Connect with us

TNI-Polri

Ekstrim, Anggota Satlantas Polres Lebak Muliakan Orang Gila Selama Tahunan

Published

on

Bripa Adi Nugraha seorang Anggota Polri yang bertugas di Satlantas Polres Lebak bertingkah ekstrim dengan orang gila mewujudkan kepeduliannya

LEBAK, CAKRATARA – Bripa Adi Nugraha seorang Anggota Polri yang bertugas di Satlantas Polres Lebak bertingkah ekstrim dengan mewujudkan kepeduliannya memandikan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Pos Satlantas Mandala, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Hal ini sebagai wujud kepedulian dan memuliakan terhadap sesama manusia,” kata Bripka Adi Nugraha pada Kamis (22/4/2021).

Dikatakan Bripka Adi Nugraha yang ekstrim, bahwa memandikan orang dengan gangguan jiwa selama bertahun-tahun bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Hal ini bukan saja harus mempunyai keberanian yang tinggi, namun modal yang utama adalah lahir dari pribadi yang peduli terhadap sesama.

Berawal, Bripka Adi Nugraha yang ekstrim dan enggan aksi sosialnya dipublikasikan oleh awak media, perilakunya yang peduli terhadap sesama, suka dengan cara pelan pelan mendekati orang dengan gangguan jiwa dengan menjumpai di lapangan selama bertugas.

“Penderita gangguan jiwa layaknya orang normal juga memiliki hak yang sama. Mereka berhak juga mendapat kehidupan layak, dan apa yang saya lakukan mungkin tidak memberikan banyak perubahan, namun mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa sedikit membantu mereka,” harap Bripka Adi Nugraha.

Apalagi, kata Bripka Adi Nugraha, saat ini dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan meskipun membantu alakadarnya.

“Peduli terhadap mereka yang mempunyai keterbelakangan mental atau mengalami gangguan jiwa itu jadi misi hidup saya,” jelas Bripka Adi Nugraha yang tergolong ektrim.

Terpisah, AKP Tiwi Afrina, S.I.K Kasat Lantas Polres Lebak membenarkan bahwa anggotanya yang bernama Bripka Adi Nugraha mempunyai pribadi sosial yang unik dan luar biasa.

“Iya, saya sudah mendapatkan informasi dari rekan anggota juga, bahwa Bripka Adi Nugraha sering melakukan aksi sosial seperti itu. Selain memandikan juga sering memberikan bantuan sesuai kemampuannya, seperti pakaian, makanan dan lainnya kepada beberapa orang yang mempunyai gangguan jiwa, yang ia jumpai di lapangan selama bertugas,” ungkap AKP Tiwi.

Menurut Tiwi, anggota seperti Bripka Adi Nugraha yang memberi sedikit kebaikan bagi mereka yang punya keterbatasan bukan untuk ria apalagi sombong, dan aksi sosial yang dilakukannya itu sama sekali tidak mengganggu kewajiban sebagai abdi negara.

“Saya sangat apresiasi terhadap pribadi anggota seperti Bripka Adi Nugraha. Kita Jajaran Satlantas Polres Lebak mendukung terhadap rasa kepeduliannya, karena hal ini tak jarang orang mampu melakukannya. Bukan saja harus punya keberanian, juga harus punya kepedulian yang tinggi, sabar dan bisa menguasai orang yang mempunyai gangguan jiwa tersebut,” tutup AKP Tiwi.

Anton Hermawan
Cakratara.com

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

TNI-Polri

Gelar Vaksinasi Polsek Cibadak Diikuti Santriawan Santriawati

Published

on

Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Polsek Cibadak Polres Lebak Polda Banten gelar vaksinasi covid-19 massal dengan sasaran Masyarakat

LEBAK, CAKRATARA – Untuk mendukung Program Pemerintah dalam Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Polsek Cibadak Polres Lebak Polda Banten gelar vaksinasi covid-19 massal dengan sasaran Masyarakat dan 100 Santriawan/Santriawati Ponpes Al-Hidayah

di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Rabu (27/10/2021).

Gelar Vaksinasi Covic-19 massal tersebut dipimpin oleh Kapolsek Cibadak AKP H.E Kusroin, bekerjasama dengan Puskesmas Cibadak.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Teddy Rayendra,SIK,M.I.K Melalui Kapolsek Cibadak AKP H.E Kusroin.  mengatakan, “Hari ini Polsek Cibadak Polres Lebak bersama puskesmas Cibadak kembali melaksanakan Vaksinasi covid-19  massal bertempat di Ponpes Al-Hidayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak,” ujar Kusroin

“Polsek Cibadak kembali laksanakan gelar vaksinasi Covid-19 bersama Puskesmas Cibadak. Alhamdulillah para Santri di Ponpes Al-Hidayah mengikuti kegiatan Vaksinasi yang diadakan oleh Polsek Cibadak. dosis yang terpakai sebanyak 100 Dosis untuk dosis I sebayak 52 orang dan Dosis II sebayak 48 orang,” kata Kusroin.

“Tidak henti Kapolsek selalu mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya di Kecamatan Cibadak untuk mengikuti giat vaksinasi,karena ini adalah salah satu program pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19.

Terima kasih kepada Pimpinan Ponpes Al-Hidayah yang sudah mendukung Program Pemerintah tentang Vaksinasi Covid-19 ini. Dan bagi Yang sudah mengikuti vaksinasi diucapkan terimakasih dan ajak saudara,tetangga untuk mengikuti Vaksinasi ini, ungkapnya.

Kusroin juga mengungkapkan, dengan vaksinasi covid-19 akan tercipta herd immunity atau kekebalan tubuh untuk masyarakat Kec.Cibadak sehingga tidak mudah terpapar virus covid-19.

“Polsek Cibadak akan terus melaksanakan kegiatan Vaksinasi covid-19 Massal,  Silahkan masyarakat yang mau divaksin datang ke Polsek Cibadak atau Puskesmas Cibadak untuk konfirmasi waktu pelaksanaan yang telah kami Jadwalkan. Tetap terapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Anton Hermawan
Cakratara

Continue Reading

TNI-Polri

Mantan Kades Sodong Diduga  Korupsi DD Hingga Rp 418 Juta

Published

on

Mantan Kepala Desa (Kades) Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten berinisial SJ (54) dan anaknya berinisial YP (29)

PANDEGLANG, CAKRATARA – Mantan Kepala Desa (Kades) Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten berinisial SJ (54) dan anaknya berinisial YP (29) selaku Kepala Urusan Keuangan Desa Sodong diduga melakukan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 418 juta.

Keduanya ditetapkan tersangka dan ditahan di Mako Polres Pandeglang setelah hasil penyidikan dan pemeriksaan kerugian negara yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Pandeglang.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga saat memimpin jumpa pers mengatakan bahwa modus yang dilakukan kedua tersangka yakni dengan mengurangi jumlah volume bangunan serta tidak menyalurkan beberapa dana desa.

“Modus yang dilakukan kedua tersangka yakni mengurangi jumlah bahan dan keuangan dalam pelaksanaan pembangunan di desa yang bersifat fisik tersangka juga tidak menyalurkan beberapa dana yang seharusnya sudah diajukan untuk bidang pemberdayaan Rp20, Bidang Pembinaan Rp16,2 juta dan penyertaan modal BUMdes Rp50 juta,” jelas Shinto, Rabu (27/10/2021).

Shinto menjelaskan, tersangka YP selaku Kaur Keuangan awalnya mengajukan Desa Desa sebesar Rp772 juta, namun pada pelaksanaannya di lapangan hanya digunakan sebesar Rp354 juta sedangkan sisanya digunakan untuk kebutuhan pribadi kedua tersangka.

“Uang dari hasil korupsi sebesar Rp. 418 digunakan untuk keperluan di desa yang bukan peruntukannya dan untuk kepentingan pribadi kedua tersangka. Jumlah Rp418 itu sesuai hasil audit kerugian negara dari BPKP,” katanya.

Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana maksimal selama 20 kurungan penjara.

 

Anton Hermawan

Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending