Connect with us

Nusantara

DPW Badak Banten Tanggapi Kasus Dana Hibah Ponpes Hingga Pesantren Fiktif

Published

on

Ketua DPW Badak Banten menanggapi dugaan kasus korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) yang terus mengalami eskalasi isu

SERANG, CAKRATARA – Ketua DPW Badak Banten menanggapi dugaan kasus korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) yang terus mengalami eskalasi isu di Provinsi Banten.

Selain Kejati Banten telah menetapkan beberapa tersangka dalam kasus ini, kini persoalan dugaan korupsi hibah pondok pesantren kembali jadi sorotan setelah beredar Video di WAG yang berasal dari para Kiyai, yang kurang lebih isi pesannya menyatakan, bahwa Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) diduga telah menyebarkan hoax terkait pesantren fiktif yang dilaporkan ke Kejati Banten.

Ketua DPW Badak Banten, Azis Hakim yang juga turut mengawal kasus dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren ini berharap kepada para Kyai dan Santri di Provinsi Banten untuk tetap tenang. Sebab kasus ini sudah ditangani oleh pihak yang berwajib.

“Saya berharap kepada para Kiyai untuk dapat mengawal sampe tuntas korupsi dana hibah pondok pesantren ini,” kata Azis, Rabu (09/06/2021).

Azis berpendapat jika kejadian seperti video tersebut terus berlanjut dikhawatirkan di kemudian hari akan semakin runcing menjadi konflik horizontal antar masyarakat. Apalagi, jika video diatas sengaja di pola untuk berhadap-hadapan langsung dengan ALIPP yang diduga menyebarkan hoax.

“Ini lebih parah lagi, kenapa demikian? Karena nanti perhatian publik akan teralihkan pada hal-hal yang substansial dalam kasus korupsi ini. Semisal, proses hukum yang berjalan tanpa ada intervensi,” terangnya.

Menurutnya, jika video diatas terus menggeliat di publik Banten, perhatian publik akan terfokus pada video para kiyai dan ALIPP, bukan pada soal substansi yang ia sampaikan di atas.

“Musuh bersama kita adalah pemerintahan yang korup. Itu jelas tak bisa ditawar lagi. Karenanya, persoalan ini kita serahkan saja kepada Kejati sebagai penegak hukum, dan terus memberikan support agar dugaan korupsi dana hibah segera dituntaskan oleh Kejati Banten,” tutup Ketua DPW Badak Banten.

Asep D Mulyadi
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Ormas Kabandungan Jalin Persatuan Bentuk Forum OSS

Published

on

(Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS) mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

SUKABUMI, CAKRATARA – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS). Pembentukan OSS mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

Selain itu, kebersaamaan dan fungsi Ormas Kecamatan Kabandungan khususnya, dijalankan dengan baik adanya duduk satu meja mengedepankan persatuan dipastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun pembentukan Forum Sepakat Sepaket (OSS) pada Rabu (16/5/21) di antaranya tergabung beberapa ormas seperti, AMS, BBRP, BPKB, PP, FKKPI, dan paguyuban Sapu Jagat.

“Dalam forum ini kami mengedepankan persatuan, persaudaraan dan kepedulian. Dengan mengedepankan aspek aspek tersebut kami dapat merasakan suasana yang luar biasa berbeda bendera ormas tapi satu bendera merah putih,” kata Otoy Iskandar selaku pencetus pembentukan dan juga sebagai wakil ketua di forum OSS.

“Musyawarah dalam memutuskan satu masalah ataupun musyawarah dalan menentukan suatu keputusan senantiasa akan dilakukan,” lanjutnya.

Hermawan alias koncleng yang menduduki Ketua OSS memaparkan,
Sebagai organisasi yang di dalam tujuan utamanya sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat lebih pada kepedulian untuk kepentingan masyarakat.

“Saat ini kami bisa membuktikan kalau ormas di wilayah Kecamatan Kabandungan bersatu,” kata Ketua OSS Hermawan alias Koncleng.

Dalam komentar lainya, Iqbal dari Paguyuban Sapu Jagat yang termasuk dalam Forum OSS merasakan kesan adanya OSS. Dengan adanya forum ini dirinya juga merasakan suasana keakraban yang sangat luar biasa.

Forum organisasi sepakat sepaket (OSS) membuktikan kalau persatuan itu lebih penting dan berharga dari segalanya,” tutupnya.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Kalapas Rangkasbitung Terima Hibah Benih Lele dari Dinas Perikanan

Published

on

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak

LEBAK, CAKRATARA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak. Benih tersebut akan dilakukan budidaya perikanan di kolam seluas 540 meter persegi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Kp. Sumurbuang Cibadak.

Secara simbolis, pada Rabu (16/5/21) Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak memberikan hibah benih ikan lele sebanyak 10.000 ekor ukuran 8-9 cm dan lengkap pakan ikannya sekitar 1 Ton.

Alhamdulillah ya, hibah ini tentu akan sangat bermanfaat dan dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi pembinaan dan pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi ini, WBP yang berasimilasi terbukti memiliki potensi, potensi menghasilkan karya-karya dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Budi Kalapas Rangkasbitung kepada Rombongan Dinas Perikanan Lebak.

Kalapas mengapresiasi dukungan dan kerjasama yang baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak terutama Dinas Perikanan.

“Kita ingin buat bangga Pemda Lebak, ada tempat yang mampu menghasilkan produk unggulan dan menjadi pusat Pembinaan, semakin lengkap sekarang di SAE, ada Sentra Pertanian, Sentra Peternakan dan sekarang teralisasi sentra Perikanan, kedepan kami terus progress agar terwujud menjadi Agribisnis dan Agrowisata yang menjadi kebanggan masyarakat Lebak dan tentu semua stakeholder harus turut mensupportnya” pungkas Budi sapaan akrabnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Kalapas Rangkasbitung, Kabid Pengeloaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lebak, Ibu Winda menyampaiakan apresiasi, dukungan dan harapanya semoga dari hibah ini menjadi stimulus budidaya yang berhasil kedepannya.

“Perkembangan di SAE dari waktu ke Waktu sudah luar biasa, sudah lengkap juga budidayanya, dan kami juga turut bangga menjadi salah satu untuk terus mendukung pengambanan keberadaan SAE ini, semoga apa yang dicita-citakan menjadi Pusat Agrowisata di Lebak tercapai, tentu akan menjadi suatu kebanggan Kabupaten Lebak, dan yang paling penting menjadi satu wahana PASTI dalam pembinaan nyata kepada para WBP, Insyallah kami akan terus dukung tujuan positif tersebut,” tutup Winda penuh harap.

Wahid Abdullah
Cakratara

 

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending