Connect with us

Nusantara

Ariel Noah Apresiasi Gitar Akustik Karya WBP Lapas Rangkasbitung

Published

on

Ariel Noah mengapresiasi Gitar Akustik hasil karya produk unggulan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) (Lapas) Kelas III Rangkasbitung

LEBAK, CAKRATARA – Salah satu Musisi Ariel Noah mengapresiasi Gitar Akustik hasil karya produk unggulan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung.

“Saya mengapresiasi Gitar Akustik hasil karya WBP Lapas Rangkasbitung yang telah berhasil membuat gitar yang bagus. Semoga bisa menjadi industri besar dan tetap kreatif apapun itu kegiatanya,” kata Ariel Noah dalam pesan kiriman videonya yang dikutip pada Selasa (27/4/2021).

Selain Ariel Noah, apresiasi itupun berdatangan dari Anggota DPR RI Krisdayanti. “Saya apresiasi atas keberhasilan pembinaan pembuatan gitar, terus kreatif,” kata Krisdayanti dalam pesan whatsappnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, membenarkan ungkapan dari pencipta lagu menghapus jejakmu ini yang dikirimkan melalui pesan whatsapp dan disiarkan langsung dihadapan Menko Polhukam RI dan sejumlah pejabat tinggi negara di Gedung Hotel Luwansa Jakarta.

“Alhamdulillah hasil pembinaan pembuatan gitar yang murni orisinil dipoles oleh tangan-tangan terampil Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Rangkasbitung mendapat apresiasi dari banyak pihak, mulai dari pejabat negara, masyarakat dan Musisi Nasional seperti Ariel, Krisdayanti dan lainya,” kata Budi Kalapas Rangkasbitung

Kalapas menambahkan bahwa apresiasi tersebut teruntuk seluruh jajaran petugas dan WBP yang melaksanaan pembinaan itu sendiri.

“Tak kenal lelah dan menyerah itulah kata yang sering menjadi pedoman, sinergi antara petugas yang membina dengan WBP yang mendapat pembinaan, sehingga menjadi suatu karya yang kini menjadi sebuah kebanggaan kita semu, terus semangat tanamkan sampai kapanpun terutama bagi WBP kelak bisa berkarya di luar usai bebas,” kata Budi.

Apresiasi tersebut disampaikan pada saat kegiatan peringatan menuju Hari Bhakti Pemasyarakatan yang dihadiri oleh Menko Polhukam RI, Menkumham RI, Dirjen Pemasyarakatan, Ketua BNN, Pimti Madya dan Pratama Kemenkumham RI l.

Anton Hermawan
Cakratara.com

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Pemuda Pancasila Kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral Jaga Keamanan

Published

on

Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik

BANYUWANGI, CAKRATARA – Demi menjaga keamanan, Pemuda Pancasila kolaborasi dengan Paguyuban Remaja Netral untum mengamankan acara turnamen bola voly plastik yang bertempat di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (16/10/21).

Dalam acara tersebut turut hadir Kepala Desa Ketapang Slamet dan juga tokoh kepemudaan Suhdi Purwanto sebagai Ketua Pelopor Ketapang dimana pemuda pelopor ketapang yang telah menaungi beberapa organisasi.

Adul Karim ketua dari dari Pemuda Pancasila ranting Ketapang menegaskan bahwa pemuda pancasila dan paguyuban remana netral berkolaborasi demi menjaga keamanan biar tidak terjadi kegaduhan di malam puncak final lomba bola voly plastik yang di lakukan oleh karang taruna arpan

Joko Misbono dan juga mahalik yang tergabung di dalam tim macan blambangan juga ikut hadir untuk memantau di kelancaran di dalam pertandingan.

Joko irawan ketua dari paguyuban remaja netral berharap semua karang taruna yang berada di desa ketapang bisa menjadi cotoh bagi pemuda pemudi yang berada diluar daera dan pemuda pemudi bisa ikut serta mebantu kabupaten khususnya di bidang olah raga karna di banyuwangi ini butuh pemuda pemudi yang pro aktif di bidang olaraga

Suhdi purwanto sebagai tokoh kepemudaan berharap semoga festival tropy pelopor ini bisa berlasung lancar dan serta untuk pemengnya bisa ada uwang pembinaan dan marikita bersama-sama kita jalin persatuan dan kesatuan karna pemuda pelopor ada wadah dari beberapa oranganisasi dan karang taruna pungkas suhdi purwanto.

Satrawi (Darwis)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Bupati Lebak Ajak Perempuan Untuk Berdaya Saing

Published

on

zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai suatu prodi dengan orientasi di bidang komunikasi perubahan sosial, Prodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan seminar nasional dan workshop mengenai komunikasi/kampanye kesehatan dengan fokus pada isu gender dan inklusi sosial (gesi), dengan Tema “Komunikasi Inklusi Gender Dalam Pemerataan Kesehatan”. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Sabtu (16/10/2021). Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi key note speaker dalam seminar nasional tersebut.

Bupati Lebak menyampaikan, bahwa Kabupaten Lebak memiliki misi meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, dan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan, jadi akan berkorelasi kepada inklusi gender karena melalui kualitas pendidikan dan daya saing ini tidak bisa dibedakan antara laki-laki dan perempuan terlebih didalam Undang-Undang soal perempuan juga memiliki hak yang sama diberikan tiga puluh persen.

“Intinya saya mengajak kepada semuanya, kita perempuan harus berdaya saing diantaranya meningkatkan kompetensi dan tentunya lingkungan sekitar juga harus mendukung jadi kita memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, yang terpenting adalah mari kita gali potensi kita tingkatkan potensi kita untuk bisa bersaing dengan seluruh elemen yang lainnya” ujar Bupati Lebak.

Sementara itu Rektor Untirta Fatah Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan yang sensitif terhadap isu gender, mengoptimalkan pembangunan bidang kesehatan di Provinsi Banten khususnya, serta membuka jaringan dan kolaborasi lembaga akademik dan lembaga lainnya.

“Fokus workshop ini adalah distribusi pengetahuan tentang kampanye sosial yang berorientasi gender dalam meningkatkan kesadaran masyarakat soal isu kesehatan, terutama yang terkait dengan kasus gizi buruk, stunting, dan kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.

Red
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending