak PLTU Banten 2 Labuan harus bertanggungjawab atas hilangnya Aset Negara (Kabel Kompreyor), Aparat Penegak Hukum, khususnya Polres Pandeglang harus turun tangan melakukan penyelidikan dan penyidikan kepada pihak Manajemen PLTU Banten 2 Labuan. Kemudian, Kementrian BUMN harus segera memecat Pimpinan Manajemen PLTU Banten 2 Labuan yang diduga tidak mampu dalam mengemban tugasnya dengan baik.

“Kami mendesak Kementrian BUMN agar segera memecat Manager atau Kepala Humas PLTU Banten 2 Labuan yang tidak bisa menjalankan tugasnya secara maksimal,” pintanya.

“Kami menyatakan jika tuntutan itu tidak diindahkan, maka pihaknya berencana akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dan membuat laporan pengaduan kepada Kepolisian Resort Pandeglang-Banten,” tutupnya.

Yeyen Sudrajat
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Ormas Kabandungan Jalin Persatuan Bentuk Forum OSS

Published

on

(Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS) mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

SUKABUMI, CAKRATARA – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS). Pembentukan OSS mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

Selain itu, kebersaamaan dan fungsi Ormas Kecamatan Kabandungan khususnya, dijalankan dengan baik adanya duduk satu meja mengedepankan persatuan dipastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun pembentukan Forum Sepakat Sepaket (OSS) pada Rabu (16/5/21) di antaranya tergabung beberapa ormas seperti, AMS, BBRP, BPKB, PP, FKKPI, dan paguyuban Sapu Jagat.

“Dalam forum ini kami mengedepankan persatuan, persaudaraan dan kepedulian. Dengan mengedepankan aspek aspek tersebut kami dapat merasakan suasana yang luar biasa berbeda bendera ormas tapi satu bendera merah putih,” kata Otoy Iskandar selaku pencetus pembentukan dan juga sebagai wakil ketua di forum OSS.

“Musyawarah dalam memutuskan satu masalah ataupun musyawarah dalan menentukan suatu keputusan senantiasa akan dilakukan,” lanjutnya.

Hermawan alias koncleng yang menduduki Ketua OSS memaparkan,
Sebagai organisasi yang di dalam tujuan utamanya sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat lebih pada kepedulian untuk kepentingan masyarakat.

“Saat ini kami bisa membuktikan kalau ormas di wilayah Kecamatan Kabandungan bersatu,” kata Ketua OSS Hermawan alias Koncleng.

Dalam komentar lainya, Iqbal dari Paguyuban Sapu Jagat yang termasuk dalam Forum OSS merasakan kesan adanya OSS. Dengan adanya forum ini dirinya juga merasakan suasana keakraban yang sangat luar biasa.

Forum organisasi sepakat sepaket (OSS) membuktikan kalau persatuan itu lebih penting dan berharga dari segalanya,” tutupnya.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Kalapas Rangkasbitung Terima Hibah Benih Lele dari Dinas Perikanan

Published

on

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak

LEBAK, CAKRATARA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak. Benih tersebut akan dilakukan budidaya perikanan di kolam seluas 540 meter persegi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Kp. Sumurbuang Cibadak.

Secara simbolis, pada Rabu (16/5/21) Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak memberikan hibah benih ikan lele sebanyak 10.000 ekor ukuran 8-9 cm dan lengkap pakan ikannya sekitar 1 Ton.

Alhamdulillah ya, hibah ini tentu akan sangat bermanfaat dan dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi pembinaan dan pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi ini, WBP yang berasimilasi terbukti memiliki potensi, potensi menghasilkan karya-karya dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Budi Kalapas Rangkasbitung kepada Rombongan Dinas Perikanan Lebak.

Kalapas mengapresiasi dukungan dan kerjasama yang baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak terutama Dinas Perikanan.

“Kita ingin buat bangga Pemda Lebak, ada tempat yang mampu menghasilkan produk unggulan dan menjadi pusat Pembinaan, semakin lengkap sekarang di SAE, ada Sentra Pertanian, Sentra Peternakan dan sekarang teralisasi sentra Perikanan, kedepan kami terus progress agar terwujud menjadi Agribisnis dan Agrowisata yang menjadi kebanggan masyarakat Lebak dan tentu semua stakeholder harus turut mensupportnya” pungkas Budi sapaan akrabnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Kalapas Rangkasbitung, Kabid Pengeloaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lebak, Ibu Winda menyampaiakan apresiasi, dukungan dan harapanya semoga dari hibah ini menjadi stimulus budidaya yang berhasil kedepannya.

“Perkembangan di SAE dari waktu ke Waktu sudah luar biasa, sudah lengkap juga budidayanya, dan kami juga turut bangga menjadi salah satu untuk terus mendukung pengambanan keberadaan SAE ini, semoga apa yang dicita-citakan menjadi Pusat Agrowisata di Lebak tercapai, tentu akan menjadi suatu kebanggan Kabupaten Lebak, dan yang paling penting menjadi satu wahana PASTI dalam pembinaan nyata kepada para WBP, Insyallah kami akan terus dukung tujuan positif tersebut,” tutup Winda penuh harap.

Wahid Abdullah
Cakratara

 

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending