Connect with us

Nusantara

Oknum Debt Colector Ngaku Anggota Kopassus Tarik Paksa Mobil

Published

on

Oknum debt colector dengan begitu gagah dan suara lantangnya mengaku kalau dia juga berasal dari Kota Serang sebagai anggota Kopassus

PANDEGLANG, CAKRATARA – Viral di media sosial Oknum Debt Colector mengaku anggota TNI dari kesatuan Kopassus group 1 Serang Banten.

Oknum debt colector dengan begitu gagah dan suara lantangnya mengaku kalau dia juga berasal dari Kota Serang sebagai anggota Kopassus group A Kota Serang.

“Saya juga dari Serang Kopassus group A Serang,” kata oknum colector yang belum diketahui jati dirinya itu.

Peristiwa itu terjadi ketika kawanan oknum colector menarik paksa unit kendaraan mobil jenis toyota terios warna hitam dengan Nomor Polisi A 1114 VK milik debitur BCA Finance bernama Bobi warga asal Kota Pandeglang, Banten, saat tengah melakukan aktivitasnya di kawasan Mangga Dua Jakarta Pusat pada Selasa (7/4/2021) lalu.

Para pelaku itu pun seperti dalam video di media sosial layaknya preman jalanan mengaku memiliki surat tugas dari sebuah perusahaan pembiayaan masyarakat BCA Finance memaksa korban selaku debitur menyerahkan kendaraan.

Diketahui perlakuan oknum colector terhadap debitur terlihat tidak sopan dan tak beretika terlebih dengan cara cara intimidasi, ancaman hingga kearah kekerasan.

Pada kesempatan itu, kepada wartawan, Warga asal Kabupaten Pandeglang, Bobi membenarkan kalau debt colector yang viral itu adalah kelompok matel alias mata elang, dan yang menjadi korban tarik paksa tersebut adalah dirinya sendiri.

Dikatakan Bobi, saat itu dia berdua dengan temannya belanja alat kontruksi ke kawasan Mangga Dua Jakarta Pusat. Namun tiba – tiba dirinya didatangi sekelompok orang yang langsung merangsek masuk ke dalam mobil mengaku memiliki tugas dari BCA Finance untuk menarik mobil secara paksa yang diklaim mempunyai tunggakan angsuran kepada finance.

“Waktu itu saya dan teman saya bertahan meski diancam dan dipaksa agar menyerahkan mobilnya kepada mereka. Adu mulut pun terjadi antara saya dan kelompok matel itu,” kata Bobi

Lebih lanjut ungkap Bobi, karena mereka terus memaksa dan salah satu diantara mereka ada yang mengaku dari TNI kesatuan Kopassus, akhirnya dengan sangat terpaksa dan demi keselamatan dirinya, keinginan debt colector itu pun diikutinya dan langsung dibawa ke Kantor BCA Finance Mangga Dua Jakarta Pusat.

“Sesampainya di Kantor BCA Finance Mangga Dua, mobil saya pun ditahannya dengan dalih diamankan sementara sampai saya melunasi angsuran kreditnya,” kata Bobi.

“Setelah mobil ditahan saya dan teman harus rela pulang ke Kota Pandeglang menggunakan angkutan umum,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW Perpam Banten, Erland Ferlany Fazry melalui telepon selularnya, Senin (12/04/2021) mengatakan, tindakan yang dilakukan sekelompok orang penagihan hutang yang biasa di sebut debt colector atau matel dinilai sudah melampaui batas.

Karena kata Erland, debt colector  tidak ada hak untuk mengeksekusi kendaraan, apalagi merampas secara paksa.

“Tidak dibenarkan hal tersebut dilakukan Debt collector dan itu sudah melawan hukum, karena mengambil hak orang lain secara paksa, apalagi hanya karena kredit macet,” jelas Erland

Masih kata Erland, tindakan yang telah dilakukan debt colector mengambil kendaraan debitur secara paksa sudah masuk ranah pidana dan dapat dikategorikan sebagai tindak kejahatan berupa perampasan.

“Pelaku tindakan ini bisa saja kalau di proses secara hukum dapat terjerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3 dan 4 tentang pencurian dengan kekerasan,” tutup Erland.

Samsuni
Cakratara.com

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

DPC LAMI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Wartawan

Published

on

DPC LAMI) Kota Pinang meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan

LABUHANBATU SELATAN, CAKRATARA – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPC LAMI) Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan media online di Siantar, Mara Salem Harahap yang diduga telah terakomodir.

“Kami selaku pengurus DPC LAMI Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatanelatan meminta agar seluruh wartawan terutama Dewan Pers ikut membantu mengungkap kasus penembakan seorang wartawan yang ada di Siantar, Sumatera Utara,” kata Ketua DPC LAMi Kota Pinang, K. Sipahutar kepada awak media pada Selasa (22/06/2021).

Dia merasa kecewa atas musibah kejadian tersebut, sehingga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.

“Jika kita selaku wartawan diam saja maka hal seperti ini akan terus terulang. Maka dari itu mari wartawan yang ada di Indonesia kita melangkah bersama agar pelaku cepat diadili,” katanya.

Lanjutnya, setelah koordinasi, DPP LAMI akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

Seharusnya wartawan bekerja sesuai apa yang didengar, lihat dan ketahui maka itu akan dijadikan berita, sehingga menjadi konsumsi publik yang mana diketahui bersama bahwa wartawan dalam bertugas telah dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Seorang jurnalis dalam tugas peliputannya tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun, serta wartawan juga tidak boleh dihalang-halangi kerena semua hal itu sudah diatur dalam Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Bab 8 Pasal 18.

Seperti diketahui wartawan media online bernama Mara Salem Harahap atau akrab disapa Marsal, meninggal dunia ditembak OTK saat hendak pulang menuju rumahnya pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Korban ditembak tepat di paha kiri dan dada kanan, sehingga mengalami luka yang serius, dan darah terus keluar mengalir dari tubuh korban sehingga korban lemas tak berdaya dan kejadian tersebut tidak jauh dari rumahnya lebih kurang jarak 250 meter.

Khairul Sipahutar
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Soal Berita Hoax, Kepsek SDN Umbuljaya Minta Maaf

Published

on

Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai bentuk penyesalannya, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM Banjarsari Drs. Chasan Supardi untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

Dalam pertemuan tersebut pada Senin (21/6/21), Suryadi yang didampingi Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari langsung meminta maaf dan menyesali perbuatannya kepada Ketua Yayasan SMK BIM dan mengklarifikasi terkait dirinya yang viral di beberapa berita media online soal berita hoax.

“Saya telah membuat surat pernyataan di atas materai dengan disaksikan oleh Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari, Ketua Yayasan SMK BIM dan juga Kepala Sekolah SMK BIM,” ucapnya.

Surat pernyataan tersebut yakni, dengan ini saya menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas perkataan dan perbuatan saya sehingga membuat ketidaknyamanan keluarga besar Drs. CH Supardi khususnya, dan keluarga besar SMK Bina Insan Mandiri umumnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dan perkataan saya lagi, demikian isi surat pernyataannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK BIM, Drs. Chasan Supardi dan Kepala Sekolah SMK BIM menyambut baik maksud dan tujuan Kepala SDN 2 Umbuljaya, Suryadi yang telah membuat surat pernyataan dan berpesan agar tidak diulanginya lagi.

“Saya hanya berpesan agar perbuatan seperti ini jangan diulangi lagi karena telah mencoreng nama baik keluarga dan yayasan yang saya kelola,” kata Chasan Supardi.

Hal senada juga di katakan oleh Kepala Sekolah SMK BIM, Eros Herlina, agar Pak Suryadi meminta maaf kepada seluruh keluarga saya, karena anaknya Pak Chasan Supardi itu bukan saya saja dan saya juga meminta Pak Suryadi mengklarifikasi ke awak media terkait perkataan dan perbuatannya tersebut.

Herdi Sudrajat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending