Connect with us

Nusantara

Berlawanan dengan Mobilitas, Warga Lebak Kembali Keluh Hilangnya Internet

Published

on

lemahnya jaringan telepon hingga internet menjadi berlawanan dengan pengurangan mobilitas masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Sobang
Foto ilustrasi tower (Cakratara)

LEBAK, CAKRATARA – Warga Kecamatan Sobang mengeluhkan lemahnya jaringan telepon hingga internet yang dapat menjadi berlawanan dengan pengurangan mobilitas masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Rabu (09/06/2021).

Padahal, saat ini sangat diperlukan jaringan telepon khususnya internet di era digitalisasi yang mana dalam hubungan komunikasi melalui internet mengurangi mobilitas sesuai dengan salah satunya pencegahan penyebaran Covid-19.

Namun, hilangnya jaringan telepon dan internet di wilayah Kecamatan Sobang tersebut dapat berlawanan dengan mobilitas masyarakat yang kesulitan untuk komunikasi. Sehingga masyarakat untuk mendapatkan komunikasi akan ke luar rumah tanpa mengurangi mobilitas.

Dalam kesempatannya, Warga Kecamatan Sobang, Engkos menyampaikan kepada Cakratara, bahwa jaringan telepon maupun Internet bukan saja lemah, melainkan tidak ada jaringan, seperti di Kampung Cirompang, Kampung Cibama Pasir, Kampung Cibama Lebak, dan Kampung Muhara, Desa Cirompang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“Di samping mengurangi mobilitas, jaringan seluler ataupun internet sangat penting. Karena di era digital sekarang ini segala sesuatu serba canggih. Namun di kampung kami ini jaringan tidak ada sama sekali, walaupun ada towernya tapi tidak terjangkau,” papar Engkos.

Engkos juga mengeluhkan, percuma punya telepon seluler apabila tidak bisa digunakan. Namun demikian, dikatakan Engkos, jaringan bisa digunakan tetapi harus memakai WiFi yang harganya lebih mahal ketimbang kuota internet lainnya.

“Memang kami sangat terbantu dengan Wifi, tapi sangat menguras kantong karena harganya lebih mahal dari paket internet melalui telepon seluler,” terangnya.

Menurut Engkos, jika kondisi begini masyarakat terputus jaringan informasi dari luar daerah ataupun seluruh wilayah Sobang. Sehingga ketika ingin mendapatkan informasi atau pelayanan dari pemerintah melalui internet sangat kesulitan.

Selain itu, masyarakat tidak bisa mengakses kebutuhan informasi yang sangat dibutuhkan untuk pelayanan dan memperlancar aktivitas kalau tidak keluar daerah. Namun, masyarakat bisa mendapatkan informasi melalui internet apabila, sehingga masyarakat kesulitan menjalankan aktivitasnya.

“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Pusat bersedia mendengarkan keluhan masyarakat dengan segera membantu agar jaringan seluler dipermudah khususnya di Kecamatan Sobang ini,” harap Engkos.

Di tempat terpisah, Acep Warga Kampung Muhara mengatakan, memang sudah dirasakan sejak Tahun 2016 lalu awalnya Internet bagus.

“Awalnya internet bagus, tapi sekarang kadang ada, kadang tidak ada. Alternatif lain harus membeli Voucher WiFi, harganya jauh secara ekonimis,” ungkap Acep.

“Kami sebagai warga sangat mengeluhkan ketidaknyamanan karena tidak adanya sinyal internet yang stabil ataupun ekonomis,” tutupnya.

Didin Madulum
Cakratara

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Ormas Kabandungan Jalin Persatuan Bentuk Forum OSS

Published

on

(Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS) mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

SUKABUMI, CAKRATARA – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS). Pembentukan OSS mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

Selain itu, kebersaamaan dan fungsi Ormas Kecamatan Kabandungan khususnya, dijalankan dengan baik adanya duduk satu meja mengedepankan persatuan dipastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun pembentukan Forum Sepakat Sepaket (OSS) pada Rabu (16/5/21) di antaranya tergabung beberapa ormas seperti, AMS, BBRP, BPKB, PP, FKKPI, dan paguyuban Sapu Jagat.

“Dalam forum ini kami mengedepankan persatuan, persaudaraan dan kepedulian. Dengan mengedepankan aspek aspek tersebut kami dapat merasakan suasana yang luar biasa berbeda bendera ormas tapi satu bendera merah putih,” kata Otoy Iskandar selaku pencetus pembentukan dan juga sebagai wakil ketua di forum OSS.

“Musyawarah dalam memutuskan satu masalah ataupun musyawarah dalan menentukan suatu keputusan senantiasa akan dilakukan,” lanjutnya.

Hermawan alias koncleng yang menduduki Ketua OSS memaparkan,
Sebagai organisasi yang di dalam tujuan utamanya sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat lebih pada kepedulian untuk kepentingan masyarakat.

“Saat ini kami bisa membuktikan kalau ormas di wilayah Kecamatan Kabandungan bersatu,” kata Ketua OSS Hermawan alias Koncleng.

Dalam komentar lainya, Iqbal dari Paguyuban Sapu Jagat yang termasuk dalam Forum OSS merasakan kesan adanya OSS. Dengan adanya forum ini dirinya juga merasakan suasana keakraban yang sangat luar biasa.

Forum organisasi sepakat sepaket (OSS) membuktikan kalau persatuan itu lebih penting dan berharga dari segalanya,” tutupnya.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Kalapas Rangkasbitung Terima Hibah Benih Lele dari Dinas Perikanan

Published

on

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak

LEBAK, CAKRATARA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak. Benih tersebut akan dilakukan budidaya perikanan di kolam seluas 540 meter persegi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Kp. Sumurbuang Cibadak.

Secara simbolis, pada Rabu (16/5/21) Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak memberikan hibah benih ikan lele sebanyak 10.000 ekor ukuran 8-9 cm dan lengkap pakan ikannya sekitar 1 Ton.

Alhamdulillah ya, hibah ini tentu akan sangat bermanfaat dan dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi pembinaan dan pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi ini, WBP yang berasimilasi terbukti memiliki potensi, potensi menghasilkan karya-karya dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Budi Kalapas Rangkasbitung kepada Rombongan Dinas Perikanan Lebak.

Kalapas mengapresiasi dukungan dan kerjasama yang baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak terutama Dinas Perikanan.

“Kita ingin buat bangga Pemda Lebak, ada tempat yang mampu menghasilkan produk unggulan dan menjadi pusat Pembinaan, semakin lengkap sekarang di SAE, ada Sentra Pertanian, Sentra Peternakan dan sekarang teralisasi sentra Perikanan, kedepan kami terus progress agar terwujud menjadi Agribisnis dan Agrowisata yang menjadi kebanggan masyarakat Lebak dan tentu semua stakeholder harus turut mensupportnya” pungkas Budi sapaan akrabnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Kalapas Rangkasbitung, Kabid Pengeloaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lebak, Ibu Winda menyampaiakan apresiasi, dukungan dan harapanya semoga dari hibah ini menjadi stimulus budidaya yang berhasil kedepannya.

“Perkembangan di SAE dari waktu ke Waktu sudah luar biasa, sudah lengkap juga budidayanya, dan kami juga turut bangga menjadi salah satu untuk terus mendukung pengambanan keberadaan SAE ini, semoga apa yang dicita-citakan menjadi Pusat Agrowisata di Lebak tercapai, tentu akan menjadi suatu kebanggan Kabupaten Lebak, dan yang paling penting menjadi satu wahana PASTI dalam pembinaan nyata kepada para WBP, Insyallah kami akan terus dukung tujuan positif tersebut,” tutup Winda penuh harap.

Wahid Abdullah
Cakratara

 

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending