Connect with us

Nusantara

Dampak Lahan Tak Bertuan, 7 KK di Desa Cimanis Bermukim di Tenda

Published

on

7 Kepala Keluarga (KK) di Desa Cimanis, Kecamatan Sobang terpaksa bermukim di sebuah tenda yang didirikan oleh Tanggap Siaga Bencana (Tagana)

PANDEGLANG, CAKRATARA – Sebanyak 29 jiwa dari 7 Kepala Keluarga (KK) di Desa Cimanis, Kecamatan Sobang terpaksa bermukim di sebuah tenda yang didirikan oleh Tanggap Siaga Bencana (Tagana) dan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Bukan karena bencana, alasan warga mendirikan tenda darurat itu karena diduga diusir dari tempat tinggalnya oleh orang yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

Padahal, ke 7 KK tersebut sudah puluhan tahun menempati lahan yang diklaim hak milik warga Jakarta. Sedangkan dari informasi yang didapat bahwa lahan tersebut adalah lahan tak bertuan atau tanpa pemilik.

Ketua KSB Pandeglang, Beni Madsira mengaku, pihaknya diminta bantuan oleh pihak TKSK Sobang untuk membantu mendirikan tenda bagi puluhan warga yang diusir oleh orang yang mengaku sebagai pemilik lahan.

“Semalam saya diminta bantuan untuk mendirikan tenda. Ada sebanyak 29 warga dari sebanyak 7 KK yang akan dibuatkan tenda pengungsian di Desa Cimanis,” ungkap Beni, Minggu 18 April 2021.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Cimanis, Kecamatan Sobang, Tasma Hidayat membenarkan jika ada puluhan warganya yang harus dievakuasi dan dibuatkan tenda pengungsian, lantaran diusir dari tempat tinggalnya oleh orang yang mengklaim pemilik lahan.

Kades juga menjelaskan bahwa status lahan yang semula ditempati puluhan warga dahulunya adalah lahan tak bertuan, sehingga selama 20 tahun ditempati oleh warganya.

“Sejak dulu warga itu tidak ada masalah menempati lahan itu. Namun karena warga itu mau mendirikan Mushala untuk tempat peribadatan, maka datanglah orang yang mengkalim sebagai pemilik lahan yang melarang warga mendirikan Mushala,” ujarnya.

Berawal dari situlah, lanjut Kades, puluhan warga tersebut diusir dan terpaksa harus dibuatkan tenda pengungsian. Lantaran mereka diancam akan dihukum jika tidak segera mengkosongkan tempar tersebut.

“Warga diancam akan dipenjarakan oleh orang yang mengaku pemilik lahan, makanya warga takut dan ahirnya pindah dari tempat tinggalnya semula,” katanya.

Terkait klaim pemilik lahan itu punya bukti kepemilikan lahan, Kades menjelaskan, kalau memang melihat dari bukti kepemilikan lahan seperti sertifikat memang betul. Tapi memang ada pembanding juga, mengenai status lahan tersebut antara hak milik atau lahan tak bertuan.

“Memang dulunya saya kurang tahu persis status lahan itu. Tapi dengan adanya persoalan yang menimpa puluhan warga kami, maka sekarang ini kami sedang menjalin koordinasi dengan pihak-pihak lain untuk mencari solusi dari masalah itu,” tutupnya.

Yeyen Sudrajat
Cakratara.com

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Turut Berduka Cita, Badak Banten DPC Warunggunung Kunjungi Korban Kecelakaan

Published

on

Badak Banten DPC Warunggunung turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan dengan mengunjungi Rumah Duka Almarhum Rusmadi

LEBAK, CAKRATARA – Keluarga besar Badak Banten DPC Warunggunung turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan dengan mengunjungi Rumah Duka Almarhum Rusmadi pada Minggu (20/6/21).

Dalam kunjungannya, Ketua DPC Badak Banten Warunggunung Johadi beserta jajarannya mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Almarhum Rusmadi.

“Kami keluarga besar Badak Banten DPC Warunggunung turut berduka cita atas meninggalnya Almarhum Rusmadi,” ujar Johadi.

“Hal ini adalah salah satu bentuk kepedulian Ormas Badak Banten kepada masyarakat sekitar khususnya yang ada di Kecamatan Warunggunung, Kabupeten Lebak,” imbuhnya.

Sementara itu, Bendahara Umum Badak Banten DPC Warunggunung (Bendum) Satibi menambahkan, bahwa Almarhum Rusmadi kecelakaan saat bekerja di Jakarta, yang mana Almarhum adalah tulang punggung keluarga.

“Kami sangat prihatin dengan musibah ini, kami juga mendoakan semoga keluarga almarhum diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, Amin,” ucap Satibi.

Koordinator Lapangan (Korlap) Wiwik yang turut hadir menuturkan bahwa Badak Banten adalah Organisasi Kemasyarakatan yang memiliki jiwa sosial tinggi.

“Kami tidak pernah membedakan anggota ataupun masyarakat, karena bagi kami berbuat baik adalah salah satu kewajiban yang ada dalam Visi dan Misi Badak Banten,” tuturnya.

Orang tua Almarhum, Ibu Rohayah mengucapkan banyak terima kasih kepada Ormas Badak Banten. “Semoga Badak Banten semakin maju dan peduli kepada masyarakat,” ucapnya.

Salah satu warga yang hadir saat Badak Banten berkunjung ke Rumah Duka menuturkan kepada awak media, bahwa dirinya terkejut dengan adanya rombongan keluarga besar Badak Banten DPC Warunggunung.

“Saya kaget dikira ada apa, kok ada mobil serta rombongan pakai baju loreng hitam biru ternyata mau melayat ke Rumah Almarhum Rusmadi,” tutup Euis warga yang terkejut.

M Wijaya
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Camat Kalapanunggal Adakan Sosialisasi PPKM Mikro

Published

on

memutus penyebaran Covid19, Camat Kecamatan Kalapanunggal sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro

SUKABUMI, CAKRATARA – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid19, Camat Kecamatan Kalapanunggal mengadakan sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Senin (21/6/21).

Sosialisasi PPKM berskala mikro yang dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut mengingat semakin meningkatnya penyebaran Covid19 di daerah Jawa Barat yang mencapai kenaikan 49% kasus Covid19. Menyikapi hal itu penting mensosialisasikan penerapan PPKM berskala mikro yang akan dilakukan setiap wilayah.

Di sisi lain, sesuai arahan Bupati Sukabumi yang menegaskan untuk lebih benar benar dalam menyikapi dan memutus penyebaran Covid19. Maka pentingnya zona daerah di tiap tingkatan dijadikan basis pengendalian.

Hal ini mengacu pada surat keputusan Bupati Sukabumi sosialisasi PPKM mikro harus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di wilayah setempat.

Camat Kalapanunggal, Arip Solihin dengan rasa penuh tanggung jawab pada kesehatan masyarakat di wilayah yang dipimpinya mengambil langkah cepat untuk segera mensosialisasikan PPKM berskala mikro dengan mengundang jajaran kepemerintahan dan perwakilan kepala sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Kalapanunggal.

“Dengan adanya sosialisasi PPKM berskala mikro saya berharap masyarakat lebih peduli dan menyadari pentingnya pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid19,” kata Camat Arip.

Dikatakan Camat Kalapanunggal, dengan terputusnya mata rantai Covid19 ini perekonomian masyarakat yang saat ini terpuruk akan kembali pulih lagi.

Camat Arip juga juga menghimbau kepada pihak sekolah untuk tidak mengadakan kenaikan kelas dengan acara hiburan dan juga dilarang mengadakan acara rekreasi.

“Dengan adanya sosialisasi PPKM berskala mikro ini saya berharap dan menegaskan kepada Jajaran Pemerintah Desa untuk segera melaksanakan sosialisasi juga kepada masyarakatnya,” tutup Arip.

Dani Ramdani
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi