Connect with us

Bisnis dan Ekonomi

Perusahaan Asuransi Jiwa Investigasi Kerugian Nasabah

Published

on

Perusahaan asuransi jiwa, PT Prudential Indonesia menyatakan saat ini sedang berlangsung proses investigasi terhadap perusahaan.

JAKARTA, CAKRATARA – Dalam rangka menindaklanjuti adanya laporan dari nasabah yang mengalami kerugian investasi, Perusahaan asuransi jiwa, PT Prudential Indonesia menyatakan saat ini sedang berlangsung proses investigasi terhadap perusahaan.

Tak hanya kerugian, nasabah juga menyebut adanya dokumen yang dipalsukan, serta tidak mendapatkan penjelasan secara rinci untuk produk investasinya di perusahaan asuransi tersebut.

Chief Marketing & Communications Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali menjelaskan, proses hukum sedang berlangsung dan ditangani oleh pihak berwajib.

Menurutnya, PT Prudential Indonesia menghargai sepenuhnya proses investigasi yang sedang berjalan dan berkomitmen untuk selalu kooperatif terhadap proses tersebut. Hal ini sesuai dengan peraturan dan prosedur hukum yang berlaku.

“Terkait dengan keluhan salah satu nasabah, serta laporannya kepada pihak kepolisian yang ditayangkan dalam bentuk video di salah satu media online, perlu kami sampaikan bahwa proses hukum sedang berlangsung dan ditangani oleh pihak yang berwajib,” ujar Luskito yang dilansir dari komunitastoday.co pada Minggu (11/4/2021).

Sebelumnya, salah satu nasabah asuransi unitlink Prudential, Andrew Rafaella, mengeluhkan perihal kerugian yang dia alami. Andrew mengaku tidak mendapatkan penjelasan secara rinci untuk produk investasinya di perusahaan asuransi.

“Penjelasan agen cuma yang muluk-muluk. Manfaat seperti apa. Dia agen bilang ini 10 tahun uang kembali. Kebetulan kita pernah punya polis dan sudah dirasakan manfaatnya. Itu yang bikin kita tertarik,” katanya.

Selain kerugian investasi, Andrew mengaku mengalami pemalsuan dokumen asuransinya. Andrew bahkan mengaku sudah meminta pertanggungjawaban kepada perusahaan terkait hal ini sejak 2017.

“Korban utamanya itu saya. Posisi saya waktu itu begitu polis terbit, saya lagi di luar negeri. Entah bagaimana Prudential tiba-tiba meninggalkan polis atas nama saja. Tanda tangan juga secara fisik gak mungkin,” katanya.

Setelah membaca polis asuransi jiwa, di mana klaim bisa dilakukan ketika pemegang polis meninggal oleh ahli waris. Menurutnya bisa jadi nantinya klaim akan dipermasalahkan oleh perusahaan karena tanda tangan yang tidak jelas.

“Kami mikirnya kasus pemalsuan tanda tangan gak sesepele itu. Kami juga ingin tahu ada engga sih dokumen lain yang dipalsukan. Kami gak terima tawaran penyelesaian dari pihak asuransi. Jadi sampai sekarang masih ada di kepolisian,” tutupnya.

(Red/Jo)
Cakratara.com

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Bisnis dan Ekonomi

Dirut Bank Banten Paparkan Konsep Ekonomi Kerakyatan Syariah

Published

on

Tidak terkecuali Dirut Bank Banten, Agus Syabarrudin, memberikan pandangannya terkait ekonomi kerakyatan berbasis syariah

BANTEN, CAKRATARA – Perkembangan ekonomi syariah kian menjadi perhatian di Indonesia. Berbagai institusi dan komunitas di masyarakat semakin menaruh perhatian kepada implementasi ekonomi syariah. Tidak terkecuali Dirut Bank Banten, Agus Syabarrudin, memberikan pandangannya terkait ekonomi kerakyatan berbasis syariah dalam acara bertajuk Bank Banten Goes to Campus yang digelar pada Sabtu (20/11/21).

Pada kesempatan tersebut
Dirut Bank Banten Agus Syabarrudin membawakan presentasi bertajuk ‘Membangun Ekonomi Kerakyatan Dalam Konteks Ekonomi Syariah’. Ia menuturkan pentingnya kemitraan dalam implementasi ekonomi syariah. “Untuk dapat menerapkan ekonomi kerakyatan idealnya Pemerintah dan Bank Banten harus merajut sinergi dalam mengembangkan potensi masyarakat untuk membangun daerah dengan layanan yang saya sebut ‘Ekonomi Kemitraan Bersama’. Adapun fokusnya mencakup ketahanan pangan, distribusi, utilitas dan desa wisata.”

Agus juga menekankan pentingnya peran mitra wali amanah dalam penerapan ekonomi syariah. “Dalam ekonomi syariah, Mitra Wali Amanah memiliki peran penting. Kewajibannya antara lain menyalurkan dana investasi dari Mitra Pemodal ke Mitra Ahli serta melaksanakan tugas arranger. Sementara Mitra Wali Amanah berhak untuk mendapatkan hak bagi hasil sesuai dengan kesepakatan mitra ahli dan mitra pemodal atas jasanya sebagai arranger.”

Perkembangan ekonomi syariah diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga ekonomi di Banten dapat terpulihkan pasca dihantam pandemi Covid-19.

Bank Banten terus berupaya menjadi Bank kebanggaan masyarakat Banten. Berbagai langkah strategis untuk melakukan transformasi digital dilakukan oleh perseroan untuk menghadirkan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Harapannya, Bank Banten bisa meraih cita-cita untuk kian meraih kepercayaan masyarakat.

Herdi
Cakratara

Continue Reading

Bisnis dan Ekonomi

DPRD: Pertumbuhan Bank Banten Tergantung Pada Pemindahan Kasda

Published

on

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten menyebut salah satu unsur pertumbuhan Bank Bantenbergantung pada pemindahan Kas Daerah

BANTEN, CAKRATARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten menyebut salah satu unsur pertumbuhan Bank Banten bergantung pada pemindahan Kas Daerah (Kasda) delapan Kota/Kabupaten.

Anggota DPRD Provinsi Banten Martua Nainggolan mengatakan, ada harapan besar terhadap tumbuh dan berkembangnya Bank Banten. Menurutnya, semangat itu harus didukung oleh setiap Kabupaten/Kota yang kini menitipkan Kasdanya di Bank Jabar Banten (BJB).

“Pertumbuhan Bank Banten itu masih bisa sama-sama kita lakukan. Tapi itu semua juga tergantung pada Kabupaten atau Kota mau atau tidak memindahkan Kasdanya ke Bank Banten ini,” kata Martua kepada awak media, Rabu (3/11/2021).

Anggota DPRD Komisi III itu melanjutkan, setiap Pemerintah Kabupaten/Kota di Banten tidak perlu ragu terhadap kondisi Bank Banten. Saat ini, kata Martua, status Bank Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap Bank Banten sudah dicabut.

“Jadi apalagi yang membuat kita ragu dan menahan perpindahan Kasda dari BJB ke Bank Banten. Ini semua harus dilakukan untuk Banten yang berkemajuan,” ucap Martua.

Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin, menyampaikan saat ini pihaknya baru saja menyelesaikan sejumlah tahapan korporasi rights issue pada Penawaran Umum Terbatas (PUT) VII pada Oktober lalu.

Dari PUT VII itu, kata Agus, Bank Banten meraih pendanaan publik sebesar Rp. 618 miliar dari 8 miliar saham yang baru terserap.

“”Perolehan dana publik pada PUT VII naik 92,8% dibanding perolehan dana pada PUT VI lalu. Ini membuktikan kenaikan pendanaan ini merupakan bentuk nyata kepercayaan investor terhadap Bank Banten untuk terus memacu kinerja perseroan agar dapat meraih laba dan memberikan dampak terhadap pembangunan ekonomi Banten,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa 2 November 2021.

Red
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications