Connect with us

Nusantara

Baru Seminggu Berduka, Warga Ciwaru Tertekan Tagihan Bank Emok Mekar

Published

on

Warga Kampung Ciwaru, Ilham baru seminggu berduka ditinggal mati isterinya merasa tertekan tagihan pinjaman uang dari Bank Emok Mekar.

LEBAK, CAKRATARA – Warga Kampung Ciwaru, Ilham baru seminggu berduka ditinggal mati isterinya merasa tertekan dan terintimidasi akibat menerima tagihan pinjaman uang dari Pemodalan Nasional Madani (PNM) Mekar atau Bank Emok Mekar.

Setelah istrinya meninggal dunia baru seminggu, Ilham berstatus duda dengan memiliki anak satu yang bekerja serabutan menempati rumah sederhana beralamat di Kampung Ciwaru RT 02/RW 08 Desa Bayah barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Dalam kesedihannya yang baru seminggu ditinggal istri, Ilham mengatakan, betapa sedih terlalu dalam sekarang ini karena ditinggal istri meninggal dunia, ditambah lagi harus mempersiapkan angsuran semasa hidup almarhum istrinya.

“Saya juga gak ngerti infonya hutang almarhum istri saya lunas alias dihapus. Kok jadi kiue kudu mayaran sesa hutang pamajikan, sedangkan pamajikan urang ges maot (kok jadi begini harus bayar sisa hutang istri, sedangkan istri saya sudah meninggal,” tutur Ilham.

“Saya mengetahui bahwa almarhum istri saya minjem uang di bank emok atau PNM Mekar. Bahkan yang saya ketahui bukan bank emok mekar saja tapi ada Bank emok lainya. Ketika saya ceritakan bahwa istri telah meninggal dunia ke petugas bank emok diminta surat kuning dari desa setempat, dan surat meninggal dunia di rumah sakit,” imbuh Ilham.

Ia mengakui, pinjem uang ke bank emok buat modal usaha dagang di rumah, seperti jualan pop ice, gorengan, makanan buat anak-anak, dan dagangan yang lainya. Itupun penghasilannya tidak seberapa.

“Saya ikhlas atas kepergian istri, meskipun rasanya berat karena si buah hati yang baru menginjak kelas 4 SD ini. mungkin ini takdir saya yang diberikan  Allah SWT,” ucapnya.

Ilham menambahkan, dengan meminjam uang ke bank emok mekar merasa tidak tenang apalagi yang meminjam atas nama almarhum istri. Setiap apa yang diperintahkan petugas bank emok mekar dia ikuti persyaratannya di antaranya
1. Surat buku nikah suami istri (wajib ada)
2. Surat meninggal dunia di rumah sakit (wajib ada).

“Dua syarat yang di informasikan oleh petugas lapangan Bank emok mekar saya ikuti kenapa pas saya baca syarat yang lainnya di selembar kertas putih “tolong persiapkan sisa angsuran semasa hidup almarhum” disitulah saya merasa tertekan harus melunasi atas apa yang disampaikan oleh petugas lapangan Bank emok mekar. Jujur dalam hati saya Alhamdulillah sangkutan pinjaman a/n almarhum istri satu persatu di bebaskan. Namun berbeda dengan Bank emok yang satu ini bank emok mekar di ungkapkan dengan catatan di sehelai kertas bahwasanya tunggakan istri saya semasa hidupnya dipersiapkan,” ungkap Ilham.

Terpisah, petugas bank emok mekar saat dikonfirmasi terkait tulisan “tolong persiapkan sisa angsuran semasa hidupnya” petugas tersebut mengatakan, bahwa hal itu untuk mengantisipasi.

“Itu untuk berjaga-jaga atau mengantisipasi,” kata petugas Bank Emok Mekar.

Namun ketika ditanya domisili kantor berada di wilayah Cikotok Kecamatan Cibeber, dan dimintai nomor kontak pimpinan cabang Cikotok untuk mengkonfirmasi terkait hal itu namun petugas tersebut tidak merespon hingga berita ini di tayangkan.

Gunawan Belong
Cakratara.com

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

DPC LAMI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Wartawan

Published

on

DPC LAMI) Kota Pinang meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan

LABUHANBATU SELATAN, CAKRATARA – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPC LAMI) Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan media online di Siantar, Mara Salem Harahap yang diduga telah terakomodir.

“Kami selaku pengurus DPC LAMI Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatanelatan meminta agar seluruh wartawan terutama Dewan Pers ikut membantu mengungkap kasus penembakan seorang wartawan yang ada di Siantar, Sumatera Utara,” kata Ketua DPC LAMi Kota Pinang, K. Sipahutar kepada awak media pada Selasa (22/06/2021).

Dia merasa kecewa atas musibah kejadian tersebut, sehingga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.

“Jika kita selaku wartawan diam saja maka hal seperti ini akan terus terulang. Maka dari itu mari wartawan yang ada di Indonesia kita melangkah bersama agar pelaku cepat diadili,” katanya.

Lanjutnya, setelah koordinasi, DPP LAMI akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

Seharusnya wartawan bekerja sesuai apa yang didengar, lihat dan ketahui maka itu akan dijadikan berita, sehingga menjadi konsumsi publik yang mana diketahui bersama bahwa wartawan dalam bertugas telah dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Seorang jurnalis dalam tugas peliputannya tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun, serta wartawan juga tidak boleh dihalang-halangi kerena semua hal itu sudah diatur dalam Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Bab 8 Pasal 18.

Seperti diketahui wartawan media online bernama Mara Salem Harahap atau akrab disapa Marsal, meninggal dunia ditembak OTK saat hendak pulang menuju rumahnya pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Korban ditembak tepat di paha kiri dan dada kanan, sehingga mengalami luka yang serius, dan darah terus keluar mengalir dari tubuh korban sehingga korban lemas tak berdaya dan kejadian tersebut tidak jauh dari rumahnya lebih kurang jarak 250 meter.

Khairul Sipahutar
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Soal Berita Hoax, Kepsek SDN Umbuljaya Minta Maaf

Published

on

Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai bentuk penyesalannya, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM Banjarsari Drs. Chasan Supardi untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

Dalam pertemuan tersebut pada Senin (21/6/21), Suryadi yang didampingi Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari langsung meminta maaf dan menyesali perbuatannya kepada Ketua Yayasan SMK BIM dan mengklarifikasi terkait dirinya yang viral di beberapa berita media online soal berita hoax.

“Saya telah membuat surat pernyataan di atas materai dengan disaksikan oleh Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari, Ketua Yayasan SMK BIM dan juga Kepala Sekolah SMK BIM,” ucapnya.

Surat pernyataan tersebut yakni, dengan ini saya menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas perkataan dan perbuatan saya sehingga membuat ketidaknyamanan keluarga besar Drs. CH Supardi khususnya, dan keluarga besar SMK Bina Insan Mandiri umumnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dan perkataan saya lagi, demikian isi surat pernyataannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK BIM, Drs. Chasan Supardi dan Kepala Sekolah SMK BIM menyambut baik maksud dan tujuan Kepala SDN 2 Umbuljaya, Suryadi yang telah membuat surat pernyataan dan berpesan agar tidak diulanginya lagi.

“Saya hanya berpesan agar perbuatan seperti ini jangan diulangi lagi karena telah mencoreng nama baik keluarga dan yayasan yang saya kelola,” kata Chasan Supardi.

Hal senada juga di katakan oleh Kepala Sekolah SMK BIM, Eros Herlina, agar Pak Suryadi meminta maaf kepada seluruh keluarga saya, karena anaknya Pak Chasan Supardi itu bukan saya saja dan saya juga meminta Pak Suryadi mengklarifikasi ke awak media terkait perkataan dan perbuatannya tersebut.

Herdi Sudrajat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending