Connect with us

Nusantara

PKBM Harapan Bangsa Banjarsari Kembali Selenggarakan UPK Paket B

Published

on

PKBM) Harapan Bangsa Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak kembali menyelenggarakan kegiatan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket B

LEBAK, CAKRATARA – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Bangsa Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak kembali menyelenggarakan kegiatan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket B setara SMP pada tingkat satuan pendidikannya pada Jumat (9/4/2021).

PKBM) Harapan Bangsa Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak kembali menyelenggarakan kegiatan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket B

Ujian Pendidikan Kesetaraan tersebut dalam rangka mengukur capaian kompetensi bagi peserta didik Pendidikan Kesetaraan Paket B yang berlangsung dan berlokasi di Sekretariat PKBM Harapan Bangsa tepatnya di Jalan Raya Saketi-Malingping KM. 20 Kp. Pilar RT/RW 05/02 Desa Curuji Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak.

Kepala PKBM Harapan Bangsa Kecamatan Banjarsari, Herdi Sudrajat menerangkan bahwa kegiatan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket B ini diikuti oleh 61 orang peserta terdiri dari 40 orang peserta laki-laki dan 21 peserta perempuan dari berbagai kalangan dengan latar belakang usia, pekerjaan yang bervariasi serta alamat peserta didik yang  berbeda-beda.

“Alhamdulillah pelaksanaan UPK Paket B di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Harapan Bangsa pada hari pertama ini berjalan dengan lancar dengan tetap mengedepankan standar Protokol Kesehatan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Herdi.

Ia juga menuturkan bahwa pelaksanaan kegiatan Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket B ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak yaitu selama tiga hari mulai tanggal 09 April sampai dengan 11 April 2021. Dan hari Jum’at ini merupakan hari pertama untuk pelaksanaan UPK Paket B di PKBM Harapan Bangsa.

“Antusias peserta yang mengikuti UPK Paket B di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Harapan Bangsa sangat baik, mudah-mudahan sampai dengan hari terakhir tidak ada halangan,” harap Herdi

Lebih lanjut Herdi menjelaskan Pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket B di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Harapan Bangsa ini, semoga terselenggara dengan baik sesuai dengan POS UPK (Prosedur Standar Operasional UPK) sebagai indikator ketercapaian kompetensi peserta didik dalam kelulusannya nanti.

“Saya berharap kelak peserta didik ini lulus, mereka dapat melanjutkan pendidikan nya ke jenjang yang lebih tinggi, serta dapat bekerja sesuai dengan harapan mereka sehingga dapat mengejar ketertinggalan terutama dalam bidang pendidikan,” tutup Herdi.

Suarna
Cakratara.com

Redaksi Cakratara.com melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI, apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

DPC LAMI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Wartawan

Published

on

DPC LAMI) Kota Pinang meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan

LABUHANBATU SELATAN, CAKRATARA – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPC LAMI) Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan meminta kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Simalungun segera menangkap dalang dan motif pembunuhan wartawan media online di Siantar, Mara Salem Harahap yang diduga telah terakomodir.

“Kami selaku pengurus DPC LAMI Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatanelatan meminta agar seluruh wartawan terutama Dewan Pers ikut membantu mengungkap kasus penembakan seorang wartawan yang ada di Siantar, Sumatera Utara,” kata Ketua DPC LAMi Kota Pinang, K. Sipahutar kepada awak media pada Selasa (22/06/2021).

Dia merasa kecewa atas musibah kejadian tersebut, sehingga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.

“Jika kita selaku wartawan diam saja maka hal seperti ini akan terus terulang. Maka dari itu mari wartawan yang ada di Indonesia kita melangkah bersama agar pelaku cepat diadili,” katanya.

Lanjutnya, setelah koordinasi, DPP LAMI akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

Seharusnya wartawan bekerja sesuai apa yang didengar, lihat dan ketahui maka itu akan dijadikan berita, sehingga menjadi konsumsi publik yang mana diketahui bersama bahwa wartawan dalam bertugas telah dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Seorang jurnalis dalam tugas peliputannya tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun, serta wartawan juga tidak boleh dihalang-halangi kerena semua hal itu sudah diatur dalam Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Bab 8 Pasal 18.

Seperti diketahui wartawan media online bernama Mara Salem Harahap atau akrab disapa Marsal, meninggal dunia ditembak OTK saat hendak pulang menuju rumahnya pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Korban ditembak tepat di paha kiri dan dada kanan, sehingga mengalami luka yang serius, dan darah terus keluar mengalir dari tubuh korban sehingga korban lemas tak berdaya dan kejadian tersebut tidak jauh dari rumahnya lebih kurang jarak 250 meter.

Khairul Sipahutar
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Soal Berita Hoax, Kepsek SDN Umbuljaya Minta Maaf

Published

on

Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

LEBAK, CAKRATARA – Sebagai bentuk penyesalannya, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Umbuljaya, Suryadi mengunjungi kediaman Ketua Yayasan SMK BIM Banjarsari Drs. Chasan Supardi untuk meminta permohonan maaf dugaan penyebaran soal berita hoax.

Dalam pertemuan tersebut pada Senin (21/6/21), Suryadi yang didampingi Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari langsung meminta maaf dan menyesali perbuatannya kepada Ketua Yayasan SMK BIM dan mengklarifikasi terkait dirinya yang viral di beberapa berita media online soal berita hoax.

“Saya telah membuat surat pernyataan di atas materai dengan disaksikan oleh Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Banjarsari, Ketua Yayasan SMK BIM dan juga Kepala Sekolah SMK BIM,” ucapnya.

Surat pernyataan tersebut yakni, dengan ini saya menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas perkataan dan perbuatan saya sehingga membuat ketidaknyamanan keluarga besar Drs. CH Supardi khususnya, dan keluarga besar SMK Bina Insan Mandiri umumnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dan perkataan saya lagi, demikian isi surat pernyataannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK BIM, Drs. Chasan Supardi dan Kepala Sekolah SMK BIM menyambut baik maksud dan tujuan Kepala SDN 2 Umbuljaya, Suryadi yang telah membuat surat pernyataan dan berpesan agar tidak diulanginya lagi.

“Saya hanya berpesan agar perbuatan seperti ini jangan diulangi lagi karena telah mencoreng nama baik keluarga dan yayasan yang saya kelola,” kata Chasan Supardi.

Hal senada juga di katakan oleh Kepala Sekolah SMK BIM, Eros Herlina, agar Pak Suryadi meminta maaf kepada seluruh keluarga saya, karena anaknya Pak Chasan Supardi itu bukan saya saja dan saya juga meminta Pak Suryadi mengklarifikasi ke awak media terkait perkataan dan perbuatannya tersebut.

Herdi Sudrajat
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending