Connect with us

TNI-Polri

Kapusjianstra TNI: Artificial Intelligence Menjaga Kedaulatan di Perbatasan

Published

on

JAKARTA, CAKRATARA – Kapusjianstra TNI mengatakan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di wilayah perbatasan perlu dikaji bagaimana pentingnya peningkatan Artificial Intelligence (teknologi pertahanan yang dikendalikan seperti drone, radar, signal dan lain-lain) guna menjaga kedaulatan negara.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Pengkajian Strategis (Kapusjianstra) TNI Brigjen TNI Jhonny Djamaris, S.I.P., M.I.P., saat membuka Seminar Nasional dengan tema “Pelibatan Artificial Intelligence di perbatasan guna menjaga kedaulatan Negara” yang diselenggarakan Pusjianstra TNI di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).

Kapusjianstra TNI mengatakan pentingnya integrasi dalam pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence dalam sebuah wadah agar pengamanan perbatasan negara bisa terselenggara dengan baik oleh semua pihak dan saling melengkapi.

Lebih lanjut Brigjen Jhonny Djamaris mengungkapkan perlunya pengamanan dalam mengantisipasi dan melindungi big data artificial intelligence dari serangan hacker atau virus dan pentingnya regulasi sebagai penghubung yang mengatur pemanfaatan artificial intelligence.

“Saat ini sistem pengamanan negara di perbatasan secara teknologi masih minim dan belum optimalnya penggunaan artificial intelligence sebagai Alutsista TNI,” ujarnya.

“Diharapkan melalui seminar ini dapat memberikan gambaran dan masukan betapa pentingnya artificial intelligence untuk menjaga wilayah perbatasan negara yang kita cintai ini,” pungkas Brigjen TNI Jhonny Djamaris.

Hadir sebagai pembicara dalam seminar nasional ini adalah Direktur Topografi Angkatan Darat Brigjen TNI Ir. Asep Edi Rosidin, M.D.A., dengan materi pembahasan (Pemanfaatan Artificial Intelligence Geospasial (Geo-AI) Dalam Pengamanan Perbatasan Negara), Kolonel Lek Assist. Prof. Dr. Ir. Arwin D.W. Sumari, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., ACPE dengan materi pembahasan (Knowledge Growing System and Its Applications For Military), dan Dr. Muhammad Rifqi Muna M. Defstud dengan materi pembahasan (Artificial Intelligence di Perbatasan Aspek Strategis dan Kebijakan).

Seminar tingkat nasional ini dihadiri oleh Kementerian dan Lembaga terkait, Kepala BPPT, BNPP, LIPI, Akademisi dan mahasiswa.

Asep Supena
Cakratara.com

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Redaksi Cakratara.com melayani Hak Jawab, dan Hak Koreksi apabila ada keberatan atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa.

TNI-Polri

Distribusi Kaporlap Polda Banten untuk Menunjang Tugas Lapangan

Published

on

Biro Logistik (Rolog) Polda Banten melaksanakan distribusi Perlengkapan Perorangan Lapangan (Kaporlap) baik untuk anggota

SERANG, CAKRATARA – Biro Logistik (Rolog) Polda Banten melaksanakan distribusi Perlengkapan Perorangan Lapangan (Kaporlap) baik untuk anggota Polri maupun PNS di Polres jajaran Polda Banten sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan kelengkapan perorangan dalam menjalankan tugas di lapangan pada Selasa (07/12/21).

Kepala Biro Logistik (Karolog) Polda Banten KBP Teguh Dwi Warsono mengatakan distribusi perlengkapan perorangan lapangan (Kaporlap) ini dimaksudkan agar para personel Polri dan PNS jajaran Polda Banten bisa bekerja maksimal karena sudah terdukung oleh kelengkapan tersebut.

Lebih lanjut, Karolog Polda Banten, Teguh Dwi Warsono menambahkan jika kegiatan ini merupakan pendistribusian rutin tahunan dan terjadwal dari Slog Polri maupun dari Polda Banten sendiri.

Lanjut dikatakannya, adapun pendistribusian Kaporlap tersebut meliputi barang berupa sepatu dinas lapangan (Dislap) Samapta, kaos kaki Dislap, ikat pinggang kecil, jaket pelindung diri, fieldcap, rompi dan kacamata teduh.

“Pendistribusian Kaporlap tersebut rutin tahunan dan terjadwal dari Slog Polri maupun dari Polda Banten sendiri berupa sepatu dinas lapangan (Dislap) Samapta, kaos kaki Dislap, ikat pinggang kecil, jaket pelindung diri, fieldcap, rompi dan kacamata teduh,” ujar Teguh Dwi Warsono.

“Distribusi Kaporlap tersebut telah dibagi berdasarkan fungsi dari masing-masing Satker sesuai dengan fungsi dan kegunaannya,” tutup Karolog.

Kegiatan dilaksanakan oleh beberapa Satker Polda diantaranya Ditpamobvit, SPN Polda Banten, Ditsamapta, dan Polres Pandeglang dan berlangsung di Gudang Birolog Polda Banten.

Anton Hermawan
Cakratara

Continue Reading

TNI-Polri

Pasangan yang Viral di Medsos Diamankan Polisi

Published

on

Seorang pasangan pria wanita yang mengaku polisi dan Bhayangkari viral di Media Sosial (Medsos) Tiktok berhasil diamankan

KARAWANG, CAKRATARA – Seorang pasangan pria wanita yang mengaku polisi dan Bhayangkari viral di Media Sosial (Medsos) Tiktok berhasil diamankan atas penyelidikan Kapolsek Cikampek Kompol Ahmad Mulyana SH., didampingi Kanit Reskrim Polsek Cikampek Iptu Sidiq Akbar Kusuma S.Tr.K.,M.H., beserta anggota dan Kanit PPA Satreskrim Karawang Ipda Rita Zahara SH.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa penyelidikan terhadap pasangan pria inisial RI dan wanita inisial RW bermula adanya postingan yang dianggap kurang pantas di Aplikasi Tiktok.

“Penyelidikan ini bermula karena adanya kegaduhan di Medsos yang diakibatkan oleh postingan Tiktok yang bermuatan kurang pantas dan dapat memicu kesalahpahaman. Dimana pada postingan tersebut menampilkan pria yang mengenakan seragam PDH Polri dan wanita yang mengenakan baju Bhayangkari,” ungkap Kabid Humas Polda Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar juga menjelaskan, bahwa kedua orang pasangan yang diamankan tersebut bukanlah anggota Polri dan anggota Bhayangkari.

“Kedua orang yang berhasil diamankan mengakui bukan merupakan anggota Polri dan juga bukan anggota Bhayangkari. Wanita yang menggunakan seragam Bhayangkari karena diminta oleh pria yang berjanji akan menikahinya sekitar Bulan Desember 2021 dan pria tersebut mengaku sebagai anggota Brimob Cikole Lembang,” jelas Kabid Humas Polda Jabar.

Dijelaskan Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, S.I.K., M.Si., bahwa RW tidak mengetahui bahwa RI adalah Polisi gadungan yang mengaku sebagai anggota Brimob yang bertugas di Lembang Cikole dan baru saling kenal 2 (dua) bulan yang lalu.

Keterangan didapat bahwa RI dan RW mendapatkan baju seragam Polri dan Bhayangkari melalui salah satu situs belanja online.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 1 (satu) stel Baju Dinas PDH Polri berikut atribut pangkat IPDA, 1 (satu) stell Baju PDU Polri dengan atribut dan pangkat Ipda serta 1 (satu) stel Baju Bhayangkari.

“Saat ini Polres Karawang masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua orang yang berhasil diamankan tersebut,” tutup Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, S.I.K., M.Si.

Anton Hermawan
Cakratara

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending

Cakratara.com Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications