Connect with us

Nusantara

Karyawan MGL Sukabumi Histeris 2,5 Tahun Belum Terima Gaji

Published

on

By

Karyawan Muara Griya Lestari (MGL) semakin tidak menentu, mereka merasa seolah-olah semakin ditelantarkan oleh pihak perusahaan

SUKABUMI, CAKRATARA – Para Karyawan Muara Griya Lestari (MGL) semakin tidak menentu, mereka merasa seolah-olah semakin ditelantarkan oleh pihak perusahaan dari tahun 2018 sampai tahun 2021. Hingga saat ini tak ada kepastian gaji mereka akan dibayarkan pihak perusahaan.

Kami merasa ditelantarkan hak dan gaji kami sudah 2,5 tahun belum juga dibayar. Mereka itu WNA yang numpang usaha di negeri ini, tapi mereka tidak bisa memenuhi kewajibannya membayar upah para pekerja,” kata salah seorang buruh yang aktif menuntut haknya

Sementara itu koordinator Karyawan MGL, Endi Supardi mengatakan akan terus memperjuangkan haknya. Ia pun sudah koordinasi dengan bupati tentang permasalahan ini, nanti akan ada sidang  lembaga kerjasama pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

“Kami berharap dengan turun tangannya pemerintah permasalahan ini tidak terus berlarut larut,” harap Endi.

“Sementara itu dari informasi yang didapat DPRD Sukabumi akan membentuk Tim Pokja khusus menangani permasalahan ini,” tambah Endi.

Tuntutan Karyawan MGL bukan hanya basa basi untuk melanjutkan permasalahan ini, mereka tetap bergerak dan menempuh jalur agar segera pihak perusahaan membayar gaji para karyawan tanpa harus menunggu aset pàbrik yang berada di Jalan Raya Kadupugur KM 10,1 Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan laku dijual. Karena perusahaan masih berjalan dan dikabarkan membuka pabrik di Salatiga.

“Mereka bukan bangkrut tapi dikabarkan pindah pabrik ke Salatiga. Sementara karyawan di Sukabumi ditelantarkan begitu saja,” kata Endi Supardi.

Dengan sudah adanya koordinasi dengan Bupati Sukabumi, H.Marwan Hamami dan akan adanya Pokja khusus yang akan dibentuk DPRD Sukabumi, para karyawan berharap dan bertumpu pada Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar dapat membantu dan menyelesaikan permasalahan sampai hak gaji semua karyawan dibayar pihak perusahan Muara Griya Lestari (MGL).

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara.com

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Peringati HUT ke 61, Karang Taruna Sobang Adakan Turnamen Badminton

Published

on

By

Dalam rangka memperingati HUT ke 61, Karang Taruna Kecamatan Sobang mengadakan kegiatan Turnamen Badminton bertempat di Gedung Olah Raga Guru

LEBAK, CAKRATARA – Dalam rangka peringati HUT ke 61, Karang Taruna Kecamatan Sobang mengadakan kegiatan Turnamen Badminton bertempat di Gedung Olah Raga Guru (GOR) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sobang, di Kampung Pasir Eurih, Desa Sindanglaya Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Minggu (26/9/2021).

Panitia Turnamen Badminton Karang Taruna Kecamatan Sobang Mamat Apianto mengatakan, dalam rangka peringati HUT ke 61 Karang Taruna (Katar) dari pengurus sekaligus Panitia Karang Taruna Kecamatan Sobang ini mengadakan turnamen badminton untuk menjalin tali silaturahmi dan mengembangkan bakat para pemuda yang ada di Kecamatan Sobang.

“Alhamdulilah dari semua kalangan sangat antusias mengikuti turnamen badminton, dan dalam kegiatan tersebut kami pun tidak lepas mematuhi Protokol Kesehatan,” ungkap Mamat.

Ketua Karang Taruna (Katar) Kecamatan Sobang Asep Hidayat mengatakan, di hari ulang tahun Karang Taruna ke 61, semangat untuk terus meningkatkan rasa cinta kita terhadap sosial lingkungan masyarakat.

“Melalui turnamen tali silaturahmi khususnya bagi pecinta olahraga dan umumnya bagi Kecamatan Sobang,” tutup Asep.

Red: Kosasih
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Janda 6 Anak di Pandeglang Tak Dapat Bantuan Kondisinya Memprihatinkan

Published

on

By

Janda 6 anak diduga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah kondisinya sangat memprihatinkan bertempat tinggal di Kampung Lebak
Kondisi rumah Ade seorang janda yang memiliki 6 anak. (Foto: Cakratara)

PANDEGLANG, CAKRATARA – Seorang Janda 6 anak diduga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah kondisinya sangat memprihatinkan bertempat tinggal di Kampung Lebak Buah RT 02 / RW 02, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu (26/09/2021).

Janda 6 anak bernama Ade (41) hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan ini tinggal di rumah tembok bercampur geribik yang sudah lapuk dimakan usia dan bocor disaat musim penghujan turun sehingga dalam rumah penuh dengan genangan air yang membuat mereka susah tidur.

Kepada wartawan Ade mengaku, bahwa dirinya tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama 6 (enam) anaknya. Semenjak bercerai dengan suaminya sekitar 2 tahun silam, kondisi ekonominya sangat memprihatinkan. Lebih miris lagi kedua orang tuanya Ade bercerai lalu ibunya meninggal 4 bulan yang lalu.

“Semenjak saya cerai 2 tahun yang lalu, dan ibu saya meninggal, saya tinggal bersama anak-anak saya tidak punya penghasilan yang tetap, untuk memberi makan anak-anak hanya dari hasil kerja saya yang tidak menentu, apabila ada yang nyuruh, dan terkadang saya bersama anak-anak, bisa makan itu dari pemberian tetangga,” terang Ade, Minggu (26/9/2021).

Dikatakannya, waktu ibu masih ada dirinya kerja di Jakarta, tapi semenjak ibu meninggal tidak ada yang mengurus anak-anak, apalagi anak yang paling kecil masih butuh ASI.

Ade berharap kepada pemerintah, para dermawan atau donatur, agar dapat membantu meringankan penderitaannya, dan berharap untuk memiliki rumah yang layak huni.

Karena, kata Ade, jangankan untuk betulin rumah, untuk kebutuhan hidup bersama anak-anaknya saja sangat kesulitan. Untuk makan sehari-hari saja susah, tiap hari dia hanya menangis, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan anaknya yang masih pada sekolah.

“Anak pertama, ke dua, ke tiga dan ke empat masih sekolah, yang ke lima belum sekolah, sedangkan anak yang ke enam baru berumur 4 (tahun) tahun,” pungkas Ade.

Di tempat terpisah Ketua OKK DPP Badak Banten Samsuni, Kepada Awak Media Via Pesan Whatssap mengatakan Realita yang mengenaskan ini ternyata benar-benar ada di negeri yang kaya ini. Merasa berdosa rasanya jika kondisi warga duafa ini tidak segera teratasi bersama.

“Kami mengajak kepada para dermawan yang ingin ikut berkontribusi dalam Gerakan Sosial Kemanusiaan ini guna membantu keluarga kurang mampu tersebut, mari salurkan infaknya,” kata Samsuni.

“Kami juga berharap berita ini sampai ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang cq Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Permukiman, Baznas Pandeglang, dan para Wakil Rakyat, anggota DPRD Pandeglang yang terhormat,” tutup Samsuni.

Yeyen Sudrajat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications