Connect with us

Nusantara

Lapas Rangkasbitung Fasilitasi Komunikasi Napi Tambah Wartelsuspas

Published

on

(Lapas) Kelas III Rangkasbitung kembali menambah unit Wartelsus sebanyak 10 KBU untuk keperluan komunikasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)

LEBAK, CAKRATARA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung kembali menambah unit Wartelsus sebanyak 10 KBU untuk keperluan komunikasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keluarga yang disediakan di dalam Lapas kelas III Rangkasbitung, Selasa (08/06/2021).

Peraturan Lapas kelas III Rangkasbitung melarang WBP untuk membawa HP dalam blok hunian. Fasilitas Wartelsus yang sekarang tersedia menjadi 16 unit Kamar Bicara Umum (KBU) dengan jam operasional Wartelsus ini dibuka setiap hari, dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB .

Selama masa pandemi COVID-19, kunjungan keluarga terhadap WBP ditiadakan. Wartelsus menjadi salah satu sarana efektif WBP untuk melepas rasa rindu dengan keluarganya selama tidak adanya kunjungan. Selain adanya Wartelsus tersebut, Lapas juga menyediakan pelayanan tambahan berkomunikasi dengan cara video call agar WBP bisa berkomunikasi video call secara gratis yang terjadwal secara bergiliran bagi WBP di ruang kunjungan.

Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Budi Ruswanto mengatakan bahwa penambahan KBU Wartelsuspas merupakan upaya Lapas Rangkasbitung dalam meningkatkan layanan dan kemudahan komunikasi bagi WBP.

“Alhamdulillah dilihat dari laporan data statistik penggunaan wartel sangat tinggi, semua WBP berkomunikasi menggunakan wartelsuspas ini jadi kita tambah KBU nya menjadi 16 unit di blok area khusus komunikasi, ini upaya kita dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat dan juga bagian dari implementasi pembangunan Zi menuju Wilayah Bebas dari Korupsi di Lapas,” kata Budi Ruswanto kepada awak media.

Kalapas menuturkan bahwa alat komunikasi yang legal adalah alat yang disediakan oleh pihak Lapas yang sudah terjamin keamanannya.

“Jadi kita harus pertahankan betul wilayah bebas dari HP atau zero hp ini, wilayah ini zona hijau dari barang terlarang, jangan sampai ada yang berusaha melanggar atau menyelundupkan, akan kita tindak tegas. Sebagai gantinya kita tingkatkan sarana dan prasarannya, wartelsuspas ini aman digunakan, kita bisa tahu record percakapan bila sudah mengarah pada pelanggaran hukum. Jadi pergunakanya dengan sebaik-baiknya,” tegas Budi sapaan akrab Kalapas Kelas III Rangkasbitung.

Sementara itu, salah seorang WBP, sebut inisial RA menyambut baik adanya penambahan Wartelsuspas.

“Kami terbantu sekali dengan adanya wartel ini, selain murah saya juga bisa menghubungi keluarga menanyakan kabar anak dan istri di rumah,” kata RA, salah satu Narapidana kasus Narkoba mengakhiri.

Wahid Abdulah
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

DPC LAMI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Wartawan

Published

on

DPC LAMI) Kota Pinang meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan

LABUHANBATU SELATAN, CAKRATARA – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPC LAMI) Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan media online di Siantar, Mara Salem Harahap yang diduga telah terakomodir.

“Kami selaku pengurus DPC LAMI Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatanelatan meminta agar seluruh wartawan terutama Dewan Pers ikut membantu mengungkap kasus penembakan seorang wartawan yang ada di Siantar, Sumatera Utara,” kata Ketua DPC LAMi Kota Pinang, K. Sipahutar kepada awak media pada Selasa (22/06/2021).

Dia merasa kecewa atas musibah kejadian tersebut, sehingga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.

“Jika kita selaku wartawan diam saja maka hal seperti ini akan terus terulang. Maka dari itu mari wartawan yang ada di Indonesia kita melangkah bersama agar pelaku cepat diadili,” katanya.

Lanjutnya, setelah koordinasi, DPP LAMI akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

Seharusnya wartawan bekerja sesuai apa yang didengar, lihat dan ketahui maka itu akan dijadikan berita, sehingga menjadi konsumsi publik yang mana diketahui bersama bahwa wartawan dalam bertugas telah dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Seorang jurnalis dalam tugas peliputannya tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun, serta wartawan juga tidak boleh dihalang-halangi kerena semua hal itu sudah diatur dalam Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Bab 8 Pasal 18.

Seperti diketahui wartawan media online bernama Mara Salem Harahap atau akrab disapa Marsal, meninggal dunia ditembak OTK saat hendak pulang menuju rumahnya pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Korban ditembak tepat di paha kiri dan dada kanan, sehingga mengalami luka yang serius, dan darah terus keluar mengalir dari tubuh korban sehingga korban lemas tak berdaya dan kejadian tersebut tidak jauh dari rumahnya lebih kurang jarak 250 meter.

Khairul Sipahutar
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Soal Berita Hoax, Kepsek SDN Umbuljaya Minta Maaf

Published

on

Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai bentuk penyesalannya, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM Banjarsari Drs. Chasan Supardi untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

Dalam pertemuan tersebut pada Senin (21/6/21), Suryadi yang didampingi Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari langsung meminta maaf dan menyesali perbuatannya kepada Ketua Yayasan SMK BIM dan mengklarifikasi terkait dirinya yang viral di beberapa berita media online soal berita hoax.

“Saya telah membuat surat pernyataan di atas materai dengan disaksikan oleh Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari, Ketua Yayasan SMK BIM dan juga Kepala Sekolah SMK BIM,” ucapnya.

Surat pernyataan tersebut yakni, dengan ini saya menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas perkataan dan perbuatan saya sehingga membuat ketidaknyamanan keluarga besar Drs. CH Supardi khususnya, dan keluarga besar SMK Bina Insan Mandiri umumnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dan perkataan saya lagi, demikian isi surat pernyataannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK BIM, Drs. Chasan Supardi dan Kepala Sekolah SMK BIM menyambut baik maksud dan tujuan Kepala SDN 2 Umbuljaya, Suryadi yang telah membuat surat pernyataan dan berpesan agar tidak diulanginya lagi.

“Saya hanya berpesan agar perbuatan seperti ini jangan diulangi lagi karena telah mencoreng nama baik keluarga dan yayasan yang saya kelola,” kata Chasan Supardi.

Hal senada juga di katakan oleh Kepala Sekolah SMK BIM, Eros Herlina, agar Pak Suryadi meminta maaf kepada seluruh keluarga saya, karena anaknya Pak Chasan Supardi itu bukan saya saja dan saya juga meminta Pak Suryadi mengklarifikasi ke awak media terkait perkataan dan perbuatannya tersebut.

Herdi Sudrajat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending