Connect with us

Nusantara

Pembeli Tanah 466 Meter Janggal Digugat Orang Mengaku Pemilik Lahan

Published

on

pembeli tanah merasa janggal dengan adanya penggugat dari orang yang mengakui sebagai pemilik seluas 466 M2 yang beralamat di Jalan Multatuli,

LEBAK, CAKRATARA – Seorang pembeli tanah merasa janggal dengan adanya penggugat dari orang yang mengakui sebagai pemilik tanah seluas 466 M2 yang beralamat di Jalan Multatuli, RT 003/RW 03, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Selaku pembeli tanah seluas 466 M2, Wong Siu Tyeuw alias Siyanti Wijaya mengatakan bahwa dirinya membeli tanah itu dari Manulang atau Sapri Bin Kasman beralamat di Jalan Multatuli nomor 26, RT 003/ RW 003, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak-Banten.

“Saya membeli tanah itu senilai Rp 1,7 miliar (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) untuk sebidang tanah seluas 466 m2 dari ibu Manulang atau Sapri,” kata Siyanti warga Kampung Kebon Kelapa, RT 002/RW 004, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak-Banten kepada awak media, Selasa (08/06/2021).

Siyanti, selaku pembeli tanah menerangkan, transaksi berlangsung pada hari Sabtu, 02 Maret 2016, 5 tahun yang lalu, sesuai Akta Jual Beli nomor 56./2016, tanggal 02-03-2016 yang dikeluarkan Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) Camat Rangkasbitung, SK. Kepala Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten nomor : 08-III/2009 tanggal 29 April 2009, Jalan Sunan Kalijaga, No. 291, Rangkasbitung, Lebak – Banten.

Namun, pada perjalanannya proses jual beli sebidang tanah tersebut, mendapat permasalahan karena di tengah jalan tanah tersebut ada yang mengklaim atau menggugat mengaku sebagai pihak pemilik lahan terdahulu atas nama Nyonya Sutijah melalui putranya Muhamad Restu Santoso.

“Saya merasa ada kejanggalan atas gugatan orang itu (Restu). Karena saya membeli sebidang tanah tersebut berdasarkan girik nomor 582, nama Sapri, Alamat Komplek PU, Desa/Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Jawa Barat dan Akta Jual Beli nomor : 56./ 2016, Tanggal : 02-03-2016. Tapi Kok saya yang digugat, harusnya bukan ke saya tapi ke penjualnya atau Manulang/Sapri,” tutur Siyanti.

Siyanti juga mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui apa-apa, akhirnya mengikuti apa yang disarankan penasehat hukum.

“Intinya saya ingin keadilan karena telah membeli sebidang tanah di jalan Multatuli dengan dasar girik dan Akta Jual Beli (AJB) tapi digugat oleh yang mengaku-ngaku pemilik lahan,” katanya.

Sementara itu, Ridwan Kasi Hukum Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Lebak mengatakan untuk permohonan pembuatan sertifikat sebetulnya mudah, tinggal melengkapi persyaratan saja.

“Satu hal yang perlu diketahui, objek tanah tidak dalam perkara hukum,” ujarnya singkat mengakhiri.

Cs Suteja
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Aksi Solidaritas Wartawan Desak Polisi Tangkap Pembunuh Marshal

Published

on

Wartawan Siantar-Simalungun menggelar aksi solidaritas meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap Pimpinan Media

PEMATANGSIANTAR, CAKRATARA – Wartawan Siantar-Simalungun menggelar aksi solidaritas meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap Pimpinan Media Lassernewstoday, Mara Salim Harahap akrab disapa Marshal Harahap yang ditembak OTK saat menuju pulang ke rumahnya pada Jumat (18/6/2021) malam.

Seruan “Tangkap Pembunuh Marsal” menjadi viral di media sosial, bahkan kali ini meninggalnya Wartawan Siantar – Simalungun, Provinsi Sumut menjadi perhatian para Media, Ormas, OKP, Jurnalis, Wartawan dan Pers seluruh Indonesia.

Wartawan Siantar – Simalungun yang merasa prihatin saat ini berkabung atas meninggalnya Marshal Harahap dengan melakukan aksi solidaritas menyerukan “Tangkap Pembunuh Marsal” yang berlangsung di depan Balai Kota Pematangsiantar pada Senin (21/6/21) pukul 09.15WIB.

Setelah membacakan penyataan sikap di hadapan masyarakat dan ratusan insan pers, kembali melakukan aksi long march ke depan Polres Pematangsiantar.

Di depan Polres Pematangsiantar, para wartawan yang melakukan aksi solidaritas meminta supaya Polri khususnya Kepolisian Pematangsiantar dan Polres Simalungun bersinergi segera menangkap pelaku dan otak pembunuhan Marshal dengan menggunakan peluru tajam.

“Kami meminta dan berharap Aparat Penegak Hukum supaya segera menangkap pembunuh Marsal, kami akan selalu desak dan maju,” kata para wartawan sambari menyerahkan pernyataan sikap langsung kepada Kapolres Pematangsiantar.

Kapolres Pematangsiantar, AKBP. Boy Sutan Binanga Siregar SIK yang langsung menerima dan menghadapi rekan rekan pers yang melakukan aksi mengatakan sangat mendukung aspirasi rekan rekan pers dan meminta dukungan serta doa supaya pihak Kepolisian segera mengungkap tragedi pembunuhan Marshal Harahap sebagaimana juga telah diperintahkan.

“Kami dari jajaran Kepolisian sangat mendukung rekan rekan pers dan kami minta doa dan dukungan dari rekan rekna pers supaya kami mampu mengungkapnya” ucap Kapolres Pematangsiantar.

Setelah melakukan aksi solidaritas, Wartawan Siantar – Simalungun kembali bergerak menuju Polres Simalungun di Pamatang Raya untuk menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap untuk segera menangkap pembunuhan Marshal Harahap.

MS Nasution
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Puskesmas Majasari Kembali Gelar Vaksinasi Covid19

Published

on

Puskesmas Majasari menggelar vaksinasi Covid19 di Puskesmas dalam upaya mencegah terjadinya penyebaran Covid19 yang kembali meningkat

PANDEGLANG, CAKRATARA – Puskesmas Majasari menggelar vaksinasi Covid19 di Puskesmas dalam upaya mencegah terjadinya penyebaran Covid19 yang kembali meningkat di Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin (21/6/21).

Salah seorang peserta Vaksin Adik Rama ( 50 ) mengungkapkan kepada awak media bahwa kewajiban setiap masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, apalagi dirinya sebagai Lurah Karaton Kecamatan Pandeglang sering berinteraksi dengan masyarakat.

“Sebagai kepala Kelurahan Karaton saya wajib turut serta untuk vaksinasi karena sering berinteraksi dengan masyarakat. Alhamdulillah vaksinasi ini tahap ke 2,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wisnu Supardan, SH.i,. MM mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Saya sudah melaksanakan vaksinasi yang ke 2 kalinya dan saya mengajak kepada warga masyarakat Majasari khususnya agar mengikuti vaksin dan tetap menjaga protokol kesehatan,” tutupnya.

Lia Barokah
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi