Connect with us

Entertainment

Video: Diskusi Ciluk Ba

Published

on

Cakratara
Cakratara

 

JAKARTA, CAKRATARA – Dalam perjalanan kunjungan kerja Redaksi Media Cakratara menuju Kabupaten Sukabumi mengalami kemacetan, sehingga melepas lelah dengan membuat konten hiburan Diskusi Ciluk Ba membahas pembuatan Barcode untuk KTA Wartawan Cakratara seperti di video tersebut.

Dalam Diskusi Ciluk Ba hiburan tersebut diperankan oleh Redaktur Pelaksana Joko Purwono dan Sekrertaris Redaksi Endy Pamungkas disaksikan oleh Pemimpin Redaksi, Giri Putra yang didampingi Vee (istri) di sebuah Cafe Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (10/4/2021).

Diskusi Ciluk Ba diperankan Redaktur Pelaksana Joko Purwono dan Sekrertaris Redaksi Endy Pamungkas disaksikan Pemimpin Redaksi, Giri Putra

Diskusi membahas pembuatan Barcode KTA Cakratara sembari melepas lelah di sebuah Cafe Kecamatan Cicurug.

Diskusi Ciluk Ba diperankan Redaktur Pelaksana Joko Purwono dan Sekrertaris Redaksi Endy Pamungkas disaksikan Pemimpin Redaksi, Giri Putra

(Red/Jo)
Cakratara.com

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Entertainment

Pasangan Selebritis Umumkan Punya Momongan Melalui Bayi Tabung

Published

on

pasangan selebritis Dea Ananda dan Ariel Nidji mengumumkan kebahagiaan menjadi calon orang tua Setela proses panjang program hamil
(Foto: Antara)

JAKARTA, CAKRATARA – Setelah melalui proses panjang program hamil melalui proses IVF atau bayi tabung pada 12 Desember 2021, pasangan selebritis Dea Ananda dan Ariel Nidji mengumumkan kebahagiaan mereka menjadi calon orang tua.

Pasangan selebritis yang menikah pada 9 Agustus 2009 ini baru memutuskan untuk melakukan program hamil pada 2018. Saat itu keduanya bercerita mulai ada perasaan serius untuk memiliki momongan.

“Karena sebelumnya kan ngalir-ngalir saja dan di 2018 ada nih proses yang belum kita coba. Dan hal-hal yang belum kita coba adalah kita bener-bener ngecek ke dokter buat program hamil. Dokter yang pertama kali kita coba itu di akhir Desember 2018. Namun saat itu membuat kita down, mungkin karena dokter saat itu kurang tepat menjelaskan ke kami,” kata Dea dikutip dari siaran resmi pusat fertilitas Bocah Indonesia, Senin (13/12/21).

Dea menjelaskan, mereka juga sempat untuk pindah ke dokter lain, mengikuti serangkaian proses tapi belum berhasil. Dokter kala itu menawarkan proses inseminasi, tapi pasangan selebritis itu memutuskan beristirahat terlebih dahulu.

Setelah setahun rehat dari program hamil, Dea dan Ariel menjalani program hamil di Pusat Fertilitas Bocah Indonesia.

Keduanya merasa nyaman saat itu, program pemeriksaan tak hanya fokus pada perempuan, tetapi juga laki-laki. Dea dan Ariel merasa memang betul-betul berjuang bersama.

“Semua dokter yang kita temui di Bocah itu enak, semuanya komunikatif, menyenangkan, dan kita sebagai pasien jadi merasa rileks terus berasa tidak tertekan begitu,” kata Ariel.

Dea dan Ariel menyampaikan pesan untuk para pejuang dua garis yang menjalani program kehamilan untuk selalu semangat dan terus percaya akan ada jalan.

“Jika ingin istirahat dalam program kehamilan, boleh berhenti dulu untuk istirahat. Manfaatkan waktu bersama karena setiap orang memiliki fase yang berbeda-beda. Yang penting enjoy the process,” kata mereka berdua.

Dea Ananda didampingi oleh dr. Cynthia Agnes, BMedSc, Sp.OG dan Ariel didampingi oleh dr. Tiara Kirana Sp.And dalam melakukan program kehamilan di Pusat Fertilitas Bocah Indonesia (PFBI).

Dokter Cynthia menjelaskan, kondisi yang dialami Dea saat dilakukan pemeriksaan adalah PCOS atau polycystic ovarian syndrome, hidrosalphing, dan endometeriosis. Langkah awal yang dilakukan adalah HDLO. Dilakukan pengangkatan tuba dan lesi endometriosis, tiga bulan setelahnya dilakukan IVF.

Butuh 3 bulan persiapan sebelum IVF, dan membutuhkan 9 bulan sebelum akhirnya bisa embryo transfer. Persiapan embryo transfer yang ditunda sebanyak empat kali karena dinding rahim yang selalu tidak siap,” ujar dokter.

Setelah proses persiapan frozen embryo transfer dibatalkan empat kali, akhirnya proses ini berlangsung lancar dan test pack menunjukkan hasil positif.

“Disokong dengan hasil beta-HCG yang cukup tinggi, benar-benar meyakinkan kehamilan itu akhirnya berhasil. Semoga bayi yang ada di kandungan Dea dapat berkembang baik, sehat, dan sempurna hingga waktunya dilahirkan,” kata dokter Cynthia.

Sedangkan untuk kondisi Ariel, dokter Tiara menjelaskan bahwa ada gangguan kesehatan hormonal yang dialami oleh Ariel. Dia menjalani terapi selama tiga bulan. Menurut dokter, dari anamnesa diketahui pola hidup yang dapat berdampak keseimbangan pada hormonal. Lalu, dilakukan pemeriksaan beberapa hormon yang dapat mempengaruhi sperma.

“Setelah diketahui fungsi testis masih aman dan gangguan keseimbangan hormonal apa yang bermasalah baru diterapi dengan obat-obatan. Lalu pemantauan perkembangan sperma setiap bulan hingga bulan ke 3 dari permulaan terapi,” tutupnya. (Antara)

Red
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading

Entertainment

Band Male In Good Tingkatkan Imun dengan Karya Musik

Published

on

Band male in good yang sudah mengeluarkan album mini semakin kompak dengan terus berkarya terlebih untuk meningkatkan imun tubuh

SUKABUMI, CAKRATARA – Band male in good yang sudah mengeluarkan album mini semakin kompak dengan terus berkarya terlebih untuk meningkatkan imun tubuh di tengah pandemi.

Salah satu personil vocalis, Hapitu mengatakan, band male in good punya cara tersendiri dalam meningkatkan imun yang saat ini memang harus diperkuat. Selain tetap menerapkan protokol kesehatan, kata dia menciptakan kebahagian dengan cara berkarya.

“Walaupun di masa sekarang job manggung jauh berkurang bahkan bisa dikatakan belum ada lagi tapi karya karya kami tetap diutamakan,” kata Hapitu.

Personil drummer, Bakri mengungkapkan, bahwa band yang mengusung rock n roll blues ini berdiri dengan diawali hobbi yang sama, sehingga saat ini sudah mengeluarkan album mini dengan karya terinspirasi dari apapun yang dilihat dan rasakan.

“Dari penampilan dan keseharian kami begitu sederhana jauh berbeda saat sudah di atas panggung, liar dan garang tapi hanya menyesuaikan dengan aliran musik yang kami bawa, emosi kami selalu terbakar kalau sudah di atas panggung secara spontan energik dengan sendirinya,” tutup Bakri.

Diambil dari sisi terbaiknya dengan berkarya dan bermusik para personil band male in good sejenak dapat melupakan situasi sulit saat ini. Dengan bermusik secara tidak langsung jadi salah satu pencegahan dan penularan covid19 karena mereka yakin dengan pikiran bahagia secara otomatis imun di dalam tubuh semakin kuat.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending