JAKARTA, CAKRATARA – Adanya relaksasi pajak atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) berdampak signifikan bagi Daihatsu banjir pemesanan mobil baru yang dipasarkan agen pemegang merek (APM), salah satunya PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Meski Daihatsu banjir pemesanan, dibalik tingginya jumlah pemesanan menimbulkan antrean atau inden yang tak sebentar untuk beberapa model yang menikmati diskon pajak 100 persen, layaknya Xenia dan Terios.

Kondisi Daihatsu banjir pemesanan menjadi dilema lantaran ada tuntutan mengejar kuota produksi jauh lebih banyak guna memenuhi permintaan, tapi secara dukungan pemasok masih terbatas.

Stephanus Surya, Planning and Control Department Head PT ADM mengatakan, pemesanan model-model Daihatsu di Maret mengalami peningkatan yang sangat tinggi, yakni 150 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan untuk model-model yang dampak PPnBM atau relaksasi pajak, kenaikannya mencapai 200 persen.

“Di sini ada satu kendala yang sangat besar, yaitu komitmen dan kemampuan supplier untuk memberikan suplai tambahan hanya di 20 persen, tetapi demand yang naik itu 150 persen atau dua kali lipatnya,” kata Surya dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/4/2021).

Senada dengan Surya, Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and Customer Relations Division Head PT. Astra International-Daihatsu Sales Operation mengatakan, kemampuan produksi tidak bisa memenuhi peningkatan pemesanan yang membeludak, terutama untuk Terios dan Xenia.

“Melihat dari permintaan SPK, Terios mendapatkan permintaan yang peningkatannya paling signifikan, growth-nya sampai 139 persen di Maret,” ucap Hendrayadi.

“Terios itu bisa sampai tiga bulan, Xenia sekitar dua bulan. Untuk model-model lain masih bisa kami penuhi dalam waktu tak terlalu lama,” kata dia.

Kondisi tersebut menjadi tantangan, dan agar dapat meningkatkan serta mempercepat produksi, Daihatsu sudah melakukan beberapa upaya yang saat ini dilakukan. Salah satunya menerapkan gerakan 3P, yakni People (SDM), Production Facility, dan Part Control.

Untuk People, Daihatsu berusaha meningkatkan jumlah pekerja dan shift, meningkatkan fasilitas sesuai protokol kesehatan, dan membentuk Kaizen Task Force Team terkait efisiensi plus produktivitas kerja.

“Kami melakukan penambahan man power melihat kondisi permintaan yang cukup naik saat ini agar dapat melakukan alokasi jam kerja, terutama saat waktu lembur. Tujuannya agar kondisi stamina dan kesehatan teman-teman bisa terjaga, karena dengan kondisi yang prima bisa memberikan kontribusi yang besar,” kata Surya.

Dari segi Production Facility, Daihatsu menambah jig dari model-model yang sudah run out sebelumnya untuk meningkatkan kapasitas produksi namun tetap dengan menjaga protokol kesehatan.

Selain itu, ada juga penambahan robot pengecatan yang bertujuan untuk mempercepat proses dan menjaga kualitas produk, sera dapat mengurangi beban kerja karyawan.

Untuk Part Control, Daihatsu menambah stok bahan baku produksi dari yang biasanya 5 hari menjadi 14 hari. Hal tersebut berguna agar produksi bisa lebih stabil meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Dengan adanya penambahan demand dan implementasi 3P, kami bertekat meningkatkan produksi dengan tact time lebih cepat, yakni 1,9 menit dari sebelumnya membutuhkan waktu 3,1 menit untuk produksi sebuah mobil. Kapasitas yang mampu diproduksi dalam 1 tahun naik jadi 460.000 dari sebelumnya 330.00 unit,” tutup Surya seperti dilansir komunitastodays.

(Red/Jo)
Cakratara.com