Connect with us

Nusantara

Warga Terjangkit DBD, Puskesmas Bayah Lakukan Fogging

Published

on

Warga terjangkit DBD sehingga Puskesmas Bayah menurunkan tim untuk melakukan pengasapan atau Fogging di Kampung Bayah Desa Bayah Barat

LEBAK, CAKRATARA – Warga Terjangkit DBD sehingga Puskesmas Bayah menurunkan tim untuk melakukan pengasapan atau Fogging di Kampung Bayah 1, Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Kabupaten Banten, Jum’at (09/4/2021).

Pengasapan atau Fogging ini dilakukan pihak Puskesmas Bayah atas permohonan warga yang belakangan ini diresahkan oleh merebaknya Warga Terjangkit DBD yang menjangkit beberapa orang warga terdiri dari balita, anak-anak hingga orang dewasa.

Oleh karena itu, mengantisipasi Warga Terjangkit DBD serta untuk memutus perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti sebagai pembawa penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) ini, tim dari Puskesmas Bayah melakukan Fogging di area pemukiman Kampung Bayah 1 ( satu ) Desa Bayah Barat.

Kepala Puskesmas Bayah dr. Erwan berharap, untuk memutus perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, DBD diharapkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan di rumah-rumah agar membersihkan dan memusnahkan tempat-tempat yang sekiranya akan menjadi sarang atau berkembang biak jentik nyamuk.

“Saya berharap agar pengendalian pengembangbiakan jentik dan nyamuk Aedes Aegypti ini bisa maksimal, masyarakat bisa menjaga kebersihan di lingkungan dan rumahnya masing-masing. Jangan sampai Fogging dilakukan tetapi kebersihan lingkungan tidak terjaga,” ujar dr. Erwan melalui pesan WhatsApp.

Adanya pelaksanaan Fogging ini, mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih dari Kepala Desa Bayah Barat M. Ridwan. Ia juga berpesan kepada warga masyarakat agar selalu menjaga kebersihan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada dr. Erwan selaku Kepala Puskesmas Bayah yang telah cepat tanggap terhadap permohonan warga untuk melakukan Fogging, yang belakangan ini dikhawatirkan dengan adanya wabah DBD yang menjangkiti warga,” ujar Kades.

“Saya juga berharap kepada warga, karena untuk membunuh atau memusnahkan perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti ini bukan hanya dilakukan Fogging saja, akan tetapi kita juga harus menjaga kebersihan, terutama jangan ada genangan-genangan air yang akan dijadikan sarang nyamuk. Semoga kedepan tidak ada lagi warga yang terjangkit DBD,” imbuh Ridwan.

Sementara itu, warga Kampung Bayah 1 ( satu ) melaui ketua RT 05 /RW 04 Desa Bayah Barat Purnama menyampaikan terima kasih kepada pihak Puskesmas Bayah yang telah menurunkan tim untuk melakukan Fogging di lingkungan dan rumah-rumah warga.

“Saya atas nama warga mengucapkan terima kasih kepada pihak Puskesmas Bayah, khususnya dr. Erwan yang telah melakukan Fogging di rumah-rumah warga dan lingkungan kami. Semoga tidak ada lagi kekhawatiran dan tidak ada lagi warga yang terjangkit DBD,” harapnya.

“Saya juga berharap agar masyarakat melaksanakan apa yang dianjurkan oleh dr. Erwan, yaitu untuk dapat menjaga kebersihan,” tutup Purnama.

Asep D Mulyadi
Cakratara.com

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Ormas Kabandungan Jalin Persatuan Bentuk Forum OSS

Published

on

(Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS) mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

SUKABUMI, CAKRATARA – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kecamatan Kabandungan membentuk Forum Organisasi Sepakat Sepaket (OSS). Pembentukan OSS mengantisipasi adanya perselisihan bahkan bentrokan.

Selain itu, kebersaamaan dan fungsi Ormas Kecamatan Kabandungan khususnya, dijalankan dengan baik adanya duduk satu meja mengedepankan persatuan dipastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun pembentukan Forum Sepakat Sepaket (OSS) pada Rabu (16/5/21) di antaranya tergabung beberapa ormas seperti, AMS, BBRP, BPKB, PP, FKKPI, dan paguyuban Sapu Jagat.

“Dalam forum ini kami mengedepankan persatuan, persaudaraan dan kepedulian. Dengan mengedepankan aspek aspek tersebut kami dapat merasakan suasana yang luar biasa berbeda bendera ormas tapi satu bendera merah putih,” kata Otoy Iskandar selaku pencetus pembentukan dan juga sebagai wakil ketua di forum OSS.

“Musyawarah dalam memutuskan satu masalah ataupun musyawarah dalan menentukan suatu keputusan senantiasa akan dilakukan,” lanjutnya.

Hermawan alias koncleng yang menduduki Ketua OSS memaparkan,
Sebagai organisasi yang di dalam tujuan utamanya sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat lebih pada kepedulian untuk kepentingan masyarakat.

“Saat ini kami bisa membuktikan kalau ormas di wilayah Kecamatan Kabandungan bersatu,” kata Ketua OSS Hermawan alias Koncleng.

Dalam komentar lainya, Iqbal dari Paguyuban Sapu Jagat yang termasuk dalam Forum OSS merasakan kesan adanya OSS. Dengan adanya forum ini dirinya juga merasakan suasana keakraban yang sangat luar biasa.

Forum organisasi sepakat sepaket (OSS) membuktikan kalau persatuan itu lebih penting dan berharga dari segalanya,” tutupnya.

Nandang Setiawan (Meionk)
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Kalapas Rangkasbitung Terima Hibah Benih Lele dari Dinas Perikanan

Published

on

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak

LEBAK, CAKRATARA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung menerima hibah benih Ikan lele dan pakan dari Dinas Perikanan Kabupaten Lebak. Benih tersebut akan dilakukan budidaya perikanan di kolam seluas 540 meter persegi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Kp. Sumurbuang Cibadak.

Secara simbolis, pada Rabu (16/5/21) Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak memberikan hibah benih ikan lele sebanyak 10.000 ekor ukuran 8-9 cm dan lengkap pakan ikannya sekitar 1 Ton.

Alhamdulillah ya, hibah ini tentu akan sangat bermanfaat dan dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi pembinaan dan pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi ini, WBP yang berasimilasi terbukti memiliki potensi, potensi menghasilkan karya-karya dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Budi Kalapas Rangkasbitung kepada Rombongan Dinas Perikanan Lebak.

Kalapas mengapresiasi dukungan dan kerjasama yang baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak terutama Dinas Perikanan.

“Kita ingin buat bangga Pemda Lebak, ada tempat yang mampu menghasilkan produk unggulan dan menjadi pusat Pembinaan, semakin lengkap sekarang di SAE, ada Sentra Pertanian, Sentra Peternakan dan sekarang teralisasi sentra Perikanan, kedepan kami terus progress agar terwujud menjadi Agribisnis dan Agrowisata yang menjadi kebanggan masyarakat Lebak dan tentu semua stakeholder harus turut mensupportnya” pungkas Budi sapaan akrabnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Kalapas Rangkasbitung, Kabid Pengeloaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lebak, Ibu Winda menyampaiakan apresiasi, dukungan dan harapanya semoga dari hibah ini menjadi stimulus budidaya yang berhasil kedepannya.

“Perkembangan di SAE dari waktu ke Waktu sudah luar biasa, sudah lengkap juga budidayanya, dan kami juga turut bangga menjadi salah satu untuk terus mendukung pengambanan keberadaan SAE ini, semoga apa yang dicita-citakan menjadi Pusat Agrowisata di Lebak tercapai, tentu akan menjadi suatu kebanggan Kabupaten Lebak, dan yang paling penting menjadi satu wahana PASTI dalam pembinaan nyata kepada para WBP, Insyallah kami akan terus dukung tujuan positif tersebut,” tutup Winda penuh harap.

Wahid Abdullah
Cakratara

 

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending