Connect with us

Nusantara

Pembangunan Bendungan Pasirkopo Menjadi Kontroversi AMC vs Bupati

Published

on

LEBAK, CAKRATARA – Pembangunan Bendungan Pasirkopo menjadi kontroversi di kalangan masyarakat di antaranya Warga se-kemantren Cisimeut mengadakan doa agar proyek strategis nasional tersebut tidak dilanjutkan.

Hal ini diperkuat oleh Bupati Lebak yang mengeluarkan surat penolakan dengan Nomor Surat : 611.11/3607-PEM/2020 Perihal : Penolakan Rencana Pembangunan Bendungan Pasirkopo di Kec. Leuwidamar Pada Tanggal 23 Oktober 2020 yang point pentingnya adalah : Menawarkan Solusi Lokasi Dipindahkan Ke Leuwikopo Kec. Gunungkencana, Kab. Lebak, Kamis (8/4/2021)

Buya Sujana Karis Pendiri AMC mengatakan, anehnya para Kepala desa tidak merasa membuat surat penolakan, karena tidak ada di arsip desa. Bahkan tidak tahu nomor registernya. Selain itu, kata Buya, ada surat mengatasnamakan desa tapi tidak ada nomor suratnya.

“Pembuatan surat penolakan Bupati terkesan sudah dipersiapkan sedemikian rupa, terlihat dari tanggal pengumpulan tanda tangan penolakan para Kepala Desa dengan tanggal surat penolakan Bupati sangat singkat bahkan ada yang selisih 1 hari saja,” kata Buya.

Buya Karis juga merasa janggal adanya Bupati menawarkan solusi lokasi dipindahkan ke Leuwikopo Kec. Gunungkencan, Kab. Lebak. Hal ini, kata Buya tidak pernah muncul di surat penolakan desa.

“Untuk itu patut diduga ada kepentingan Segelintir Orang Yang Ingin Pembangunan Bendungan Pasir Kopo Dipindahkan Ke lokasi GunungKencana Yang Sebagian Besar tanah nya Diduga Sudah Dikuasai Segelintir Orang Demi Mendapatkan Keuntungan pribadi,” kata Buya.

“Sedangkan di Gunungkencana sendiri merupakan permukiman warga yang belum tentu juga akan merelakan”, tambah Buya karis.

Apih Hanapi Ali, Sekretaris Umum AMC manyampaikan, bahwa wajar jika ada penolakan dari sebagian warga yang terdampak proyek Bendungan Pasirkopo Leuwidamar. Karena, Dalam survey konsultan sudah jelas kajian Balai BBWSC3 juga menyatakan ada 16,42 % yang masih belum bersedia direlokasi.

“Itupun persentasenya dari 10 Desa yang terdampak. Jadi proyek bendungan Pasirkopo ini bukan milik satu kampung saja, yang perlu dipahami adalah bukan persoalan adu kekuatan kelompok menolak atau mendukung, karena tidak mungkin seratus persen,” katanya via whatsApss saat dikonfirmasi

Pembangunan Bendungan Pasirkopo menjadi kontroversi di kalangan masyarakat di antaranya Warga se-kemantren Cisimeut mengadakan doa

Hanapi melanjutkan, akan tetapi tidak boleh aspirasinya ditunggangi kepentingan yang ingin memindahkan lokasi bendungan ke lokasi lain yang mungkin ada penguasa lahan disana. Perlu juga dicermati, orang-orang  yang menyampaikan aspirasi itu juga harus benar-benar lahir dari masyarakat terdampak langsung, bukan dari wilayah lain agar terkesan banyak jumlahnya.

Menurut dirinya, yang terakhir AMC ingin menyampaikan fakta lapangan bahwa selain ada yang  tidak setuju 16,42%, tapi harus dicatat ada 82% masyarakat dari 10 desa yang mendukung pembangunan bendungan. Hal ini agar jangan sampai ada penggiringan opini bahwa penolakan itu jumlahnya lebih banyak.

Kata Hanapi, kami ingin sampaikan semoga kita dapat berpikir dengan jernih dan rasional, dimana harus mengedepankan kepentingan dan manfaat untuk masyarakat Indonesia, bukan hanya memikirkan wilayahnya sendiri. Contoh “Wilayah Leuwidamar sendiri bisa menikmati aliran listrik dari wilayah lain seperti PLTU Suralaya, manfaat itu akan menjadi amal yang tidak akan putus sampai akhir hayat,” tutup Hanafi.

Anton Hermawan
Cakratara.com

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

Nusantara

Ikatan Pedagang Obat Adakan Baksos Santuni Anak Yatim

Published

on

Ikatan Pedagang Obat Nanggro Aceh Darussalam (Iponad) mengadakan bakti sosial (Baksos) santunan kepada anak yatim

ACEH TIMUR, CAKRATARA – Ikatan Pedagang Obat Nanggro Aceh Darussalam (Iponad) mengadakan bakti sosial (Baksos) santunan kepada anak yatim di Desa Meurandeh, Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Timur pada Minggu (5/12/21).

Ketua pelaksana Ikatan Pedagang Obat Nanggro Aceh Darussalam (Iponad), Saifullah A.Kadir menyampaikan bahwa kegiatan santunan kepada anak yatim ini adalah amanah dari para rekan Pedagang Obat Kaki Lima Aceh.

“Kegiatan santunan kepada anak yatim selalu dilakukan oleh Iponad, tidak harus pada bulan Ramadhan atau lebaran saja, karena sedakah itu adalah amanah dari Allah dan untuk kita laksanakan,” ucap Saifullah.

Dikatakannya, sesungguhnya banyak amanah yang dititipkan, namun apakah dapat menyampaikan amanah itu atau tidak.

“Anak yatim salah satu yang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dipelihara. Karena itu kita sebagai manusia harus memperhatikan keadaan mereka dan kalau bukan kita semua siapa lagi yang akan memperhatikannya,” katanya.

Iponad hanya segelintir dari sekian organisasi lain tapi bukan besar dan kecilnya yang dipertimbangkan, rasa kepedulian bersama yang kita harapkan.

“Ini yang kesekian kali bagi Iponad menggelar bakti sosial berupa santunan pada anak yatim dan fakir miskin. Kami mengucapkan terimakasih kepada para donatur yang telah membantu untuk membuat tersenyum anak yatim. Semoga di tahun mendatang bukan hanya sedesa tapi se-kecamatan sehingga lebih berkesan dan semakin banyak yang berbagi,” harap Saiful.

Beberapa orang tokoh yang dikutip komentarnya pada acara tersebut salah satunya Zainuddin, S.Pd Keuchiek Desa Meurandeh Alue memberikan apresiasi terhadap Iponad, dimana kegiatan ini adalah langkah kepedulian umat kepada para anak yatim.

“Memberikan santunan anak yatim sebagai upaya kita menjalankan amanah yang dititipkan oleh Allah dan Rasul yang menjadi kewajiban kita untuk dilaksanakan,” tutupnya.

Rahmat
Cakratara

Continue Reading

Nusantara

Prades dan Kades di Cileles Adakan Pertemuan Perkokoh Sinergitas

Published

on

Adih Subakti, S.IP menggagas untuk menyatukan komunikasi antara perangkat desa (Prades) dan Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Cileles,

LEBAK, CAKRATARA – Adih Subakti, S.IP menggagas untuk menyatukan komunikasi antara perangkat desa (Prades) dan Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten.

Pertemuan antara Prades dan Kades se-Kecamatan Cileles tersebut berlangsung di Gedung SDN 1 Margamulya Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak Banten pada Selasa (7/12/21) dihadiri Camat Cileles Ahyani, Spd beserta Bhabinkamtibmas dan jajarannya.

Adih Subakti, S.IP menggagas untuk menyatukan komunikasi antara perangkat desa (Prades) dan Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Cileles,

Pada kesempatan itu, Selaku penggagas kegiatan tersebut, Adih Subakti mengatakan bahwa melihat foto Cileles di tahun 2021 sangat buram bahkan jadi sorotan publik. Oleh karena itu, Adih mengajak bersama-sama bangkitkan Kecamatan Cileles dari keterpurukan.

“Mari bangun bersama bangkit bersama dari semua elemen media, OKP, ormas, kalangan dan lapisan masyarakat bersama pemangku kebijakan pemerintah demi terwujudnya meningkatkan kinerja pemerintah desa, kepala desa dan para staf, RT, dan RW dengan harapan semua bekerja keras demi untuk berjalan roda pembangunan di Kecamatan Cileles,” harap Adih Subakti.

Sementara itu, Kasi Ekbang Kecamatan Cileles, Ade Saepudin, Spd saat ditemui awak media mengatakan bahwa pertemuan tersebut mengambil tema bangkitkan semangat kinerja perangkat desa.

“Gagasan Adih Subakti sangat bagus dan menunjang untuk keterbukaan pemerintah desa dengan kepala desa terpilih periode 2021-2027,” ujarnya.

“Alhamdulilah kegiatan tersebut berjalan lancar sepakat bersinergi demi kemajuan di desa masing masing. Saling terbuka dengan berbagi informasi publik ke masyarakat di Kecamatan Cileles,” imbuhnya.

Dalam sambutannya Camat Cileles, Ahyani mendukung penuh sebuah gagasan yang menghasilkan beberap poin diantaranya dari sepuluh poin terbangunnya komunikasi dan koordinasi perangkat desa se-Kecamatan Cileles dalam mewujudkan sinegisitas bersama pemangku kebijakan pemeritah dan pemerintahan di Kecamatan Cileles.

“Insya Allah ke depan Kecamatan Cileles akan maju dan cemerlang dengan semua program yang disiapkan,” tutup Ahyani.

Suarna Ronald
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications