Connect with us

Nusantara

21 WBP Lapas Rangkasbitung Antusias Ikuti Berantas Buta Al-Qur’an

Published

on

21 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rangkasbitung antusias mengikuti kegiatan belajar mengaji secara virtual

LEBAK, CAKRATARA – Sebanyak 21 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rangkasbitung antusias mengikuti kegiatan belajar mengaji secara virtual di Aula Lapas Rangkasbitung, Kamis (10/06/21).

Kegiatan belajar mengaji yang diikuti 21 WBP Lapas Rangkasbitung ini berlangsung selama 4 (empat) empat hari merupakan kerja sama Lapas Rangkasbitung dengan Cinta Quran Foundation yang berpusat di Kota Bogor dalam rangka pengentasan buta aksara Qur’an melalui program Indonesia Bisa Baca Quran (IBBQ). Kegiatan pemberantasan buta baca Al-Qur’an ini didukung oleh Kalapas Rangkasbitung.

Kalapas Rangkasbitung, Budi Ruswanto mengapresiasi dan menyambut baik kerjasama kegitaan pengentasan buta aksara Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama ini, Yayasan Cinat Qur’an Foundation secara konsisten menggelar kegiatan yang positif ini, WBP semakin antusias untuk belajar mengaji. Karena, ini sejalan dengan program pembinaan kepribadian di Lapas ini untuk mengentaskan buta baca al-Qur’an”, ungkapnya.

Kasubsi Pembinaan, Eka Yogaswara mengatakan, kegiatan tersebut digagas karena prihatin masih ada WBP yang beragama islam (muslim) yang belum bisa membaca al-Qur’an.

“Program ini semoga bisa menjadi solusi untuk mengentaskan buta baca al-Qur’an di Lapas Kelas III Rangkasbitung dan kami mengakui masih ada WBP yang belum lancar mengaji, bahkan masih ada di antara mereka yang sama sekali belum pernah belajar baca al-Qur’an serta berharap WBP yang ikut kegiatan ini khususnya yang belum bisa membaca al-Qur’an, nantinya dapat membaca dengan baik dan lancar” ujar Yoga nama panggilan Kasubsi Pembinaan.

Salah seorang narapidana berinisial AW yang menjadi peserta belajar mengaji online. Ia merasa senang dan terbantu dengan kegiatan ini.

“Alhamdulillah, program ini sangat berguna, saya jadi bisa mengenali huruf Hijaiyah karena metode yang disampaikan sangat mudah dan menarik,” tutup AW.

Anton Hermawan
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

DPC LAMI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Wartawan

Published

on

DPC LAMI) Kota Pinang meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan

LABUHANBATU SELATAN, CAKRATARA – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPC LAMI) Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan media online di Siantar, Mara Salem Harahap yang diduga telah terakomodir.

“Kami selaku pengurus DPC LAMI Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatanelatan meminta agar seluruh wartawan terutama Dewan Pers ikut membantu mengungkap kasus penembakan seorang wartawan yang ada di Siantar, Sumatera Utara,” kata Ketua DPC LAMi Kota Pinang, K. Sipahutar kepada awak media pada Selasa (22/06/2021).

Dia merasa kecewa atas musibah kejadian tersebut, sehingga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.

“Jika kita selaku wartawan diam saja maka hal seperti ini akan terus terulang. Maka dari itu mari wartawan yang ada di Indonesia kita melangkah bersama agar pelaku cepat diadili,” katanya.

Lanjutnya, setelah koordinasi, DPP LAMI akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

Seharusnya wartawan bekerja sesuai apa yang didengar, lihat dan ketahui maka itu akan dijadikan berita, sehingga menjadi konsumsi publik yang mana diketahui bersama bahwa wartawan dalam bertugas telah dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Seorang jurnalis dalam tugas peliputannya tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun, serta wartawan juga tidak boleh dihalang-halangi kerena semua hal itu sudah diatur dalam Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Bab 8 Pasal 18.

Seperti diketahui wartawan media online bernama Mara Salem Harahap atau akrab disapa Marsal, meninggal dunia ditembak OTK saat hendak pulang menuju rumahnya pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Korban ditembak tepat di paha kiri dan dada kanan, sehingga mengalami luka yang serius, dan darah terus keluar mengalir dari tubuh korban sehingga korban lemas tak berdaya dan kejadian tersebut tidak jauh dari rumahnya lebih kurang jarak 250 meter.

Khairul Sipahutar
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Soal Berita Hoax, Kepsek SDN Umbuljaya Minta Maaf

Published

on

Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai bentuk penyesalannya, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM Banjarsari Drs. Chasan Supardi untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

Dalam pertemuan tersebut pada Senin (21/6/21), Suryadi yang didampingi Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari langsung meminta maaf dan menyesali perbuatannya kepada Ketua Yayasan SMK BIM dan mengklarifikasi terkait dirinya yang viral di beberapa berita media online soal berita hoax.

“Saya telah membuat surat pernyataan di atas materai dengan disaksikan oleh Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari, Ketua Yayasan SMK BIM dan juga Kepala Sekolah SMK BIM,” ucapnya.

Surat pernyataan tersebut yakni, dengan ini saya menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas perkataan dan perbuatan saya sehingga membuat ketidaknyamanan keluarga besar Drs. CH Supardi khususnya, dan keluarga besar SMK Bina Insan Mandiri umumnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dan perkataan saya lagi, demikian isi surat pernyataannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK BIM, Drs. Chasan Supardi dan Kepala Sekolah SMK BIM menyambut baik maksud dan tujuan Kepala SDN 2 Umbuljaya, Suryadi yang telah membuat surat pernyataan dan berpesan agar tidak diulanginya lagi.

“Saya hanya berpesan agar perbuatan seperti ini jangan diulangi lagi karena telah mencoreng nama baik keluarga dan yayasan yang saya kelola,” kata Chasan Supardi.

Hal senada juga di katakan oleh Kepala Sekolah SMK BIM, Eros Herlina, agar Pak Suryadi meminta maaf kepada seluruh keluarga saya, karena anaknya Pak Chasan Supardi itu bukan saya saja dan saya juga meminta Pak Suryadi mengklarifikasi ke awak media terkait perkataan dan perbuatannya tersebut.

Herdi Sudrajat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending